Unique_ErniMul
Monday, September 7, 2026
Satu Mooncake, Dua Hati, dan Sebuah Rasa Syukur JW MARRIOT
Monday, August 31, 2026
FROM SELF TO SIGNIFICANT [PART 2]
🧭 PETA JALANKU DI THREE
FROM SELF → VALUE → CONNECTION → BUILD → SCALE → SIGNIFICANCE
THREE bukan hanya tempat saya menjalankan bisnis.
THREE menjadi ruang tempat saya membangun diri, menemukan value, membangun hubungan, belajar memimpin, dan menciptakan dampak.
1. SELF — SAYA MEMULAI DARI DIRI
Perjalanan saya tidak dimulai dari:
“Berapa banyak yang bisa saya hasilkan?”
Tetapi dari:
“Saya ingin menjadi pribadi seperti apa?”
Di sinilah pembelajaran tentang Principles, Leonardo da Vinci, Poor Charlie’s Almanack, dan Tao Te Ching menjadi fondasi.
Saya belajar:
mengenal diri;
berpikir lebih dalam;
melihat berbagai perspektif;
membangun prinsip;
belajar dari pengalaman;
tidak terburu-buru mengambil keputusan.
THREE kemudian bukan hanya tempat untuk bekerja.
THREE menjadi:
MY GROWTH SPACE.
2. DISCOVER — SAYA MENEMUKAN VALUE
Semakin berjalan, saya mulai memahami:
Saya tidak hanya menjual produk. Saya sedang menawarkan value.
Konsep Zero to One mengajarkan saya untuk tidak sekadar mengikuti apa yang dilakukan orang lain.
Saya mulai bertanya:
Apa keunikan saya?
Apa kekuatan saya?
Masalah apa yang bisa saya bantu selesaikan?
Apa yang bisa saya ciptakan dengan cara saya sendiri?
Di sinilah perjalanan berubah:
Dari
FOLLOWING
menjadi:
CREATING.
3. CONNECTION — SAYA MENEMUKAN ORANG
Kemudian saya menyadari satu hal penting:
Tidak ada perjalanan besar yang dibangun sendirian.
THREE mempertemukan saya dengan:
leader,
team,
partner,
customer,
mentor,
dan
community.
Di sinilah Nonviolent Communication dan konsep Mattering menjadi relevan.
Saya belajar bahwa hubungan bukan sekadar:
siapa mengenal siapa.
Tetapi:
bagaimana kita membuat orang merasa dilihat, dihargai, didengar, dan berarti.
Maka network bukan sekadar jumlah kontak.
NETWORK = HUMAN CONNECTION.
4. TRUST — DARI KENAL MENJADI PERCAYA
Connection saja belum cukup.
Hubungan harus berkembang menjadi:
TRUST.
Trust dibangun melalui:
konsistensi,
integritas,
kehadiran,
kepedulian,
dan
kontribusi.
Ini membuat saya memahami bahwa perjalanan di THREE bukan sprint.
Ini marathon.
Saya tidak perlu membuktikan semuanya dalam satu hari.
Saya hanya perlu:
show up, serve, learn, repeat.
5. BUILD — SAYA MULAI MEMBANGUN
Setelah menemukan value dan membangun connection, perjalanan masuk ke tahap:
BUILD.
Di sini Rework dan High Output Management menjadi sangat relevan.
Saya belajar:
Don't just talk. Build.
Jangan hanya mempunyai ide.
Jalankan.
Jangan hanya mempunyai target.
Kerjakan.
Jangan hanya mempunyai network.
Bangun hubungan.
Jangan hanya mempunyai mimpi.
Buat sistem.
6. MEASURE — SAYA BELAJAR MELIHAT PROGRESS
Kemudian saya belajar dari Measure What Matters:
Apa yang tidak diukur sering kali hanya menjadi perasaan.
Saya mulai melihat perjalanan bukan hanya dari:
“Saya sibuk.”
Tetapi:
“Apa yang benar-benar bertumbuh?”
Misalnya:
INPUT
Waktu + energi + pembelajaran
↓
ACTION
Aktivitas + networking + follow-up
↓
OUTPUT
Relationship + customer + team
↓
OUTCOME
Growth + income + capability
↓
IMPACT
Value + contribution + significance
Dengan begitu, perjalanan saya menjadi lebih sadar.
7. PRINCIPLES — SAYA MEMBANGUN CARA MAIN SENDIRI
Semakin jauh berjalan, saya tidak ingin hanya bergantung pada motivasi.
Saya membutuhkan:
PRINCIPLES.
Prinsip menjadi kompas ketika situasi berubah.
Ketika berhasil:
tetap rendah hati.
Ketika gagal:
belajar.
Ketika bingung:
kembali pada value.
Ketika mendapat peluang:
evaluasi apakah sesuai purpose.
Ketika menghadapi orang:
jaga hubungan dan integritas.
THREE kemudian menjadi tempat saya menguji:
Apakah prinsip yang saya yakini benar-benar hidup dalam tindakan saya?
8. ADAPT — SAYA BELAJAR MENGHADAPI PERUBAHAN
Dunia tidak diam.
Pasar berubah.
Teknologi berubah.
Orang berubah.
Kebutuhan berubah.
Dari Only the Paranoid Survive dan Blitzscaling, saya belajar:
Yang membuat kita bertahan bukan karena kita selalu benar, tetapi karena kita mampu belajar dan beradaptasi.
Maka saya tidak ingin terlalu nyaman dengan keberhasilan hari ini.
Saya ingin terus bertanya:
Apa yang harus saya pelajari berikutnya?
Apa yang harus saya tinggalkan?
Apa yang harus saya coba?
Apa yang harus saya bangun?
9. SCALE — DARI DIRI KE TEAM
Pada awal perjalanan:
Saya membangun diri.
Kemudian:
Saya membangun hubungan.
Kemudian:
Saya membangun bisnis.
Tetapi tahap berikutnya adalah:
MEMBANGUN ORANG LAIN.
Ini adalah perubahan besar.
Leadership bukan lagi:
“Bagaimana saya bisa sukses?”
Tetapi:
“Bagaimana saya membantu orang lain ikut bertumbuh?”
Di sinilah pengalaman di THREE dapat berubah dari personal growth menjadi collective growth.
10. LEADER → MULTIPLIER
Leader yang hebat bukan orang yang melakukan semuanya sendiri.
Leader hebat menciptakan:
lebih banyak leader.
Jadi perjalanan:
ME
↓
WE
↓
TEAM
↓
COMMUNITY
Inilah leverage manusia.
Saya tidak lagi hanya mengukur keberhasilan dari apa yang saya lakukan.
Tetapi dari:
berapa banyak orang yang menjadi lebih kuat karena pernah berjalan bersama saya.
11. SCALE VALUE — DARI ONE TO MANY
Di sinilah pemikiran Zero to One + Scale + Blitzscaling bertemu.
Saya mulai dari:
ONE.
Satu diri.
Satu value.
Satu hubungan.
Satu customer.
Satu kontribusi.
Kemudian:
MANY.
Lebih banyak orang.
Lebih banyak hubungan.
Lebih banyak customer.
Lebih banyak leader.
Lebih banyak dampak.
Tetapi prinsipnya tetap:
Scale the value, not merely the size.
Bukan sekadar menjadi lebih besar.
Tetapi menjadi:
MORE VALUABLE.
12. SIGNIFICANCE — UNTUK APA SEMUA INI?
Setelah semua proses tersebut, muncul pertanyaan yang lebih dalam:
“Untuk apa saya melakukan semua ini?”
Bukan hanya:
income.
Bukan hanya:
achievement.
Bukan hanya:
recognition.
Tetapi:
SIGNIFICANCE.
Saya ingin perjalanan di THREE menghasilkan sesuatu yang lebih besar daripada pencapaian pribadi.
Saya ingin ada:
orang yang terbantu,
orang yang bertumbuh,
hubungan yang terbangun,
keluarga yang lebih baik,
team yang semakin kuat,
dan
komunitas yang semakin berarti.
🧭 PETA JALANKU DI THREE
Kalau dibuat menjadi satu visual perjalanan:
PURPOSE
│
↓
SELF
│
↓
VALUE
│
↓
CONNECTION
│
↓
TRUST
│
↓
BUILD
│
↓
MEASURE
│
↓
PRINCIPLES
│
↓
ADAPT
│
↓
LEAD
│
↓
SCALE
│
↓
IMPACT
│
↓
SIGNIFICANCEDan semuanya berada di dalam satu ruang:
THREE
🌱 FASE PERJALANANKU
Saya bahkan akan membaginya menjadi 5 fase besar:
PHASE 1 — FIND ME
Who am I?
Mengenal diri, value, kekuatan, dan purpose.
↓
PHASE 2 — FIND MY PEOPLE
Who can I grow with?
Membangun connection, trust, community.
↓
PHASE 3 — BUILD VALUE
What can I create?
Menciptakan value melalui bisnis, pelayanan, dan kontribusi.
↓
PHASE 4 — MULTIPLY
Who can grow because of me?
Leadership, mentoring, team, duplication.
↓
PHASE 5 — MATTER
What difference will I leave?
Impact.
Contribution.
Legacy.
❤️ BENANG MERAH PALING PERSONAL
Kalau saya rangkum perjalanan Anda di THREE menjadi satu narasi, saya akan menuliskannya seperti ini:
Saya datang ke THREE mungkin dengan sebuah tujuan.
Tetapi saya bertahan karena menemukan sebuah perjalanan.Saya belajar bahwa bisnis bukan hanya tentang transaksi.
Ia tentang transformasi.
Saya belajar bahwa leadership bukan hanya tentang memimpin orang lain.
Ia dimulai dari memimpin diri sendiri.
Saya belajar bahwa network bukan tentang berapa banyak orang yang saya kenal.
Tetapi tentang berapa banyak hubungan yang mampu saya bangun dengan tulus.
Saya belajar bahwa success bukan hanya tentang apa yang saya dapatkan.
Tetapi tentang apa yang dapat saya berikan.
Dan semakin jauh perjalanan ini, saya semakin memahami:
THREE bukan hanya tempat saya membangun bisnis.
THREE adalah tempat saya membangun diri, membangun hubungan, membangun value, dan perlahan membangun significance.
🧭 MY THREE COMPASS
Dan kalau seluruh perjalanan ini dijadikan satu kompas:
NORTH — PURPOSE
Mengapa saya melakukan ini?
EAST — PEOPLE
Dengan siapa saya bertumbuh?
SOUTH — ACTION
Apa yang saya bangun?
WEST — LEARNING
Apa yang saya pelajari?
CENTER — VALUE
Apa nilai yang saya ciptakan?
Dan tujuan akhirnya:
SIGNIFICANCE
ONE LINE STORY
“My journey in THREE is not about going from where I am to where I want to be. It is about becoming the person who can create the value, build the relationships, and make the impact that I am meant to create.”
“Perjalanan saya di THREE bukan sekadar perjalanan menuju keberhasilan. Ini adalah perjalanan menjadi pribadi yang mampu menciptakan value, membangun hubungan, mengembangkan orang lain, dan meninggalkan dampak yang berarti.”
THREE
Where I Find Myself.
Where I Build My Value.
Where I Grow With Others.
Where I Create Impact.
Where Success Becomes Significance.
Bagaimana manusia membangun dirinya, berpikir lebih jernih, menciptakan nilai, membangun organisasi, menghadapi perubahan, dan akhirnya memberikan dampak yang lebih besar.
Bukan sekadar tentang menjadi sukses.
Tetapi tentang:
BECOMING → CREATING → BUILDING → SCALING → MATTERING
1. START WITH SELF — BANGUN DIRI
Perjalanan selalu dimulai dari manusia.
Leonardo da Vinci mengajarkan curiosity.
Poor Charlie’s Almanack mengajarkan mental models.
Principles mengajarkan refleksi, kejujuran terhadap realitas, dan prinsip hidup.
Tao Te Ching mengajarkan keseimbangan, kesederhanaan, dan kemampuan untuk tidak selalu memaksakan diri.
Nonviolent Communication mengajarkan kesadaran terhadap perasaan, kebutuhan, dan hubungan manusia.
Benang merahnya:
Sebelum membangun sesuatu di luar diri, kita harus membangun cara berpikir di dalam diri.
Karena kualitas keputusan kita tidak akan jauh dari kualitas cara kita melihat dunia.
2. SEE DIFFERENTLY — LIHAT DUNIA DENGAN CARA BERBEDA
Setelah membangun diri, tahap berikutnya adalah:
melihat.
Leonardo da Vinci tidak hanya melihat objek.
Ia mengamati.
Ia bertanya.
Ia menghubungkan berbagai disiplin.
Zero to One bertanya:
Apa yang belum dilihat orang lain?
Alchemy menunjukkan bahwa manusia tidak selalu mengambil keputusan secara rasional; emosi, persepsi, dan konteks dapat mengubah perilaku.
Poor Charlie mengajarkan kita menggunakan berbagai mental models untuk memahami dunia.
Jadi:
Inovasi dimulai bukan ketika kita memiliki jawaban, tetapi ketika kita berani mengajukan pertanyaan yang berbeda.
3. CREATE — DARI 0 KE 1
Di sinilah Zero to One menjadi pusat.
Jangan hanya meniru.
Jangan hanya mengikuti tren.
Jangan hanya bertanya:
“Apa yang sudah berhasil?”
Tanyakan:
“Apa yang belum ada?”
Dari:
0 → 1
Kita menciptakan sesuatu.
Ide menjadi produk.
Masalah menjadi solusi.
Pengalaman menjadi inovasi.
Pengetahuan menjadi karya.
Ini adalah titik ketika seseorang berhenti menjadi sekadar consumer dan mulai menjadi:
CREATOR.
4. BUILD — JANGAN HANYA PUNYA IDE
Tetapi ide saja tidak cukup.
Rework mengingatkan kita untuk berhenti terlalu banyak merencanakan dan mulai membangun.
High Output Management membawa kita pada pertanyaan:
Bagaimana membuat tim menghasilkan output terbaik?
The Outsiders menunjukkan pentingnya disiplin dalam alokasi sumber daya dan pengambilan keputusan.
Jadi setelah:
IDE
harus ada:
EXECUTION.
Karena:
Ide tanpa eksekusi hanyalah kemungkinan.
5. MEASURE — APAKAH KITA BENAR-BENAR BERGERAK?
Di sinilah Measure What Matters menjadi penting.
Kita tidak cukup berkata:
“Kita sudah bekerja keras.”
Pertanyaannya:
“Apa hasilnya?”
Kita membutuhkan:
Objective → Key Results → Measurement → Feedback.
Dengan kata lain:
Apa yang kita ukur akan membantu menentukan apa yang kita perhatikan.
Namun pengukuran bukan tujuan akhir.
Measurement adalah alat untuk memastikan bahwa aktivitas kita benar-benar menghasilkan kemajuan.
6. PRINCIPLES — BANGUN SISTEM UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN
Ketika organisasi semakin besar, keputusan semakin kompleks.
Kita tidak bisa mengandalkan intuisi semata.
Principles mengajarkan bahwa pengalaman harus diubah menjadi prinsip.
Kesalahan menjadi pembelajaran.
Pembelajaran menjadi aturan.
Aturan menjadi sistem.
Sistem membantu kita mengambil keputusan berikutnya dengan lebih baik.
Maka perjalanan:
Experience → Reflection → Principle → Decision → Learning
menjadi siklus pertumbuhan.
7. PEOPLE — BISNIS PADA AKHIRNYA ADALAH TENTANG MANUSIA
Di sinilah Nonviolent Communication, High Output Management, dan pemikiran tentang leadership bertemu.
Tidak ada organisasi hebat tanpa manusia yang mampu:
berkomunikasi,
percaya,
berkolaborasi,
memberi feedback,
dan
bertumbuh bersama.
Leader bukan hanya mengatur pekerjaan.
Leader membangun kondisi agar orang lain dapat menghasilkan yang terbaik.
Jadi:
Leadership bukan tentang menjadi orang paling penting di ruangan. Leadership adalah membuat orang lain mampu menjadi versi terbaik dirinya.
8. REWORK — SIMPLIFY
Salah satu benang merah yang menarik adalah:
jangan membuat sesuatu lebih rumit daripada yang diperlukan.
Rework mengkritik kompleksitas yang tidak perlu.
Tao Te Ching berbicara tentang kesederhanaan.
High Output Management berbicara tentang leverage.
Zero to One berbicara tentang fokus pada pasar dan keunggulan.
Semuanya bertemu pada satu prinsip:
FOCUS.
Tidak semua hal harus dilakukan.
Tidak semua peluang harus dikejar.
Tidak semua masalah harus diselesaikan sekaligus.
Kadang-kadang pertumbuhan datang bukan karena kita menambahkan lebih banyak.
Tetapi karena kita:
menghilangkan yang tidak penting.
9. SCALE — DARI SATU MENJADI BANYAK
Setelah sesuatu terbukti berhasil, muncul pertanyaan berikutnya:
Bagaimana membawa nilai ini kepada lebih banyak orang?
Inilah wilayah Blitzscaling dan Scale.
Dari:
1 → n
Namun scaling bukan sekadar memperbesar.
Semakin besar organisasi, semakin kompleks sistemnya.
Maka diperlukan:
structure,
process,
culture,
technology,
leadership,
dan
capital allocation.
10. SCALE TANPA KEHILANGAN JIWA
Di sinilah terdapat tantangan besar.
Ketika organisasi tumbuh, ada risiko:
kecepatan mengalahkan kualitas.
proses mengalahkan manusia.
angka mengalahkan makna.
pertumbuhan mengalahkan purpose.
Karena itu, scale harus tetap terhubung dengan:
VALUES.
Besar bukan berarti berhasil.
Cepat bukan berarti benar.
Banyak bukan berarti bermakna.
Pertanyaan akhirnya:
Apa yang sedang kita besarkan?
11. ONLY THE PARANOID SURVIVE — DUNIA TERUS BERUBAH
Setelah organisasi berhasil dibangun dan diperbesar, muncul ancaman baru:
perubahan.
Inilah pelajaran Andrew Grove.
Kesuksesan hari ini dapat menjadi jebakan hari esok.
Teknologi berubah.
Pelanggan berubah.
Kompetitor berubah.
Regulasi berubah.
Maka organisasi harus memiliki:
ADAPTABILITY.
Jangan hanya bertanya:
“Apa yang membuat kita sukses?”
Tetapi:
“Apa yang bisa membuat kita tidak relevan?”
Ini adalah healthy paranoia.
12. READ WRITE OWN — JANGAN HANYA MENJADI PENGGUNA
Pemikiran Chris Dixon – Read Write Own memperluas perspektif ini ke era internet.
Internet bukan hanya tempat untuk:
membaca.
Kemudian menjadi tempat untuk:
menulis.
Dan generasi berikutnya dapat menjadi tempat untuk:
memiliki.
Benang merahnya:
Jangan hanya menjadi pengguna sistem. Jadilah pencipta dan pemilik nilai di dalam sistem.
Ini sangat dekat dengan semangat Zero to One.
Dari:
consumer
menjadi:
creator
kemudian:
owner.
13. THE OUTSIDERS — THINK LIKE AN OWNER
William Thorndike menyoroti CEO yang mampu mengalokasikan sumber daya secara luar biasa.
Ini mengajarkan satu prinsip:
Pemimpin harus berpikir seperti owner.
Bukan hanya:
“Bagaimana meningkatkan revenue?”
Tetapi:
“Di mana sumber daya ini menghasilkan return terbaik?”
Waktu.
Uang.
Talenta.
Perhatian.
Energi.
Semua adalah sumber daya terbatas.
Leader harus mampu mengalokasikannya dengan disiplin.
14. ALCHEMY — ANGKA TIDAK SELALU MENJELASKAN MANUSIA
Namun manusia bukan spreadsheet.
Itulah kontribusi penting Alchemy.
Orang tidak selalu membeli berdasarkan logika.
Mereka membeli berdasarkan:
meaning,
emotion,
identity,
story,
dan
perception.
Karena itu bisnis yang hebat harus memahami dua dunia:
RATIONAL
Data.
Angka.
Efisiensi.
Performance.
dan:
EMOTIONAL
Meaning.
Connection.
Trust.
Story.
Identity.
15. MATTERING — DARI SUCCESS KE SIGNIFICANCE
Dan di sinilah seluruh perjalanan menjadi semakin dalam.
Kita bisa:
membangun perusahaan,
menghasilkan uang,
memiliki jabatan,
memiliki pengaruh,
mencapai target.
Tetapi masih bertanya:
“Apakah semua ini benar-benar berarti?”
Konsep Mattering membawa kita dari:
achievement
menuju:
significance.
Bukan hanya:
“Saya berhasil.”
Tetapi:
“Kehadiran saya membuat sesuatu menjadi lebih baik.”
16. DARI SELF → SIGNIFICANCE
Jika seluruh buku tersebut dirangkai menjadi satu perjalanan, saya melihat struktur besarnya seperti ini:
STAGE 1 — SELF
Who am I?
Bangun kesadaran.
Bangun prinsip.
Bangun curiosity.
Bangun mental models.
STAGE 2 — SEE
What do I see?
Amati dunia.
Temukan masalah.
Cari pola.
Temukan secret.
STAGE 3 — CREATE
What can I create?
0 → 1.
Ciptakan sesuatu yang baru.
STAGE 4 — BUILD
How do I make it real?
Execution.
Team.
System.
Culture.
STAGE 5 — MEASURE
Is it working?
Metrics.
Feedback.
Learning.
Improvement.
STAGE 6 — SCALE
How can it reach more people?
1 → n.
Leverage.
Technology.
Organization.
Capital.
STAGE 7 — ADAPT
What is changing?
Strategic inflection.
Innovation.
Reinvention.
Resilience.
STAGE 8 — IMPACT
Why does it matter?
Value.
Contribution.
Connection.
Significance.
17. SATU KALIMAT YANG MERANGKUM SEMUANYA
Jika harus dibuat menjadi satu kalimat:
“Bangun diri dengan prinsip, lihat dunia dengan rasa ingin tahu, ciptakan sesuatu yang baru, bangun dengan disiplin, ukur apa yang penting, skalakan dengan bijak, beradaptasi terhadap perubahan, dan pastikan pertumbuhan akhirnya menghasilkan dampak yang bermakna.”
18. COMPASS VALUE
Saya bahkan akan menjadikan seluruh kumpulan buku ini sebagai sebuah COMPASS:
🧭 NORTH — PURPOSE
Mengapa kita melakukan ini?
🧭 EAST — CREATION
Apa yang dapat kita ciptakan?
🧭 SOUTH — EXECUTION
Apa yang harus kita lakukan?
🧭 WEST — REFLECTION
Apa yang kita pelajari?
Dan di tengahnya:
VALUE
Karena semua arah akhirnya kembali kepada satu pertanyaan:
“Nilai apa yang kita ciptakan untuk diri sendiri, orang lain, organisasi, dan dunia?”
19. BENANG MERAH TERDALAM
Kalau ditarik lebih dalam lagi, buku-buku tersebut sebenarnya bukan sekadar kumpulan business books.
Mereka membentuk sebuah filosofi kehidupan:
Think deeply.
Berpikirlah mendalam.
See differently.
Lihatlah secara berbeda.
Create boldly.
Ciptakan dengan berani.
Build deliberately.
Bangun dengan sengaja.
Measure honestly.
Ukur dengan jujur.
Lead humanely.
Pimpin dengan manusiawi.
Adapt continuously.
Beradaptasilah terus-menerus.
Scale responsibly.
Bertumbuh dengan tanggung jawab.
Create meaningfully.
Ciptakan sesuatu yang bermakna.
FROM SUCCESS TO SIGNIFICANCE
Dan mungkin inilah benang merah paling besar dari seluruh perjalanan ini:
Kita mulai dengan bertanya:
“Bagaimana saya bisa berhasil?”
Kemudian pertanyaannya berubah:
“Bagaimana saya bisa menciptakan nilai?”
Lalu:
“Bagaimana saya bisa membantu orang lain bertumbuh?”
Dan akhirnya:
“Apa yang akan tetap berarti setelah saya tidak lagi berada di sini?”
Itulah perjalanan:
FROM SELF
↓
TO VALUE
↓
TO CREATION
↓
TO BUSINESS
↓
TO LEADERSHIP
↓
TO SCALE
↓
TO IMPACT
↓
TO SIGNIFICANCE
Dan pada titik itu, kita tidak lagi hanya membangun bisnis.
Kita sedang membangun:
legacy.
Bukan seberapa banyak yang kita miliki.
Bukan seberapa tinggi kita berdiri.
Tetapi seberapa banyak nilai yang tercipta karena kita pernah hadir.
THINK. CREATE. BUILD. SCALE. ADAPT. MATTER.
Itulah benang merahnya.
From Self to Significance [ PART 1]
Jika saya melihat kembali perjalanan saya bersama THREE
International DARI FEB 2024, saya menyadari bahwa perjalanan ini sebenarnya tidak pernah
hanya tentang bisnis.
Tidak hanya tentang produk.
Tidak hanya tentang bonus.
Tidak hanya tentang angka.
Tidak hanya tentang membangun jaringan.
Perjalanan ini dimulai dari sesuatu yang jauh lebih
personal:
keinginan untuk menjadi lebih baik.
Lebih sehat.
Lebih berenergi.
Lebih sadar terhadap tubuh.
Lebih mampu menjaga diri.
Dan tanpa saya sadari, perjalanan untuk memperbaiki diri itu
perlahan berubah menjadi perjalanan untuk membantu orang lain.
Dari self-care menuju shared care.
Dari personal wellness menuju community wellness.
Dari consumer menjadi contributor.
Dari sekadar mencari manfaat menjadi berusaha menciptakan
manfaat.
Dan ketika saya mencoba menarik benang merah dari perjalanan
saya—dari mengenal wellness, menggunakan produk, merasakan perubahan,
membagikan pengalaman, membangun komunitas, hingga mengembangkan bisnis—saya
menemukan bahwa perjalanan saya di THREE sangat selaras dengan satu perjalanan
manusia yang lebih besar:
MEANING → CONNECTION → PURPOSE → CONTRIBUTION → LEGACY
Mungkin itulah yang membuat perjalanan ini begitu berarti
bagi saya.
Karena pada akhirnya, saya tidak merasa sedang sekadar
membangun sebuah bisnis.
Saya sedang membangun sebuah perjalanan kehidupan.
1. MATTERING — Ketika Saya Menyadari Bahwa Diri
Saya Juga Penting
Perjalanan saya dimulai dari diri sendiri.
Dan mungkin inilah titik awal yang sering kita lupakan
sebagai perempuan, sebagai profesional, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai
pemimpin, atau sebagai seseorang yang memiliki begitu banyak tanggung jawab.
Kita terbiasa menjaga banyak orang.
Menyelesaikan banyak pekerjaan.
Memenuhi banyak harapan.
Menjadi kuat untuk keluarga.
Bertanggung jawab di tempat kerja.
Mendukung orang lain.
Namun terkadang kita lupa bertanya:
“Bagaimana dengan saya?”
Apakah saya cukup menjaga tubuh saya?
Apakah saya mendengarkan apa yang dibutuhkan tubuh saya?
Apakah saya memberikan energi, nutrisi, istirahat, dan
perhatian yang cukup kepada diri sendiri?
Atau saya hanya terus berjalan sampai suatu hari tubuh
meminta saya berhenti?
Bagi saya, mengenal dunia wellness membawa sebuah kesadaran
sederhana:
Merawat diri bukan berarti egois.
Merawat diri adalah bentuk tanggung jawab.
Karena tubuh adalah kendaraan yang membawa kita menjalani
seluruh perjalanan hidup.
Jika tubuh kehilangan energi, kita sulit memberikan energi
kepada orang lain.
Jika kita terus-menerus kelelahan, sulit bagi kita untuk
hadir sepenuhnya.
Jika kita mengabaikan diri sendiri, suatu saat tubuh mungkin
meminta perhatian dengan caranya sendiri.
Di sinilah perjalanan saya bersama THREE dimulai.
Bukan dari pertanyaan:
“Berapa banyak uang yang bisa saya hasilkan?”
Tetapi dari pertanyaan:
“Bagaimana saya bisa menjadi versi diri yang lebih sehat
dan lebih baik?”
Saya mulai belajar.
Saya mulai mencoba.
Saya mulai membangun rutinitas.
Saya mulai lebih memperhatikan apa yang masuk ke dalam
tubuh.
Saya mulai memahami bahwa wellness bukan sebuah tujuan yang
dicapai sekali.
Wellness adalah sebuah perjalanan.
Setiap hari.
Setiap pilihan.
Setiap kebiasaan.
Setiap keputusan kecil.
Dan ketika saya mulai merasakan manfaat dari
perubahan-perubahan kecil tersebut, saya menemukan sesuatu yang sangat penting:
Seseorang akan lebih mudah membagikan sesuatu ketika ia
terlebih dahulu merasakan maknanya.
Saya tidak ingin hanya berbicara tentang kesehatan.
Saya ingin menjalani perjalanan kesehatan itu sendiri.
Saya tidak ingin hanya menjual konsep wellness.
Saya ingin memahami bagaimana wellness dapat menjadi bagian
dari kehidupan nyata.
Di situlah saya menemukan mattering.
Bahwa saya juga penting.
Kesehatan saya penting.
Energi saya penting.
Masa depan saya penting.
Dan ketika seseorang mulai percaya bahwa dirinya berharga,
ia mulai mengambil keputusan yang berbeda.
“I matter. Therefore, I take care of myself.”
Dan dari titik itulah perjalanan saya dimulai.
2. WELLNESS — Ketika Perubahan Kecil Mulai Menjadi
Cerita
Tidak ada perjalanan besar yang benar-benar dimulai dengan
sesuatu yang besar.
Sering kali semuanya dimulai dari langkah kecil.
Satu kebiasaan.
Satu keputusan.
Satu produk yang dicoba.
Satu rutinitas yang dilakukan.
Satu hari ketika kita memutuskan:
“Saya ingin lebih memperhatikan diri saya.”
Selama perjalanan saya, saya mulai memahami bahwa kesehatan
bukan hanya tentang satu produk atau satu solusi.
Wellness adalah sebuah ekosistem.
Ada nutrisi.
Ada aktivitas fisik.
Ada tidur.
Ada manajemen stres.
Ada perawatan diri.
Ada hubungan.
Ada lingkungan.
Dan ada konsistensi.
Produk dapat menjadi bagian dari perjalanan.
Tetapi kehidupan sehari-hari tetap menjadi fondasinya.
Karena itu, bagi saya, perjalanan bersama THREE bukan
sekadar tentang apa yang saya konsumsi.
Tetapi juga tentang bagaimana saya mulai membangun awareness.
Saya belajar untuk lebih sadar.
Lebih memperhatikan tubuh.
Lebih memahami energi.
Lebih menghargai proses.
Lebih konsisten.
Dan semakin lama saya menjalani perjalanan ini, semakin saya
memahami:
Wellness bukan tentang menjadi sempurna. Wellness adalah
tentang menjadi lebih sadar.
Tidak semua hari sempurna.
Tidak semua rutinitas selalu berhasil.
Kadang kita sibuk.
Kadang kita lelah.
Kadang jadwal pekerjaan sangat padat.
Kadang perjalanan dinas membuat rutinitas berubah.
Namun wellness bukan tentang kesempurnaan.
Ia tentang kemampuan untuk kembali.
Kembali ke kebiasaan baik.
Kembali memperhatikan tubuh.
Kembali membangun keseimbangan.
Dan justru dari perjalanan nyata inilah cerita mulai
terbentuk.
Karena orang tidak selalu membutuhkan seseorang yang
sempurna.
Mereka membutuhkan seseorang yang real.
Seseorang yang bisa berkata:
“Saya juga sedang belajar.”
“Saya juga sedang berproses.”
“Saya juga tidak sempurna.”
“Tetapi saya menemukan sesuatu yang membantu perjalanan
saya.”
Dan dari situlah pengalaman pribadi mulai berubah menjadi
sesuatu yang lebih besar:
a story worth sharing.
3. CONNECTION — Ketika Saya Menyadari Bahwa
Perjalanan Akan Lebih Indah Jika Dilakukan Bersama
Ada satu hal yang sangat saya syukuri dari perjalanan di
THREE:
saya tidak berjalan sendirian.
Pada awalnya, wellness mungkin merupakan perjalanan
personal.
Saya menggunakan produk.
Saya membangun kebiasaan.
Saya memperhatikan kesehatan.
Saya mencoba memahami tubuh.
Namun kemudian sesuatu yang indah terjadi.
Saya mulai bertemu orang-orang yang memiliki pertanyaan yang
sama.
Mereka juga ingin hidup lebih sehat.
Mereka juga ingin memiliki lebih banyak energi.
Mereka juga ingin belajar.
Mereka juga sedang mencari solusi.
Mereka juga ingin berubah.
Dan di sinilah perjalanan yang awalnya:
“Saya ingin sehat.”
perlahan berubah menjadi:
“Mari kita sehat bersama.”
Inilah kekuatan komunitas.
Karena manusia tidak hanya membutuhkan informasi.
Kita membutuhkan dukungan.
Kita membutuhkan teman perjalanan.
Kita membutuhkan seseorang yang mengingatkan kita ketika
kita mulai menyerah.
Kita membutuhkan lingkungan yang mengatakan:
“Kamu bisa.”
“Kita lakukan bersama.”
“Kamu tidak sendirian.”
Komunitas wellness bagi saya bukan sekadar kumpulan orang
yang menggunakan produk yang sama.
Komunitas yang sehat adalah tempat di mana orang dapat:
- belajar;
- bertumbuh;
- berbagi
pengalaman;
- saling
mendukung;
- saling
mengingatkan;
- merayakan
kemajuan;
- dan
membantu satu sama lain bangkit.
Dari sinilah saya melihat kekuatan connection.
Karena kesehatan tidak hanya bersifat biologis.
Manusia juga membutuhkan koneksi.
Kita membutuhkan rasa memiliki.
Kita membutuhkan belonging.
Dan semakin perjalanan saya berkembang, saya mulai memahami
bahwa salah satu kebahagiaan terbesar bukan hanya ketika saya melihat perubahan
pada diri sendiri.
Tetapi ketika seseorang berkata:
“Terima kasih, saya jadi lebih termotivasi.”
“Saya jadi mulai memperhatikan kesehatan saya.”
“Saya belajar sesuatu dari perjalananmu.”
“Saya senang punya komunitas yang mendukung.”
Di titik itu, perjalanan saya tidak lagi hanya tentang me.
Ia mulai menjadi tentang we.
4. DARI CUSTOMER MENJADI STORYTELLER
Saya percaya bahwa bisnis modern bukan hanya tentang
transaksi.
Bisnis modern adalah tentang trust.
Dan kepercayaan tidak dapat dibangun hanya dengan promosi.
Kepercayaan dibangun melalui:
- pengalaman;
- konsistensi;
- transparansi;
- hubungan;
- dan
cerita yang autentik.
Karena itu, perjalanan saya di THREE berkembang bukan hanya
sebagai perjalanan bisnis.
Ia menjadi perjalanan storytelling.
Saya mulai membagikan apa yang saya pelajari.
Tentang wellness.
Tentang kebiasaan.
Tentang pentingnya menjaga energi.
Tentang konsistensi.
Tentang perjalanan hidup.
Tentang tantangan.
Tentang proses menjadi lebih baik.
Saya tidak ingin sekadar mengatakan:
“Ini produk yang bagus.”
Saya ingin berbicara lebih dalam:
“Apa arti sehat bagi kehidupan kita?”
Karena bagi seseorang yang memiliki keluarga, kesehatan
berarti bisa hadir lebih lama.
Bagi seorang profesional, kesehatan berarti memiliki energi
untuk berkarya.
Bagi seorang ibu, kesehatan berarti dapat merawat keluarga.
Bagi seorang pemimpin, kesehatan berarti memiliki kapasitas
untuk mengambil keputusan.
Bagi seseorang yang sedang memasuki fase kehidupan baru,
kesehatan berarti menjaga kualitas hidup.
Dan bagi saya pribadi:
kesehatan adalah modal untuk menjalani misi kehidupan.
Saya memiliki banyak impian.
Saya memiliki pekerjaan.
Saya memiliki tanggung jawab.
Saya memiliki komunitas.
Saya memiliki keluarga.
Saya memiliki cita-cita untuk terus belajar dan memberikan
kontribusi.
Semua itu membutuhkan satu hal:
ENERGY.
Dan karena itulah wellness memiliki makna yang lebih besar
daripada sekadar penampilan.
Wellness adalah tentang:
Having the energy to live your purpose.
5. PURPOSE — Ketika Bisnis Tidak Lagi Hanya Tentang
UANG
Saya percaya tidak ada yang salah dengan menghasilkan uang.
Bisnis membutuhkan keuntungan.
Keluarga membutuhkan keamanan finansial.
Masa depan membutuhkan perencanaan.
Kemandirian ekonomi adalah sesuatu yang penting.
Namun perjalanan saya mengajarkan satu hal:
Uang yang memiliki makna biasanya datang dari nilai yang
kita ciptakan.
Pertanyaan saya kemudian berubah.
Bukan hanya:
“Bagaimana saya mendapatkan hasil?”
Tetapi:
“Bagaimana saya memberikan value?”
Bagaimana saya membantu seseorang memahami sesuatu?
Bagaimana saya membantu seseorang memulai kebiasaan yang
lebih baik?
Bagaimana saya membangun komunitas yang positif?
Bagaimana saya membantu orang lain bertumbuh?
Bagaimana saya menciptakan peluang?
Di sinilah saya mulai melihat bisnis dengan perspektif yang
berbeda.
Bisnis bukan hanya:
PRODUCT → TRANSACTION → PROFIT
Tetapi bisa menjadi:
VALUE → TRUST → RELATIONSHIP → IMPACT → SUSTAINABLE
BUSINESS
Saya mulai menyadari bahwa bisnis terbaik adalah bisnis yang
menciptakan hubungan jangka panjang.
Bukan memaksa orang membeli.
Bukan mengejar angka dengan mengorbankan kepercayaan.
Tetapi membangun:
credibility.
Saya ingin orang mengenal saya bukan hanya karena apa yang
saya tawarkan.
Tetapi karena apa yang saya perjuangkan.
Saya ingin perjalanan saya mencerminkan nilai:
- integritas;
- edukasi;
- konsistensi;
- kepedulian;
- pertumbuhan;
- dan
kontribusi.
Karena pada akhirnya, reputasi adalah aset terbesar dalam
bisnis berbasis manusia.
Dan reputasi dibangun jauh lebih lambat daripada sebuah
penjualan.
6. FROM SUCCESS TO SIGNIFICANCE
Ada masa ketika kita mengejar pencapaian.
Target.
Angka.
Peringkat.
Level.
Recognition.
Dan semua itu dapat menjadi bagian dari perjalanan.
Tidak ada yang salah dengan memiliki target.
Target memberikan arah.
Target mendorong disiplin.
Target membantu kita mengukur kemajuan.
Saya sendiri percaya bahwa mimpi harus memiliki angka.
Karena mimpi tanpa tindakan hanya menjadi harapan.
Namun semakin saya bertumbuh, saya menemukan pertanyaan yang
lebih besar:
“Setelah mencapai angka itu, lalu apa?”
Setelah mendapatkan level, lalu apa?
Setelah mendapatkan bonus, lalu apa?
Setelah memiliki jaringan besar, lalu apa?
Pertanyaan inilah yang membawa saya dari success menuju
significance.
Sukses adalah ketika kita mencapai sesuatu.
Significance adalah ketika keberadaan kita membantu orang
lain mencapai sesuatu.
Sukses mungkin berkata:
“Look what I achieved.”
Significance berkata:
“Look how many people we helped grow.”
Inilah perubahan terbesar dalam perjalanan bisnis saya.
Saya tidak ingin hanya membangun income.
Saya ingin membantu membangun impact.
Saya tidak ingin hanya menjadi seseorang yang berhasil.
Saya ingin menjadi seseorang yang dapat membantu orang lain
melihat bahwa mereka juga memiliki potensi.
7. COACHING — Ketika Saya Menemukan Kebahagiaan
dalam Melihat Orang Lain Bertumbuh
Salah satu tahap paling indah dalam sebuah perjalanan
kepemimpinan adalah ketika kita menyadari bahwa kemenangan pribadi tidak lagi
cukup.
Ada kebahagiaan yang berbeda ketika kita melihat orang lain
berhasil.
Ketika seseorang yang dulu ragu mulai percaya diri.
Ketika seseorang yang tidak memahami sesuatu mulai belajar.
Ketika seseorang yang takut berbicara mulai berani berbagi.
Ketika seseorang yang merasa tidak mampu mulai menyadari
potensinya.
Di situlah kita mulai bergerak dari:
DOING
menjadi
DEVELOPING PEOPLE.
Dalam bisnis berbasis komunitas, leadership bukan hanya
tentang memimpin orang.
Leadership adalah tentang memberdayakan orang.
Pemimpin yang baik tidak menciptakan ketergantungan.
Pemimpin membantu orang menjadi lebih mandiri.
Saya tidak ingin membangun orang yang selalu menunggu
instruksi.
Saya ingin membangun orang yang mampu berpikir.
Mampu belajar.
Mampu mengambil tanggung jawab.
Mampu membantu orang lain.
Karena sebuah komunitas akan benar-benar bertumbuh ketika
pengetahuan tidak berhenti pada satu orang.
Tetapi mengalir.
Dari satu orang kepada orang lain.
Dari satu pengalaman kepada pengalaman lain.
Dari satu pemimpin kepada pemimpin berikutnya.
Itulah mengapa coaching memiliki tempat penting dalam
perjalanan saya.
Saya percaya:
The true measure of leadership is not how many people
follow you, but how many people grow because of you.
8. BRIGHT SQUAD — Ketika Sebuah Komunitas Menjadi
Lebih Besar daripada Bisnis
Salah satu makna terbesar dalam perjalanan saya adalah
melihat komunitas bertumbuh.
Nama, angka, dan struktur memang penting dalam organisasi.
Namun bagi saya, yang jauh lebih penting adalah:
bagaimana rasanya menjadi bagian dari komunitas tersebut.
Apakah orang merasa diterima?
Apakah mereka merasa didengar?
Apakah mereka memiliki ruang untuk belajar?
Apakah mereka didukung?
Apakah mereka dapat berkembang?
Apakah mereka merasa keberadaannya berarti?
Karena di sinilah perjalanan THREE saya kembali bertemu
dengan konsep Mattering.
Saya ingin setiap orang tidak hanya merasa:
“Saya punya leader.”
Tetapi juga:
“Saya dilihat.”
“Saya memiliki potensi.”
“Saya bisa bertumbuh.”
“Saya punya tempat.”
Sebuah komunitas yang kuat tidak dibangun hanya oleh
motivasi.
Ia dibangun oleh budaya.
Budaya untuk:
- belajar;
- menghargai;
- bertanggung
jawab;
- saling
mendukung;
- dan
terus berkembang.
Saya percaya Bright Squad bukan hanya tentang siapa yang
berada di atas atau siapa yang berada di bawah.
Tetapi tentang bagaimana kita berjalan bersama.
Karena perjalanan yang panjang membutuhkan lebih dari
kecepatan.
Ia membutuhkan:
connection.
9. THE SUBLIME — Ketika Saya Menyadari Bahwa Saya
Hanya Bagian Kecil dari Sesuatu yang Lebih Besar
Semakin lama saya menjalani kehidupan, semakin saya
menyadari bahwa kita tidak pernah benar-benar membangun sesuatu sendirian.
Ada keluarga yang mendukung.
Ada teman yang membantu.
Ada mentor yang mengajarkan.
Ada tim yang bekerja.
Ada orang-orang yang percaya.
Ada waktu.
Ada kesempatan.
Ada keberuntungan.
Ada konteks kehidupan yang tidak semuanya dapat kita
kendalikan.
Kesadaran ini membawa saya kepada kerendahan hati.
Apa pun pencapaian kita, kita tetap bagian dari sesuatu yang
lebih besar.
Saya mungkin dapat memimpin.
Tetapi saya membutuhkan tim.
Saya mungkin dapat mengajarkan.
Tetapi saya juga terus belajar.
Saya mungkin dapat membantu orang lain.
Tetapi dalam banyak kesempatan, justru orang lainlah yang
membantu saya bertumbuh.
Dan dari sini saya belajar:
Leadership without humility eventually becomes ego.
Bisnis tanpa nilai dapat kehilangan arah.
Keberhasilan tanpa rasa syukur dapat menjadi kesombongan.
Dan pertumbuhan tanpa kesadaran dapat menjadi kehilangan.
Karena itu, semakin perjalanan saya berkembang, semakin saya
ingin tetap mengingat:
Saya bukan pusat dari semuanya.
Saya hanya diberikan kesempatan untuk berkontribusi.
Dan kesempatan itu adalah sesuatu yang harus digunakan
dengan baik.
10. PROFITS — Ya, Bisnis Juga Harus Menghasilkan
Saya percaya kita tidak perlu malu berbicara tentang profit.
Profit adalah bagian dari keberlanjutan.
Sebuah bisnis yang tidak sehat secara ekonomi sulit
bertahan.
Seorang perempuan yang memiliki kemandirian finansial
memiliki lebih banyak pilihan.
Seorang entrepreneur membutuhkan kemampuan mengelola sumber
daya.
Sebuah komunitas membutuhkan sistem yang dapat menopang
pertumbuhannya.
Karena itu, perjalanan saya di THREE juga merupakan
perjalanan belajar tentang:
- entrepreneurship;
- leadership;
- sales;
- communication;
- personal
branding;
- financial
discipline;
- team
building;
- dan
digital community.
Namun saya ingin membangun bisnis dengan prinsip:
Profit is important, but trust is priceless.
Keuntungan dapat dihitung.
Tetapi kepercayaan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk
dibangun.
Satu keputusan yang tidak bijaksana dapat merusaknya.
Karena itu, saya ingin bisnis saya bertumbuh bersama nilai.
Prosperity with integrity.
Pertumbuhan dengan tanggung jawab.
Ambisi dengan etika.
Keberhasilan dengan kepedulian.
11. DARI SELF-CARE MENUJU SOCIAL IMPACT
Ada satu pertanyaan yang semakin sering muncul dalam diri
saya:
“Bagaimana perjalanan bisnis ini dapat memberikan manfaat
yang lebih luas?”
Karena jika wellness hanya berhenti pada diri saya,
dampaknya terbatas.
Jika berhenti pada keluarga, dampaknya lebih luas.
Jika berkembang menjadi komunitas, dampaknya semakin besar.
Dan jika komunitas tersebut mampu menciptakan budaya hidup
yang lebih sehat, saling mendukung, dan memberikan kontribusi sosial, maka
bisnis berubah menjadi sesuatu yang memiliki dimensi lebih besar.
Di sinilah saya melihat sebuah perjalanan:
SELF
Saya merawat diri.
↓
FAMILY
Saya ingin orang-orang terdekat juga lebih sehat.
↓
COMMUNITY
Saya berbagi dan bertumbuh bersama.
↓
BUSINESS
Kami menciptakan nilai dan peluang.
↓
CONTRIBUTION
Kami memberikan manfaat yang lebih luas.
Itulah evolusi yang saya rasakan.
Dan mungkin inilah alasan mengapa perjalanan bisnis menjadi
lebih menyenangkan ketika ia memiliki purpose.
12. PERJALANAN SAYA BUKAN GARIS LURUS
Saya tidak ingin menggambarkan perjalanan ini seolah-olah
semuanya selalu mudah.
Setiap perjalanan memiliki tantangan.
Ada target yang belum tercapai.
Ada orang yang datang dan pergi.
Ada penolakan.
Ada keraguan.
Ada masa ketika energi tinggi.
Ada masa ketika kita harus kembali mengingat alasan mengapa
kita memulai.
Namun justru dari situlah saya belajar tentang anti-fragility.
Bukan hanya bangkit.
Tetapi belajar dari tekanan.
Bukan hanya kembali seperti semula.
Tetapi menjadi lebih baik.
Dalam perjalanan bisnis, penolakan mengajarkan komunikasi.
Kegagalan mengajarkan evaluasi.
Target yang belum tercapai mengajarkan strategi.
Tantangan mengajarkan ketahanan.
Dan perubahan mengajarkan adaptasi.
Saya belajar bahwa bisnis bukan tentang menghindari masalah.
Bisnis adalah tentang:
menjadi pribadi yang semakin mampu menghadapi masalah.
13. 1:1 RULE — BELAJAR DAN MENERAPKAN
Salah satu prinsip yang sangat saya yakini adalah bahwa
pertumbuhan tidak cukup hanya dengan belajar.
Kita harus menerapkan.
Kita bisa membaca banyak buku tentang leadership.
Tetapi apakah kita menjadi pemimpin yang lebih baik?
Kita bisa mendengar banyak podcast tentang bisnis.
Tetapi apakah kita melakukan sesuatu yang berbeda?
Kita bisa mengikuti banyak seminar.
Tetapi apakah pengetahuan itu masuk ke dalam kehidupan
nyata?
Karena itu, perjalanan saya juga menjadi laboratorium.
Saya belajar.
Kemudian mencoba.
Saya mendapatkan insight.
Kemudian menerapkan.
Saya melihat hasil.
Kemudian mengevaluasi.
Dan dari situ saya belajar lagi.
LEARN → APPLY → REFLECT → IMPROVE
Inilah salah satu alasan mengapa perjalanan bisnis menjadi
sangat berharga.
Karena bisnis adalah tempat teori bertemu kenyataan.
Leadership diuji oleh manusia nyata.
Komunikasi diuji oleh hubungan nyata.
Strategi diuji oleh hasil nyata.
Dan karakter diuji ketika keadaan tidak berjalan sesuai
rencana.
14. MY THREE JOURNEY: FROM PRODUCT TO PURPOSE
Jika saya harus merangkum perjalanan saya di THREE dalam
sebuah evolusi, mungkin seperti ini:
LEVEL 1 — PRODUCT
Saya mengenal produk.
Saya mencoba.
Saya belajar.
Saya mengalami perjalanan personal.
↓
LEVEL 2 — WELLNESS
Saya mulai membangun gaya hidup.
Produk bukan satu-satunya fokus.
Saya belajar tentang kebiasaan.
Energi.
Kesehatan.
Konsistensi.
↓
LEVEL 3 — STORY
Saya mulai berbagi pengalaman.
Bukan memaksa.
Tetapi bercerita.
Bukan hanya menjelaskan produk.
Tetapi berbagi perjalanan.
↓
LEVEL 4 — CONNECTION
Saya bertemu komunitas.
Saya belajar bersama.
Bertumbuh bersama.
Membangun hubungan.
↓
LEVEL 5 — BUSINESS
Saya melihat peluang.
Saya belajar membangun value.
Membangun sistem.
Membangun tim.
↓
LEVEL 6 — LEADERSHIP
Saya mulai membantu orang lain bertumbuh.
Bukan hanya mencapai target sendiri.
Tetapi mengembangkan manusia.
↓
LEVEL 7 — CONTRIBUTION
Saya bertanya tentang dampak.
Apa manfaat perjalanan ini bagi orang lain?
Apa yang dapat kami lakukan bersama?
↓
LEVEL 8 — LEGACY
Dan akhirnya:
Apa yang akan tetap hidup setelah perjalanan saya
selesai?
Bukan hanya angka.
Tetapi manusia.
Nilai.
Kebiasaan baik.
Kepercayaan.
Komunitas.
Dan kehidupan yang mungkin menjadi sedikit lebih baik karena
kita pernah bertemu.
15. FROM SELF TO SIGNIFICANCE — INILAH PERJALANAN
SAYA
Jika seluruh perjalanan saya di THREE harus dirangkum dalam
satu kalimat, saya akan mengatakan:
Saya datang untuk mencari manfaat bagi diri sendiri,
tetapi saya menemukan makna ketika mulai membantu orang lain.
Awalnya saya ingin:
lebih sehat.
Kemudian saya ingin:
berbagi.
Kemudian saya menemukan:
komunitas.
Kemudian saya belajar:
bisnis.
Kemudian saya belajar:
leadership.
Dan sekarang saya semakin memahami:
perjalanan terbesar bukan hanya tentang apa yang kita
dapatkan.
Tetapi:
siapa yang kita bantu menjadi lebih baik.
THE 5C OF MY THREE JOURNEY
Saya melihat perjalanan saya bersama THREE melalui lima
tahapan:
1. CORE — KNOW MYSELF
Saya memahami bahwa saya penting.
Saya mulai merawat diri.
Menjaga kesehatan.
Membangun energi.
Menjadi lebih sadar.
I MATTER.
2. CONNECTION — CONNECT WITH OTHERS
Saya mulai bertemu orang-orang.
Berbagi pengalaman.
Membangun komunitas.
Belajar bersama.
WE GROW TOGETHER.
3. CONSCIOUSNESS — SEE SOMETHING BIGGER
Saya menyadari bahwa perjalanan ini lebih besar daripada
satu orang.
Ada tim.
Ada komunitas.
Ada kehidupan yang dapat disentuh.
I AM PART OF SOMETHING BIGGER.
4. CONTRIBUTION — CREATE VALUE
Saya ingin memberikan manfaat.
Berbagi ilmu.
Membangun orang.
Menciptakan peluang.
Mendorong wellness.
I SERVE BY CREATING VALUE.
5. CONTINUITY — BUILD A LEGACY
Saya ingin apa yang kami bangun dapat terus bertumbuh.
Bukan bergantung pada satu orang.
Tetapi menjadi budaya.
Menjadi komunitas.
Menjadi gerakan.
WHAT WE BUILD CAN CONTINUE.
16. THE BUSINESS COMPASS
Jika perjalanan saya di THREE dijadikan sebuah kompas, maka
saya akan menggambarkannya seperti ini:
🧭 NORTH — WELLNESS
Saya menjaga diri agar memiliki energi untuk menjalani
hidup.
🧭 EAST — CONNECTION
Saya membangun hubungan dan komunitas.
🧭 SOUTH — GROWTH
Saya terus belajar, berubah, dan berkembang.
🧭 WEST — CONTRIBUTION
Saya menggunakan perjalanan ini untuk memberikan manfaat.
Dan di tengah kompas terdapat:
PURPOSE
Karena purpose adalah alasan mengapa saya terus berjalan.
17. BISNIS SAYA BUKAN HANYA TENTANG THREE
THREE adalah bagian penting dari perjalanan saya.
Namun makna perjalanan ini bagi saya lebih besar daripada
sebuah nama bisnis.
Ia mengajarkan saya tentang:
- kesehatan;
- disiplin;
- komunikasi;
- komunitas;
- kepemimpinan;
- entrepreneurship;
- keberanian;
- dan
kebermaknaan.
Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa kita dapat memiliki
lebih dari satu identitas.
Saya dapat menjadi seorang profesional.
Saya dapat menjadi seorang pemimpin.
Saya dapat menjadi pembelajar.
Saya dapat menjadi bagian dari komunitas.
Dan saya juga dapat membangun sesuatu yang membantu orang
lain.
Kita tidak harus memilih antara:
career atau contribution.
Kita dapat menghubungkan keduanya.
Kita tidak harus memilih antara:
success atau significance.
Kita dapat bertumbuh dalam keduanya.
18. 10 NILAI YANG MENJADI PEGANGAN PERJALANAN SAYA
1. WELLNESS
Tubuh yang sehat adalah fondasi untuk menjalani purpose.
2. MATTERING
Saya percaya setiap orang berharga dan memiliki potensi.
3. CONNECTION
Bisnis terbaik dibangun melalui hubungan.
4. TRUST
Kepercayaan lebih berharga daripada transaksi sesaat.
5. GROWTH
Saya tidak harus sempurna, tetapi saya harus terus belajar.
6. COURAGE
Keberanian dibutuhkan untuk memulai, berubah, dan mencoba.
7. LEADERSHIP
Pemimpin terbaik membantu orang lain menemukan kekuatannya.
8. CONTRIBUTION
Kesuksesan menjadi lebih bermakna ketika dibagikan.
9. GRATITUDE
Tidak ada perjalanan besar yang dibangun sendirian.
10. LEGACY
Apa yang kita bangun seharusnya membawa manfaat yang dapat
terus hidup.
KESIMPULAN: PERJALANAN SAYA MASIH BERLANJUT
Hari ini, ketika saya melihat perjalanan saya bersama THREE,
saya tidak melihatnya hanya sebagai sebuah perjalanan bisnis.
Saya melihat sebuah proses transformasi.
Dari:
TAKING CARE OF MYSELF
menjadi:
CARING WITH OTHERS
Dari:
USING A PRODUCT
menjadi:
BUILDING A LIFESTYLE
Dari:
SELLING
menjadi:
SHARING VALUE
Dari:
WORKING ALONE
menjadi:
BUILDING A COMMUNITY
Dari:
ACHIEVING
menjadi:
HELPING OTHERS ACHIEVE
Dari:
SUCCESS
menuju:
SIGNIFICANCE
Dan mungkin inilah pelajaran terbesar dari perjalanan saya:
Kita mungkin memulai sebuah bisnis untuk mengubah
kehidupan kita. Tetapi ketika kita menjalankannya dengan nilai, integritas, dan
kepedulian, bisnis itu dapat membantu mengubah kehidupan orang lain juga.
Saya memulai perjalanan ini dengan keinginan untuk menjadi
lebih baik.
Tetapi semakin jauh saya berjalan, saya menemukan bahwa
versi terbaik dari diri kita tidak hanya terlihat dari apa yang kita capai.
Melainkan dari:
berapa banyak orang yang kita bantu,
berapa banyak harapan yang kita hidupkan,
berapa banyak potensi yang kita dorong,
dan
berapa banyak kehidupan yang menjadi sedikit lebih baik
karena kita pernah hadir.
MY THREE JOURNEY
ME → WE → PURPOSE → CONTRIBUTION → LEGACY
Dan saya percaya, perjalanan ini belum selesai.
Karena tujuan terbesar bukan hanya menjadi sukses.
Bukan hanya mencapai level berikutnya.
Bukan hanya mengejar angka berikutnya.
Tetapi terus bertanya:
“Bagaimana perjalanan saya dapat memberikan makna yang
lebih besar?”
Sebab pada akhirnya, bisnis terbaik bukan hanya bisnis yang
menghasilkan keuntungan.
Bisnis terbaik adalah bisnis yang membantu manusia
bertumbuh.
Dan bagi saya, itulah makna perjalanan:
FROM WELLNESS TO WEALTH.
FROM SELF TO SERVICE.
FROM SUCCESS TO SIGNIFICANCE.
“Saya memulai perjalanan ini untuk menjadi lebih baik
bagi diri saya sendiri. Tetapi perjalanan ini menjadi jauh lebih bermakna
ketika saya menyadari bahwa pertumbuhan sejati adalah ketika kita membawa orang
lain bertumbuh bersama kita.” 🤍✨
Satu Mooncake, Dua Hati, dan Sebuah Rasa Syukur JW MARRIOT
Entah kenapa, kali ini saya merasa seperti sedang ngidam sesuatu. Bukan lapar. Bukan juga sekadar ingin makan makanan manis. Rasanya lebih d...
-
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Voice note “Jemput Impian” ini khusus dibuat untuk kalian semua. Semoga bisa berma...
-
If we want to maintain and promote human health, one of the most important things we must do is maintain a healthy body weight. For a long t...