Tuesday, June 7, 2022

ASN : KONTRIBUSI BAGI KARIER DAN NEGARA INDONESIA

Q/A: 

Q: Setelah menyelesaikan studi pascasarjana di Hiroshima University Jepang, lalu kembali ke Indonesia 2014 tentu dengan ilmu pengetahuan yang baru. 

A: Ilmu baru itu sebenarnya memberikan kita perubahan paradigma bahwa kebutuhan akan sinergitas, kedisiplinan dan customer experience banyak mempengaruhi perkembangan transportasi. Bagi saya setelah master ini saya sangat mengagumi power nya data. Bagaimana menyiapkan data sehari hari dalam bekerja.

Q/A

Q: Setelah berada di posisi sekarang ini, adakah cita-cita atau target selanjutnya yang ingin di wujudkan setelah ini? Misalnya lanjut studi S3

A: Belajar dari kebutuhan pendidikan tinggi sebenarnya adalah bagian dari validasi terhadap ilmu pengetahuan yang didapatkan sehari hari karena memang saya selalu senang belajar. Sambil terus belajar niat untuk S3 tetap ada, tapi saat ini belum pernah daftar. Mungkin nanti kalau tiba waktunya ada Profesor yang mengajakin riset plus saya bisa sekolah gratis sambil kerja di Luar Negeri. Semoga ada ya aamiin.

Target saya sebanyak banyaknya menulis pada laman Internasional Railway, kolaborasi penulisan paper dan membuat buku, semoga dalam waktu cepat bisa terlaksana. Sampai saat ini saya masih terus belajar dan terus belajar memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta.


Mewakili Kementerian Perhubungan menghadiri dan menjadi Speaker 
pada Pertemuan Para Praktisi Transformasi Digital di London Tahun 2019




HUMAN CAPITAL: DIGITAL SKILL, WORKFORCE MUST HAVE THE RELEVANT

Ide untuk kolaborasi sangat diperlukan untuk membantu kita lebih cepat transformasi, selama saya bekerja di BTP Jabar, kita banyak menerima para pelajar untuk dapat magang sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni oleh para peminat yang mengusulkan proposal. Memang sangat baik setelah mempelajari teori ilmu dan dilanjutkan bekerja sangat baik membuka wawasan, seperti apa dunia kerja yang sesungguhnya. Selain itu setiap pegawai juga belajar banyak bagaimana sehingga setiap orang punya peran secara profesional menyelesikan tugasnya sehari-hari tapi mereka memahami philosophy dari terjemahan job deskripsi yang dimiliki. Saya sendiri terus belajar dan berupaya bagaimana bekerja yang baik agar kualitasnya maksimal dan mendapatkan yang terbaik.

Bekerja itu penuh tantangan, begitu juga belajar. Ada rasa tangguh yang bisa membantu kita mewujudkan setiap sesi tahapan yang harus di lalui, maka setiap orang dihadapkan pada pilihan. Strategy pilihan itu kita bisa dapatkan dengan mencari sendiri apa yang mau kita pilih, namun ada juga yang sudah siap didepan mata, jika kita tidak punya privileged nantinya akan membedakan kita memulai nya darimana tapi percayalah sesungguhnya nanti akan bertemu ditangga kesuksesan. Saya ingin menulis saduran sekiranya bisa memotivasi kita dalam dunia kerja, terutama jika kita ingin menjadi seorang Leader dalam suatu organisasi, maka tentunya harus memahami manajemen karyawan atau tim kerja yang ada disekeliling kita, terlepas profesi yang kita tekuni pelayan publik atau private sebenarnya sama aja. Pertanyaannya kalau bekerja di perusahaan sendiri bagaimana ? ada baiknya kita simak dulu yuk. Tapi dalam hal ini tentunya Leader yang sesungguhnya adalah memimpin diri sendiri dalam kehidupan untuk dapat menjadikan hidup bahagia.

Problem solving dan analitycal skills itu beda beda tipis dalam LEADERSHIP IN DIGITAL ERA dapat menerapkan digital cooperation, digital readiness, security and privacy, digital etiquette beberapa prinsip berupa Flexibility, Curiosity and open mindset, Agile , Influencer alias communication and vizualisation , The General, Mentor dan Guardian bukan auditor banyak di bicarakan secara serius dan mendalam pada forum webinar online. Sangat betul sekali kemampuan dan keinginan kita beradaptasi untuk memberikan dampak penting bagi komunitas sangat diperlukan, namun memang memerlukan waktu untuk kita untuk belajar lebih dalam. Bekerja itu ya belajar untuk mudah mengerjakan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita. Kalau kita sudah mampu membuat suatu system menjadi mudah maka tentunya itu menandakan kita menguasai bidang yang kita tekuni, namun kita harus tetap terus belajar melihat dari berbagai sisi agar dapat memberikan efek yang lebih dalam lagi kemanfaatannya. Contoh melaksanakan sharing informasi terkait pekerjaan kita dan sharing literasi sangat baik, kesempatan menjadi pembicara dalam forum regiaonal dan internasional adalah pencapaian skill development. 


Name tag Erni Basri ketika menjadi Pembicara Digitalisasi Indonesia Oktober 2019

Saya baru saja mendapatkan nilai kelulusan dalam mempelajari QRMP setelah sebelumnya juga mendapatkan sertifikat profesi sudah PII, alhamdulillah. Kenapa profesi harus ada, karena disana kita dibentuk untuk lebih profesional dalam pendalaman suatu keahlian dan memicu kita untuk terus berkelanjutan memeliharan ilmu kita.

Ada banyak bisnis proses yang harus dilakukan risk register agar semua sistem kerja dapat lebih efektif dan efisien. Fokus pada transformasi digital DAPAT membedakan cara kerja zaman dahulu dengan kini. yuk kita inovasi terus menerus agar pekerjaan kita bisa lebih efektiv dan efisien.


SUSTAINABILITY TERHADAP GREEN BUILDING INDUSTRY

Sustainability dalam industri bangunan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, atau pengurangan...