CERITAKU ERNI BASRI [1]
Sejak duduk di bangku SD, saya sudah belajar membangun kepercayaan. Saya membantu ibu berjualan di pasar, melayani pelanggan, dan melihat bahwa orang akan kembali membeli ketika mereka percaya kepada kita. Namun, saya juga menyadari sesuatu tentang diri saya. Saya merasa kemampuan saya dalam berjualan di pasar tidak terlalu menonjol. Saya tahu saya memiliki keterbatasan. Di sisi lain, saya menemukan bahwa saya sangat menikmati membaca dan belajar. Saya mulai bertanya pada diri sendiri, "Nanti saya ingin menjadi apa?" Jawaban yang terus muncul adalah: saya ingin melanjutkan sekolah setinggi mungkin. Kepercayaan yang dibangun keluarga melalui kerja keras itulah yang membiayai perjalanan pendidikan saya hingga lulus S1. Saya sangat bersyukur karena sejak lahir hingga pendidikan selesai, semua kebutuhan saya ditanggung oleh keluarga. Namun setelah itu, saya memahami sebuah kenyataan penting: ada batas dari apa yang bisa diberikan keluarga. Setelah pendidikan selesai, setiap oran...