HOW TO SEE GREATNESS DURING HARD TIMES? | Les Brown

 “You Gotta Be Hungry”

Malam tadi kami mengadakan sesi pelatihan Hungry to Speak, pelatihan public speaking yang biasa kami lakukan setiap hari Kamis malam.

Dalam sesi itu saya berbagi satu hal penting kepada para peserta. Saya mengatakan bahwa untuk menjadi pembicara yang hebat, Anda tidak selalu harus memiliki cerita besar. Bahkan sebenarnya, pembicara terbaik adalah pendengar terbaik.

Saya belajar untuk mendengarkan dengan sangat dalam.

Beberapa dari Anda mungkin pernah melihat saya melakukan ini. Saya akan mendengar seseorang bercerita, lalu saya bertanya,
“Boleh saya mencoba mengolah cerita Anda?”

Mereka biasanya berkata, “Silakan.”

Kemudian saya mengambil cerita itu dan membentuknya menjadi sebuah pesan. Setelah selesai, mereka sering bertanya kepada saya,

“Bagaimana Anda bisa melakukan itu?”

Jawabannya sederhana.
Karena saya benar-benar mendengarkan.

Pembicara yang hebat tidak hanya mendengar dengan telinga.
Mereka mendengar dengan hati.

Mereka tidak menghakimi.
Mereka mendengarkan hal-hal yang menyentuh jiwa mereka.


Mendengar Sebagai Strategi Komunikasi

Ini adalah strategi yang seharusnya digunakan oleh:

  • pelatih

  • tenaga penjualan

  • pelaku network marketing

  • pembicara

  • dan para profesional bisnis

Jika Anda ingin menjadi lebih efektif dan mampu berpikir cepat ketika berbicara, maka ketika Anda berada dalam rapat atau diskusi, dengarkan dengan penuh perhatian.

Catat sesuatu yang menyentuh Anda.

Karena suatu hari nanti, Anda bisa menggunakan ide itu dalam sebuah presentasi.


Sebuah Kalimat yang Menginspirasi

Tadi malam salah satu anggota kami mengatakan sesuatu yang sederhana tetapi sangat kuat.

Dia berkata:

“God is up to some amazing stuff.”
“Tuhan sedang melakukan hal-hal luar biasa.”

Kalimat itu langsung menyentuh saya.

Ladies and gentlemen,

Ketika Anda melihat diri Anda hari ini, ketika Anda melihat mimpi dan tujuan hidup Anda, ingatlah satu hal.

Di tengah pandemi, di tengah kekacauan dunia, Tuhan sedang melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hidup Anda.

Karena hidup ini tentang pertumbuhan.

Hidup ini tentang bagaimana kita menyesuaikan diri dengan perubahan dan gangguan yang terjadi.

Dan sekarang ini kita hidup di dunia yang penuh gangguan dan distraksi.


Fokus pada Iman, Bukan Masalah

Jika Anda ingin tetap kuat, Anda harus fokus.

Anak saya, John Wesley, pernah berkata sesuatu yang sangat kuat:

“Faith is a down payment on your future.”
Iman adalah uang muka untuk masa depan Anda.

Jadi fokuslah pada iman Anda.

Bukan pada masalah Anda.
Bukan pada tagihan Anda.

Fokuslah untuk tetap kuat dari dalam.

Karena masalah tidak akan pernah berhenti datang.

Seperti pepatah lama:

“Jika bukan yang satu, pasti yang lain.”

Begitulah hidup.


Ketika Hal Buruk Terjadi

Ada satu kutipan bijak yang sangat saya sukai:

“When things go wrong, don’t go with them.”
Ketika sesuatu berjalan salah, jangan ikut terseret bersamanya.

Suatu hari saya berada di bandara menunggu seseorang.

Jika Anda sering bepergian, Anda pasti tahu ada petugas yang selalu menyuruh mobil untuk terus berputar.

Saya sudah berputar tujuh atau delapan kali.

Dan jujur saja, dia mulai membuat saya kesal.

Kenapa?

Karena dia sedang menggoda seorang wanita di sana… dan wanita itu tidak disuruh bergerak.

Jadi saya berhenti tepat di belakangnya.

Petugas itu berkata,
“Hey! Terus bergerak!”

Saya menjawab,

“Tidak. Jika dia bergerak, baru saya bergerak.”

Situasinya hampir menjadi masalah besar.

Untungnya seorang wanita datang kepada saya dan berkata:

“Trouble is easy to get into and hard to get out of.”
Masalah mudah dimasuki, tetapi sulit keluar darinya.

Dia berkata,
“Masuk kembali ke mobil Anda dan berputarlah.”

Saya langsung berkata,

“Ya, ma’am.”

Kadang kita membutuhkan seseorang yang menghentikan ego kita sebelum kita membuat masalah lebih besar.


Waktu yang Kita Jalani Sekarang

Sekarang saya ingin Anda berpikir.

Di masa seperti ini, pertanyaannya adalah:

  • Apa bakat Anda?

  • Apa kemampuan Anda?

  • Ide apa yang bisa Anda kerjakan sekarang?

Karena banyak orang sekarang hanya menjadi penonton.

Mereka menonton TV sepanjang hari.
Menonton pertandingan lama.
Menghabiskan waktu di internet.

Tetapi ini bukan waktu untuk menjadi penonton.

Ini waktu untuk bertindak.


Anda Memiliki Sesuatu yang Istimewa

Saya percaya satu hal.

Setiap manusia memiliki greatness di dalam dirinya.

Setiap orang memiliki potensi luar biasa.

Tetapi kebanyakan orang tidak pernah mengembangkannya.

Mengapa?

Karena mereka tidak fokus.
Mereka tidak meluangkan waktu.
Mereka tidak melakukan pekerjaan yang diperlukan.

Greatness tidak muncul dengan sendirinya.

Greatness harus dikembangkan.


Pengalaman Pribadi

Saat ini saya berusia lebih dari 70 tahun.

Dan baru-baru ini saya menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Saya melihat foto orang tua kandung saya untuk pertama kalinya.

Saya juga bertemu saudara kandung yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Yang menarik adalah mereka berkata,

“Dia sama seperti mama.”

Ternyata ibu kandung saya adalah seorang pembicara motivasi.

Beberapa orang berkata,

“Oh, berarti itu ada di DNA Anda.”

Saya berkata,

“Lalu bagaimana dengan saudara saya yang lain?”

Perbedaannya adalah:

Saya fokus mengembangkan kemampuan ini.

Saya melatihnya.
Saya mengerjakannya setiap hari.


Tidak Ada Bakat Alami

Saya pernah menghabiskan waktu bersama Maya Angelou.

Dia berkata sesuatu yang tidak pernah saya lupakan.

Dia berkata,

“Saya kesal ketika orang berkata saya pembicara alami.”

Kemudian dia berkata,

“Coba tunjukkan kepada saya seorang ahli bedah jantung yang alami.”

Tidak ada.

Semua dilatih.


Waktu Ini Adalah Waktu Penting

Saya percaya kita hidup di masa yang sangat penting.

Banyak hal sedang terungkap.

Banyak hal sedang berubah.

Dan Anda membutuhkan semua kekuatan Anda untuk melewati masa ini.

Anda harus lapar.

Hungry.

Hungry untuk berkembang.

Hungry untuk sukses.


Be Hungry

Ketika saya masih muda, saya berkata kepada seorang mentor,

“Saya ingin menjadi penyiar radio.”

Dia berkata kepada saya,

“Kalau kamu ingin menjadi penyiar radio, kamu harus lapar.”

Saya bertanya,

“Apa maksudnya lapar?”

Dia berkata,

“Kamu harus bersedia melakukan hari ini apa yang orang lain tidak mau lakukan, agar besok kamu bisa memiliki apa yang orang lain tidak punya.”

Itulah arti lapar.


Kisah Pekerjaan Pertama Saya

Saya pergi ke sebuah stasiun radio untuk melamar pekerjaan.

Saya berkata kepada direktur program,

“Pak, saya ingin menjadi penyiar radio.”

Dia bertanya,

“Apa kamu punya pengalaman broadcasting?”

Saya berkata,

“Tidak, Pak.”

“Apa kamu punya latar belakang jurnalistik?”

“Tidak, Pak.”

Dia berkata,

“Kami tidak punya pekerjaan untukmu.”

Saya pulang dan memberi tahu mentor saya.

Dia berkata,

“Jangan menyerah. Pergi lagi.”

Jadi saya kembali.

Hari berikutnya.

Dan hari berikutnya lagi.

Akhirnya suatu hari dia berkata,

“Pergi ambilkan saya kopi.”

Saya berkata,

“Yes, sir!”

Itu pekerjaan pertama saya.

Saya menjadi office boy di stasiun radio.

Tetapi saya tetap datang setiap hari.

Belajar.

Mengamati.

Menunggu kesempatan.


Kesempatan Datang

Suatu hari seorang penyiar radio datang dalam keadaan mabuk.

Dia tidak bisa menyelesaikan acaranya.

Manajer menelepon.

“Apakah kamu bisa menjalankan kontrol?”

Saya berkata,

“Yes, sir.”

Dan akhirnya saya masuk ke ruang siaran.

Saya menyalakan musik…

Dan berkata:

“Look out! This is Les Brown… your platter-playing papa!”

Hari itu saya siaran untuk pertama kalinya.

Mengapa?

Karena saya lapar.


Pesan Terakhir

Ada orang yang datang ke negara ini tanpa bisa berbicara bahasa.

Tetapi mereka sukses.

Mengapa?

Karena mereka lapar.

Orang yang lapar:

  • bersedia bekerja keras

  • bersedia mengambil risiko

  • bersedia gagal

  • bersedia belajar

Mereka melakukan hari ini apa yang orang lain tidak mau lakukan…

agar besok mereka memiliki apa yang orang lain tidak punya.


Jadi saya ingin Anda mengatakan kepada diri sendiri:

You gotta be hungry.

Anda harus lapar.

Lapar untuk bertumbuh.
Lapar untuk belajar.
Lapar untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Karena greatness sudah ada di dalam diri Anda.


Comments

Popular Posts