Friday, March 25, 2022

Unique ASN : (Part 2) Art of Station Garut on Re-Born Priangan Railway

Garut, SWISS VAN JAVA
Bandung, PARIS VAN JAVA
Nostalgia si GOmbar masuk ke kota DODOL, YUK bisa yukk dodol Garut my favorite camilan
PERESMIAN STASIUN & REAKTIVASI CIBATU GARUT, KA CIKURAY SERTA KA GARUT CIBATUAN
24 Maret 2022

Banyak cerita menarik mulai menggeliat dibumi Priangan  sejak tersambungnya kembali KA Siliwangi sampai di Cipatat yang beroperasi 2020 meski pandemi melanda negeri ini, kesibukan pekerja konstruksi terus tak henti-henti bekerja dalam prokes ketat, pemerintah terus melaksanakan tugas mulia menjaga dan memastikan giat infrastruktur terus berjalan agar ekonomi terus menerus membaik. Pagi nan sejuk dipenuhi masyarakat yang rindu suasana stasiun yang ramai, dijejeri wartawan dan para youtuber alias netizen yang manis-manis rapih menanti momen indah yang akan diabadikan, ratusan warga dari segala penjuru siaga menanti termasuk Pemerintah Pusat tim Kemenhub DJKA dan Pemerintah Daerah menanti berita pengguntingan Bunga Ronce oleh Menhub, Men BUMN, Bupati Garut dan KAI operator sekaligus investor.

Dalam ruang terbatas karena prokes, saya sedang asik menyimak sambutan Bupati Garut Rudy Gunawan, saya membayangkan dahsyatnya branding gunung Fuji Jepang ketika beliau menyebutkan Gunung Cikuray menjadi salah satu simbol kebanggaan warga Priangan khususnya Garut di jadikan momen terbaik pada penamaan kereta yang hari ini resmikan beroperasi tanggal 24 Maret 2022 yaitu peresmian kereta Cikuray dan Cibatuan. Legenda cerita tentang keindahan Garut melalui kereta api terulang kembali setelah 40 tahun. Bahagia itu bagaimana kita lihat sinergi bersama memberikan pelayanan kemanfaatan kepada masyarakat. Berdasarkan kajian UGM 2022 bahwa pembangunan jalur kereta api memberikan kemanfaatan pengurangan biaya transportasi terhadap biaya operasional kendaraan, penghematan biaya waktu perjalanan dalam hal biaya perawatan dan pengoperasian prasarana jalur KA dan yang perlu kita ketahui dalam keberlanjutan suatu operasi kereta api memberikan manfaat pengurangan biaya polusi udara, kenaikan pendapatan masyarakat dari kunjungan wisatawan, kenaikan pendapatan dampak konstruksi dan operasional serta kenaikan nilai lahan disekitar simpul transportasi stasiun. 
Harapan ke depannya (DJKA, KAI 2022) bahwa reaktivasi jalur KA ini dapat mendorong terciptanya layanan transportasi intermodal di kawasan stasiun KA dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat Kabupaten Garut pada khususnya dan masyarakat Provinsi Jawa Barat pada umumnya.



Keberadaan Jalur KA dengan reaktivasinya bukanlah pekerjaan sehari, namun disana ada banyak proses yang telah berhasil dilewati, masa ke masa adalah legenda yang indah, saya sendiri mengawal dari awal sejak proses perencanaan, kita kerjakan sinergi bersama sampai persetujuan Design. 

Rangkaian tugas-tugas kita siapkan dari sejak saya bertugas di BTP Jabar DJKA banyak sekali , secara rutin meninjau kondisi konstruksi yang agak terlambat karena pandemi. Namun langkah demi langkah kita terus memberikan dukungan. Puncaknya giat tersebut dapat dipastikan kekompakan Tim DJKA (Regulator) dan KAI (Investor plus Operator) . Terima kasih sahabat-sahabat BTP Jabar (2022)
1. Pendampingan Pelaksanaan Safety Asessment (SA);
2. Monitoring tempat stabling Cibatu - Garut;
3. Monitoring hasil Tindak Lanjut SA dan tinjauan penanganan perlintasan yang tidak dijaga;
4. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan survey angkutan penumpang lintas Cibatu - Garut;
5.Sosialisasi kepada masyarakat pengoperasian kembali KA Cibatu - Garut dan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang;
6. Monitoring evaluasi perlintasan sebidang Cibatu - Garut.




Suasana Stasiun Cibatu- Stasiun Garut pada Giat Safety Assesmen dan Pengujian Prasarana Perkeretaapian Januari 2022

Tibalah hari peresmian yang ditunggu oleh kita semua, yang berkesan sekali adalah ketika saya sedang sibuk mengamati antusias masyarakat, saya pun dapat sapaan langsung dari Menhub dan juga Menteri BUMN momennya terabadikan dihati dan ada banyak momen langka yang banyak terabadikan bersama-sama pimpinan, menyenangkan sekali adalah kerja keras kita di nikmati bersama adalah rasa puas kita bahwa apapun peran kita kerjakan adalah untuk masyarakat. Saya jadi ingat waktu masih bertugas di Jakarta saya selalu ikut hadir meeting dimana selalu bersama team level Menteri karena memang tugas saya selalu menjadi team seksi sibuk untuk Proyek Strategis Nasional yang adalah mentor saya Bapak Heru Wisnu Wibowo (almarhum) pekerjaan baik bidang Perkeretaapian maupun terkadang masih in line dengan tugas-tugas saya sebelumnya. Tugas itu apapun peran kita akan berguna dalam suasana yang berbeda. Jadi tetaplah memberikan yang terbaaaaiiiiiik dimanapun bekerja. oke teman-teman. Do the best in single time in minutes, work everywhere it's good for your richest experience mean a lot an opportunity for your future life. Leadership itu bagi saya adalah touch pimpinan kepada siapapun adalah respek yang indah, dan akan memberikan ruang semangat yang kuat. 

Begitupun agenda dari pagi sampai siang, adalah kesempatan luar biasa pimpinan dapat bertemu dengan masyarakat mulai dari yang menghadiri vaksin, penumpang kereta sampai dengan mempromosikan UMKM Kuliner yang ada di pojokan Stasiun Garut, sampai pada giat jumpa pers yang selalu menjadi agenda wajib ditunggu oleh teman2 media yang sangat profesional dan sangat telaten mengikuti acara demi acara adalah suatu agenda yang dampaknya luar biasa akan menjadi penguat kepada siapun yang hadir dihari yang penuh sejarah ini maupun pembaca berita online dan rekaman vidoe youtuber atau media sosial lainnya.

Ketika peresmian selesai, my leader DJKA Bapak Dirjen Perkeretaapian sebelum berpamitan kepada kami,  saya ajakin photo bersama Dir Lalin, BTP Jabar dkk DJKA team lain. Dan beliau setuju, yeayyy cekrekkkk


Singkat cerita, Teman2 KAI pun banyak momen pekerjaan yang sungguh suatu giat yang berpeluh-peluh, lihatlah deratan nama-nama masyarakat yang rela pindah setelah menempati tanah negara selama berpuluh tahun. Ada giat negosiasi yang sungguh menorehkan sejarah. Terima kasih masyarakat. sesungguhnya Ekonomi kita akan bangkit jika transportasi berjalan lancar, semoga seluruh area jalur KA yang masih ada masyarakat menempati tanah negara, seluruh masyarakat bersama-sama mau pindah sehingga memperlancar program reaktivasi atau Peningkatan/Pembangunan Jalur KA, agar ekonomi kita bisa bangkit diseluruh penjuru negeri Indonesia. Aamiin. Ingat kita sukseskan bersama Indonesia adalah tuan rumah G20 ‘Recover Together Recover Stronger’





Bupati Garut sangat berterima kasih dalam pidatonya pada sambutan ketika peresmian. Hari ini saya benar-benar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama kita semua, termasuk hari ini saya memberikan penghormatan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita yang pada saat itu menyewa lahan kereta api dan digunakan pembangunan hampir 40 tahun, di sana ada rumah yang sekarang dijadikan rel kembali itu lebih daripada 30 tahun, saya memberikan apresiasi dan rasa hormat terhadap saudara-saudara kita yang mempermudah terlaksananya reaktivasi ini tentu kereta api akan menjadi bagian dari pilihan transportasi masyarakat Garut tentu kita berharap kereta api dari Jakarta mempermudah orang datang ke Garut baik berwisata ataupun melakukan kegiatan kegiatan ekonomi serta sosial terutama di hari mudik ini, Garut memang benar-benar ini bisa menjadi solusi bagi mereka supaya tidak macet, harganya sangat murah hanya Rp45.000 dari Garut sudah bisa sampai ke Pasar Senen.




Udah pernah cobain jeruk dan chocolate Garut belum????
Wow.... next time kita cerita lagi yaaa. konon dan faktanya dulu Silver Queen itu pabriknya di Garut lho. wow penasaran kan... google aja banyak ceritanya lho. 

See you next reading...

In Memoriam Ibu Bernita Rambe ( Kekaguman yang terpendam, belajar darimu ibu)

Kebersamaan dengan ibu Bernita pada saat pengukuhan Sebagai Asesor SDM. 





RIP Dear Ibu Bernita Pane

Hari ini tgl 19 Maret 2022, saya ingin menulis kekaguman dan rasa terima kasih saya untuk ibu yang menjadi teladan saya selama ini sebagai srikandi DJKA, sampai detik ini.

Mendapatkan berita Duka yang dalam atas berpulangnya Ibu ke rumah Bapa Di surga

Saya bersaksi ibu orang baik yang selalu memberikan kasih sayang dan perhatian kepada siapapun yang circel ibu, termasuk saya yang menjadi staf ibu pada saat saya pertama kali bekerja di DJKA.

Dari CV ibu saya banyak terinspirasi informasi bahwa sebenarnya dalam bekerja itu peluang itu banyak.


Saya memang suka dari dulu membaca biografi orang, agar kita tau langkah-langkah apa saja yang harus kita kerjakan dan juga menata karir dan pendidikan. Bahwa sesungguhnya karir itu banyak peluang kita bisa diberikan kesempatan, asalkan kita tanggap dan cepat belajar. Ya banyak belajar. Belajar itu butuh proses. saya sangat terkagum kagum kalau ibu memberikan masukan terkait proses pendanaan untuk pembiayaan infrastruktur perkeretaapian, saya juga sangat kagum kalau ibu membicarakan semua kerjasama kerjasama yang di gagas oleh kemenhub terutama dalam investasi perkeretaapian sebagai penerus perjuangan ibu, banyak sekali yang sudah kita kerjakan dan sudah beroperasi, oleh banyak orang sudah menikmati kerja keras dan legacy ibu bersama DJKA.

Di IG saya memposting setelah saya melayat untuk bertemu dengan ibu terakhir kalinya

RIP Ir. BERNITA PANE

Mohon dimaafkan jika ada ketidak sengajaan kurang berkenan selama berinteraksi dalam bekerja di perkeretaapian.

Terima kasih ibu untuk semua kebaikanmu kepada siapapun yang mengenalmu dan juga mereka yang belum mengenalmu bahwa legacy perjuanganmu di bidang Transportasi Kemenhub sangat luar biasa di Pembangunan Elevated track lintas Manggarai - Kota, DDT, Jalur Ganda Lintas Utara dan lintas Selatan, KA Sulawesi, Sumatera Railway, Surabaya Commuter line, Rollingstock,  menyiapkan dan memastikan terbangunnya sampai tiba diserahkan ke PEMDA DKI atas MRTJ @mrtjkt , KA Commuter Jabodetabek, MasterPlan RIPNAS 2030. Spesifik Asesor SDM Perkeretaapian Indonesia. 

Terima kasih ibu kami di Bagren KA.






Saturday, March 12, 2022

SELF DEVELOPMENT : Menata rasa (a nature an environment moments)

11/03/2022, Setelah membaca tulisan ini, saya berharap ada yang tertarik melihat alam, bukan hanya dinikmati oleh kita sendiri tapi kita dapat membaginya ke medsos sehingga seseorang yang belum punya kesempatan melihatnya juga punya kepuasan yang sama dengan yang di rasakan untuk memberikan kemanfaatan bahagia yang lebih, TIPS nya adalah sambil lewat melihat alam lalu mengcapture tapi tentunya kamera hp atau apapun tolls yang dapat dimanfaatkan harus selalu ready seperti saya. hehehe ENJOY LIFE YAA.

Seminggu lalu saya membaca judul buku ATLAS of the Heart by Brene Brown postingan Ibu Bianca (bukunya tau ya atau kenal gak sama yang posting dimedsos IG, ya coba cari tau sendiri yaa hehehe) yang selalu menginspirasi sundaybook di timeline IG saya. Nah, setelah saya mencari tahu seperti apa isi bukunya, rasanya tertarik ingin mengungkapkan dan menerjemahkan apa yang selama ini saya rasakan dengan berbagai pengalaman dalam seutuhnya kehidupan yang kita jalani terutama terkait pergi ke suatu tempat ketika hidup merasa baik-baik saja. Point penting saduran yang ingin saya related sama ungkapan hati saya, lebih cenderung saya pilih di dalam buku tersebut adalah: (1) Joy=sukacita, (2) Happiness=Kebahagiaan, (3) Calm=Tenang, (4) Contentment=Kepuasan, (5) Gratitute= rasa syukur, (6) Foreboding Joy= firasat kegembiraan, (7) Relief=Lega, (8) Tranquality=Ketenangan.

Sebenarnya ada 87 kata sifat intisari yang dibahas dalam map yang ditulis dalam buku Brene Brown yang mengungkapkan mapping meaningful connection and the language of human experience. Dalam hal ini saya ingin menyelaraskan pengalaman mendatangi suatu tempat dengan mencapture nature yang ada disekelilingnya, menyimpan memorinya, membuat bingkainya, mencari sudutnya, melihat cahaya yang didapat, mengkombinasikan arah yang pas, kenikmatan dan kepuasan dalam melihat hasil, sesekali memotret diri, unsur hijau, unsur kayu, deretan jarak, center fokus, tanah, batu, patung. Yuk kita masuk ke suasana yang terbangun dalam sebuah perjalanan santai dan rileks selama 30 menit menikmati taman indah nan sejuk di sudut kota hujan Bogor Indonesia. Ingin memaknai arti sebuah photo yang saya ambil dan apa makna photo tersebut yang kita sadurkan dalam rasa yang koneksi pada pengalaman saya memotret yang menyatu dalam alam yang terbingkai oleh rasa. Apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dan bagaimana hal tersebut menyatu pada diri kira kemudian direspon, dalam hal ini pun saya ingin menuliskan rasa itu.

Terima kasih kepada rasa yang terbentuk dalam kisah sepenggal hari Jumat Barokah. aamiin.


"Foreboding Joy", saya dan suami bersama-sama menikmati permadani alam rerumputan hijau ditaman Novotel Bogor di jumat pagi itu, masih terasa sejuknya udara yang entah sudah berapa lama kehidupan itu berdiri disini tentunya rasa syukur karena diberikan kesempatan dan keingetan yang juga tidak terlalu direncanakan, namun kadang feeling lebih kuat daripada action dan tralalala pagi itu mendung sedikit karena langit ta terlalu biru, dan kacamata pun berembun basah kemudian harus dibantu tissue untuk mengembalikan kebeningan kacanya karena fokus pengambilan gambar memerlukan konsentrasi yang jeli, walopun berembun masih tetap mampu memberikan energi untuk menikmati alam nyata. Saya tetap memotret dan selfie juga, namun pilihan arah kita tentu tetap saja punya rasa exploring yang berbeda dalam melihat sudut pandang membingkai rasa, masing-masing punya inspirasi sudut melihat nature yang begitu menggigit dalam sanubari karena ditemani tiupan udara yang mulai naik temperaturnya. 



Menikmati sarapan pagi dengan view gazebo yang kosong dikelilingi bunga teratai yang ditata pot bunga dilengkapi patung ukiran material batu, terhampar rumput hijau masih dititipin embun yang beraroma bak parfum francis. Cekrek... bunyi kamera pun menyimpan suasana itu. Ya, sebenarnya gasebo adalah benda antik yang kami selalu bahas bersama dan kami idamkan walaupun hanya sebuah impian yang tentunya kemanfaatannya banyak, dapat digunakan untuk  small mushola, ya itulah salah satu riset kita tentang gazebo yang cukup panjang selebihnya tetap memikirkan kolam koi yang riuh oleh warna warni koi yang meliuk mencari udara, dan selalu bersorak ketika melihat gasebo baik masih di jejeran jalan yang menjual, maupun iklan di IG, bahkan melihat sudah cantik seperti dalam bingkai photo ini adalah suatu perasaan "RELIEF= lega", dan percakapan sarapan di tutup itu dengan detail atapnya lucu, jenis material serta coraknya, nuansanya dapat. Yess.... cekrek....MORE AND MORE photo about gazebo

Rumput diliputi semak dapat mengganggu pemandangan namun rumput yang sehat akan menyejukkan pandangan mata, berasa lega melihatnya. diberikan pemanis guci air berisi tampungan air hujan tak terlihat jentik nyamuk karena kesegaran membuat semua dapat menyatu alami.

Menyukai hamparan rumput hijau dibentuk tikungan tajam tanpa lengkung, ada seni yang terpadu manis, kadang harus mencari perpaduan biru adalah karakteristik yang paling aman dalam mempertahankan sebuah hasil photo.

Hamparan rumput punya wangi wangi-an yang khas seperti kelembutan rintikan air hujan yang kadang tanpa sadar seperti untaian mutiara yang berjejeran seluas samudera hati yang terbentang luas, disitu terlihat Happiness ketika mata beradu dengan hijaunya yang berbinar, sesekali angin meniupkan daun kering mengiring memberikan noda sedikit namun tetap indah dipelupuk mata.
Lumut pun menari mengitari akar yang membentuk laksana aliran sungai yang mempunyai cabang aliran yang menyebar kepelosok bumi. Dia tampak kokoh memberikan ketahanan sumber kehidupan. Tetap lah memberi rasa nyaman pada dunia.

Lampu SNI sebagai penerang kali ini dan menjadi pilihan corner cantik dalam dunia photography. Sebagai obyek fokus maupun blur sebenarnya sama karena memberikan elemen yang sama, Pilihan  ada pada kita sendiri, karena mood hanya dapat dibentuk oleh yang merasakan.


Hingga kini elemen atap kaca adalah material yang dapat di analogikan sebagai bentuk bukti transparansi yang mampu memberikan banyak kemudahan persepsi dalam seni arsitektur menurut pengamatan saya,  walaupun perlu extra pemeliharaan ketika lumut mulai datang menghampiri, namun apalah artinya jika kita didominasi atau tuntutan berbagai kreativitas terbangun, bagaimana mengkreasikan rasa bahagia yang diliputi oleh para pengunjung restoran dan taman, apalagi di tengahi ruang makan vip yang bernuansa exotic sangat cocok dengan koridor  tersebut.



Bunga bermekaran pun sebenarnya ada karena pemeliharaan rutin yang juga memberikan nilai keindahan, kesegaran mata memandang mampu menghipnotis rasa kita, bukan hanya seberapa enak makanan yang dimakan namun juga nilai bisnis yang perlu dibangun adalah bagaimana rasa bahagia itu terus terpatri selama kita berada di lokasi tersebut sampai kita pulang pun masih terasa nikmatnya. 


Pemilihan bahan alami dan traditional atap juga merupakan nilai bisnis yang mampu menghasilkan cuan yang tidak sedikit, elemen alam yang selalu memberikan sumber-sumber kemajuan dalam pola nature sebagai pokok elemen bisnis.


Bunga yang dilengkapi akar tak cocok pada lahan yang sempit, kali ini terlihat sangat subur, dan ranting akar pun sudah terbentuk kokoh di selingi tanaman tempel yang juga tumbuh subur. ya elemen alam perlu kolaborasi agar memberikan nilai seni yang tinggi dan nilai jual sebagai penyumbang oksigen yang baik.

Jalan setapak dijejerkan patung pahatan batu di kiri kanan juga menarik, dan yang paling menarik adalah pecahan genteng tanah liat yang dijadikan hamparan alur pejalan kaki ataupun dapat dijadikan liukan jogging track juga bisa, mungkin karena pandemi sepi dan sangat sayang semua terlewat begitu saja, pekerja-pekerja tetap telaten memeriksa setiap elemen yang terbangun, dan karena memang tingkat hunian masih sedikit maka waktu untuk menikmati kekosongan pengunjung taman adalah sesuai yang harus disyukuri, kira-kira mungkin seperti pantai pantai yang sepi ya. ya kita CALM = kalem saja menikmati semuanya sambil terus berjalan kaki sambil bergandengan tangan. so lovely....suara merdu burung sambut menyambut alam lepas bak hutan belantara di tengah kota.



Perbincangan bunga pisang kipas dan juga bunga teratai sebenarnya gak pernah habis karena kami pernah berhasil menanamnya namun tak bertahan lama, kenapa karena kadang kesibukan pun tak mampu memperkuat konsistensi kita memeliharanya. Bunga teratai, kami mencari pot yang cocok namun memang bagaimana dengan nyamuk yang bisa saja banyak menjadikan kita tak berhasil mengadopsi untuk di lahan kecil di rumah cantik kami, tapi kalau sekarang rasa nya cocok membayangkan diletakkan di taman samping rumah yang dilengkapi lampu taman, sungguh indah mulai menjalari impian itu menari nari, nanti kita cari lagi bunga teratai dan potnya yang cocok, kami membahas sesaat dan lagi lagi keliahan saya memotret macro pun tetap berjalan, cekrek... i love itu. HAPPINESS always in your hand event you a photographer or not.


Elemen batu berdiri kokoh, rasanya kalau melihat sudut ini akan bermanfaat apabila seseorang memerlukan ruang untuk merokok, apakah mungkin ya. 


Terima kasih limasan dan tiang pilar yang cantik , warna putih dan coklat adalah perpaduan yang sangat cantik, nikmati rasa yang ada, namun memang tak banyak yang dapat merasakan bagi yang tak peka. karena ini hanyalah koridor, namun saya perlu mampir untuk menikmati setiap sudut ada bangunan ini.







Menyukai kipas yang bercermin dibatasi pagar, meskipun langit tak mau biru, tetap masih banyak rasa yang bisa di bingkai, pesona air bening di dalam nya ada bebatuan yang teratur rapih, batu tak pernah licin karena kebeningan air menjadi point elemen yang pokok di sepanjang koridor ruang ini, ada mainan guci di kisi-kisi jendela. Sambil membayangkan berapa banyak elemen guci yang dibuat secara handmade oleh pengrajin. Terima kasih pengrajin guci yang sangat sabar membentuk seni yang indah. 

KIMASAN elemen kayu, mungkin ini yang disebut karakter limasan yang di jelaskan oleh ahli heritage UGM dua minggu yang lalu ketika kami membahas heritage stasiun Batutulis sampai dengan Stasiun Cicurug yang akan menjadi target kami dalam menyiapkan ruang publik yang indah nyaman dan nilai history tinggi, doakan yaa berhasil, 
Nah, saya pun keasikan memotret semua keteraturan yang ada di padangan mata kali ini, saya sangat menyukai warna alami dan deretan kayu yang berjarak sama, rasanya seperti keteraturan yang terjaga, dilengkapi elemen ukiran yang meliuk bak ujung bunga yang mekar. Sedikit pembentukan karakter dan feel yang saya dapat mungkin karena dimasa kecil seorang papi saya mempunyai pengalaman dengan mempunyai bisnis ukuran kayu sehingga secara alami pun my brain akan berpengaruh. bagaimana rasanya luar biasa karena mungkin saya bisa melihat sesuatu seperti ini menjadi nilai seni tinggi karena keindahan itu selalu terselubung menyatu di dalam hati.


GRATITUTE Ungkapan rasa syukur merasuk hati ketika melihat perpaduan bunga yang begitu lembut dengan keteduhan air yang bening bak permadani juga. "CONTENTMENT"

HAVE A NICE WEEKEND

Wednesday, March 9, 2022

Appi dan Mama

1995, Masih dengan aroma kandang ayam dibelakang rumah menyelip masuk kedalam kisi-kisi dapur . Sambil memegang tempat minum ayam potong peliharaan appi yang malam itu di dapur dengan raut wajah tersembunyi serta mata berkaca-kaca yang tertahan menutup perasaan dan suara sedikit serak appi melepasku malam itu untuk belajar di Semarang di anter mama.


to be continue...


2013 : KETIKA S2 DI JEPANG----------------------------------------------------------
Original Puisi ada pada link berikut ini
https://ernib.blogspot.com/2013/12/happy-mothers-day-to-mama.html
















Unique ASN : (Series 1: TOD-Rule) The workforce for Re-Born Priangan Railway, Does it's works?

Re-born Priangan Railway dengan adanya jalur ganda baru yang secara bertahap akan beroperasi memicu secara mandiri untuk BTP Jabar menyiapkan dengan baik konsep kerjasama kedepannya dalam pengelolaan aset sebagai contoh sukses story di BTP Jakban pemanfaatan ruang retail dan LRT Palembang adalah Unit Kerja BLU di DJKA yang sudah mulai memperlihatkan pemanfaatan aset dengan konsep bisnis yang jelas. Mereka mulai mempelajari success story dalam hal Pemanfaatan Stasiun dan Sarana Kereta untuk media promosi, Aset Komersil untuk Retail, Penamaan stasiun dengan brand tertentu, pembangunan stasiun oleh developer untuk kemudahan akses penghuni. 

Hal menarik dalam giat Direktorat Prasarana Perkeretaapian tanggal 10 Maret 2022 membahas penyusunan kebijakan dan regulasi terkait Infrastructure Maintenance and Operation (IMO) serta Track Access Track (TAC) di bidang Prasarana dijelaskan lesson learn Konsultan Deloitte Consulting Indonesia menjelaskan Inisiatif Pendapatan Non-Farebox (NFT) MRT Jakarta sesuai data Laporan Tahunan MRTJ 2019-2020 tercatat senilai Rp. 225 Milyar pada tahun 2019 naik menjadi Rp.383 Milyar tahun 2020 dengan rincian yaitu Hak Penataan stasiun/Naming Right, Layanan periklanan di area operasional dan kereta MRT Jakarta, Layanan periklanan media di luar ruang atau media pilar, ritel stasiun slot pembayaran tiket digital dan kartu e-money, fibre optic, telekomunikasi, dan slot duck cable, kolaborasi dengan 9 startup digital untuk lifestyle. Lesson learn key succes Factors untuk Non-Farebox Pelaksanaan oleh Transjakarta dan MRT yaitu kejelasan kepemilikan aset, kemitraan dengan pelaku industri, pengusahaan jangka panjang untuk keberlanjutan pendapatan NFB, dukungan pemerintah untuk kejelasan NFB dan revenue sharing.


BTP Jabar photo bersama dengan Team Direktorat Prasarana, Ahli IMO, dan Balai di lingkungan DJKA

Tahun 2021, Penulis Utama Erni Basri (BTP Jabar), Esty (BTP Jabar) dan Nintasha (Balai Pengujian DJKA) menyiapkan bahan bersama untuk sebuah wawancara media Mahasiswa Teknik Sipil Undip, saduran dari materi yang kita kumpulkan dari Rosita (LRT Palembang), Erna (BPTJ) dan beberapa bahan TOD penulis kumpulkan ketika menangani sebahagian peran tugas saya selama menjalani kesiapan kebijakan TOD yang ada di Indonesia pada saat bekerja di Direktorat Prasarana maupun materi kuliah S2 di Hiroshima University Japan. Kuliah S1 Esty di ITB, Nintasha sebagai PIC TOD Direktorat Prasarana 2019-2020.

A. Adakah persyaratan khusus untuk menentukan pengembangan kawasan berbasis TOD? Area di sekitar titik transit – dimana area tersebut merupakan sebuah kawasan yang potensial bagi pengembangan suatu daerah;

(1) Perlunya dukungan sistem transit berkapasitas tinggi dengan rute yang cukup dengan jangkauan hingga regional dan persyaratan headway yang cukup pendek yang mampu mendorong perkembangan lingkungan disekitar simpul transit;

(2) Perlunya menciptakan lingkungan yang ramah untuk moda transportasi tidak bermotor;

(3) Cakupan area kawasan TOD memiliki radius 350-700 meter dari pusat transit menuju pusat kegiatan lain;

(4) Aspek Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan

Dalam Peraturan Menteri ATR BPN No. 16 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit, dibahas mengenai Prinsip TOD dalam mewujudkan kawasan campuran serta kawasan padat dan terpusat yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal, terdiri atas:

a. pengembangan kawasan dengan mendorong mobilitas berkelanjutan melalui peningkatan penggunaan angkutan umum massal, yang paling sedikit meliputi:

  • pengintegrasian fungsi dan fasilitas kawasan dengan struktur ruang kota;
  • pengembangan kawasan campuran;
  • peningkatan konektivitas dan kesatuan antarruang dan antarbangunan dalam kawasan;
  • pengembangan kawasan dengan intensitas sedang hingga tinggi untuk membentuk lingkungan yang padat;
  • penataan fungsi kawasan untuk mengurangi kebutuhan jarak perjalanan; dan
  • perwujudan ruang terbuka yang ramah untuk pengguna fasilitas transit

b.  pengembangan fasilitas lingkungan untuk moda transportasi tidak bermotor dan pejalan kaki yang terintegrasi dengan simpul transit, yang paling sedikit meliputi:

  • perumusan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor;
  • penataan parkir yang mendorong penggunaan moda transportasi massal;
  • perwujudan sistem jaringan jalan dan jalur moda transportasi tidak bermotor serta pejalan kaki dengan aksesibilitas tinggi;
  • perwujudan tata bangunan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong moda transportasi tidak bermotor dan pejalan kaki; dan
  • pengembangan kawasan yang menyediakan rute pendek bagi pengguna moda transportasi tidak bermotor dan pejalan kaki

2. Bagaimana TOD diintegrasikan dalam sistem rencana tata ruang yang ada? 

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) menggabungkan guna lahan residensial, perdagangan, jasa, perkantoran, ruang terbuka, dan ruang publik sehingga memudahkan masyarakat dan pengguna untuk melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, sepeda, maupun moda transportasi umum (Calthorpe, 1993).

(3)  Bagaimana menentukan titik transit yang berpotensial untuk menjadi kawasan TOD?

a. Secara umum:

  • Area tersebut berpotensi dengan didukung oleh beberapa simpul transportasi;
  • Terletak pada lokasi yang memungkinkan bertemunya pengguna transportasi dalam satu lokasi;
  • Dikelilingi oleh pusat bisnis dan/atau perbelanjaan dan/atau pemukiman dan/atau perkantoran. Bangunan lebih tinggi dibanding kawasan lain agar kegiatan terpusat di kawasan TOD karena ada penambahan kepadatan yang signifikan.
  • Memberikan dampak pada perbaikan transportasi yang berkelanjutan;
  • Memudahkan pengguna/masyarakat untuk beralih moda transportasi dan mendukung masyarakat untuk berjalan kaki dan tidak menggunakan transportasi pribadi.

Penentuan lokasi kawasan potensial TOD dilakukan melalui:

  • kajian pengembangan sistem transportasi massal dalam lingkup regional dan lokal, serta prasarana penunjangnya;
  • kajian kebutuhan dan arah pengembangan kota/Kawasan Perkotaan, strategi pembiayaan pembangunan dan kebijakan lainnya yang terkait;
  • kajian lingkungan hidup yang meliputi analisis kemampuan lahan, analisis kesesuaian lahan, serta analisis kerentanan dan risiko bencana;
  • kajian daya dukung prasarana kawasan;
  • kajian karakteristik pemanfaatan ruang kota/Kawasan Perkotaan aktual yang meliputi ketersediaan ruang/tanah, status tanah, dan perizinan; dan
  • kajian kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Penentuan lokasi kawasan potensial TOD memenuhi kriteria paling sedikit: 

  • berada pada Simpul Transit jaringan angkutan umum massal yang berkapasitas tinggi berbasis rel;
  • memenuhi persyaratan intermoda dan antarmoda transit;
  • dilayani paling kurang 1 (satu) moda transit jarak dekat dan 1 (satu) moda transit jarak jauh;
  • sesuai dengan arah pengembangan pusat pelayanan dan kegiatan;
  • berada pada kawasan dengan kerentanan bencana rendah disertai dengan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana; dan
  • berada pada kawasan yang tidak mengganggu instalasi penting negara.

 (4) Bagaimana merancang sistem transportasi (sistem jaringan) untuk mewujudkan TOD?

Diperlukan sistem transportasi massal yang disertai dengan sistem transit atau sistem pergantian moda yang efisien yang memungkinkan masyarakat untuk meminimalisir waktu perjalanan. Pada umumnya kawasan TOD dibangun pada kawasan simpul transportasi berbasis rel, namun kawasan lain seperti terminal bus juga layak untuk dikembangkan.

Pengembangan sistem transportasi massal merupakan prasyarat utama pengembangan kawasan TOD dan keberhasilan TOD dipengaruhi oleh jumlah pengguna transportasi massal pada simpul-simpul transit. Pengembangan sistem transportasi ini sangat penting untuk menciptakan pasar sebagai daya tarik kegiatan di sekitar simpul transit. Sistem transportasi massal meliputi moda transportasi massal berkapasitas tinggi, sedang dan rendah, baik pada jarak dekat maupun jarak sedang dan jauh serta headway. Sistem transportasi massal harus disertai dengan sistem transit atau sistem pergantian moda yang efisien dan lingkungan yang ramah untuk pejalan kaki. Prasyarat transportasi massal dalam pengembangan kawasan TOD minimal memiliki 1 (satu) moda transit jarak dekat dan 1 (satu) moda jarak jauh sebagaimana dapat dilihat pada Tabel berikut ini:

(5) Dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu:

a.    Pada kawasan sudah terbangun, pengembangan kawasan TOD dapat dilakukan dengan pembangunan kembali tanah atau ruang yang sudah terbangun (redevelopment site), yaitu peremajaan kawasan melalui tahapan perancangan kawasan TOD, perubahan struktur dan penambahan fungsi baru selaras dengan pengembangan kawasan TOD serta penataan lingkungan yang dilengkapi fasilitas transit atau fasilitas kawasan TOD dengan ketentuan pemanfaatan ruang sebagaimana diatur dalam pedoman ini. Dalam strategi ini, Pemerintah/pemerintah daerah dapat mengatur penguasaan tanah pada Kawasan TOD melalui konsolidasi tanah, bank tanah serta perangkat penunjang lainnya dengan memperhatikan peraturan perundangan dan kepentingan umum.

b.    Pembangunan pada tanah kosong di antara tanah terbangun (infill development site), yaitu pengembangan pada tanah kosong/terbengkalai di antara tanah terbangun pada radius pengembangan kawasan TOD. Strategi ini dilakukan melalui tahap:

  • Pengembangan persil-persil tanah kosong di antara tanah terbangun dengan kegiatan dan intensitas pemanfaatan ruang yang selaras dengan Kawasan TOD; dan
  • Penyesuaian kegiatan atau intensitas pemanfaatan ruang pada tanah terbangun sesuai dengan kriteria teknis kawasan TOD dengan penerapan perangkat penunjang kawasan TOD atau perangkat perwujudan rencana tata ruang lainnya.

Strategi ini tidak menekankan penguasaan tanah oleh satu entitas, namun berkolaborasi dengan pemilik tanah yang ada, yang dapat ditetapkan dalam bentuk ketentuan pemanfaatan ruang dalam rencana tata ruang.

c.     Pembangunan pada kawasan atau tanah yang belum terbangun (new growth area), yaitu pembukaan daerah-daerah baru yang luas dan umumnya terletak di daerah perbatasan pinggir kota (periphery). Strategi ini dilakukan dengan:

  • mengembangkan sistem transit/transportasi masal primer/utamanya yang ditunjang dengan sistem sekunder dan feedernya; dan
  • mengembangkan kawasan di sekitar simpul transit dengan menerapkan perangkat-perangkat penunjang perwujudan ruang.

Pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) dapat dilakukan oleh masyarakat tanpa mengubah status kepemilikan tanah yang ada dan/atau dikembangkan oleh penyedia layanan angkutan massal berbasis rel sebagai transportasi utama kawasan TOD melalui penguasaan tanah dan pengelolaan kawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 (6) Tantangan atau hambatan apa yang dihadapi kota kota di Indonesia secara umum untuk mengembangkan konsep TOD?

Antara lain terdapat 4 tantangan, yaitu:

  • Tantangan regulasi
  • Tantangan investasi
  • Tantangan lahan
  • Tantangan konektivitas

  1. Belum ada analisa masterplan kawasan, sehingga belum ada perencanaan pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan
  2. Kawasan TOD terdiri dari beberapa area yang dimiliki oleh swasta maupun pemerintah dan belum ada peraturan tentang siapa pengelola Kawasan TOD
  3. Belum ada revisi peraturan daerah tentang batasan kepadatan kawasan. Daerah TOD harus memiliki kepadatan yang lebih tinggi dengan kegiatan campuran dibanding daerah lain.
  4. Belum ada insentif yang cukup bagi pemilik lahan atau bangunan untuk meningkatkan konektivitas di sekitar propertinya.
  5. Ukuran persil lahan di sekitar stasiun transportasi massal yang seringkali kecil membatasi fungsi dan kepadatan bangunan yang dapat dibangun

(7) Karena pengembangan sebuah kota dengan konsep Kawasan Transit Oriented Development (TOD) dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah:

  • Mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi sehingga terhindar dari kemacetan, polusi udara, serta emisi gas rumah kaca.
  • Meningkatkan angkutan penumpang transit dan pendapatan daerah dari tarif angkutan.
  • Memperluas mobilitas dengan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, sehingga bisa mengurangi biaya transportasi.

3. Meningkatkan akses terhadap pekerjaan dan memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 Kondisi tatanan kota sekarang ini sudah terbentuk, lalu bagaimana cara mengubah konsep

(8) Di era sekarang banyak hunian seperti apartemen2 yang berlabelkan TOD, bagaimana pendapat apakah hunian sudah benar benar menjalankan konsep TOD atau ada hal hal yang perlu ditambahkan supaya benar benar dianggap menerapkan prinsip TOD?

Belum, karena hunian vertikal saat ini hanya menonjolkan aspek pengembangan kawasan campuran saja tanpa memperhatikan kaitannya dengan pengembangan fasilitas lingkungan untuk moda transportasi tidak bermotor dan pejalan kaki yang terintegrasi dengan simpul transit, dimana hal tersebut justru memperparah buruknya kondisi sistem transportasi saat ini. 

Di Indonesia sendiri khususnya Jabodetabek sudah banyak sekali Rencana Pengembangan kawasan kearah konsep TOD, untuk menentukan apakah konsep TOD yang diterapkan berhasil atau tidak adalah dengan mengetahui ketergunaan sarana dan prasarana moda transportasi yang ada pada area tersebut sehingga dapat memberikan Waktu perjalanan yang singkat, Masyarakat lebih sehat karena banyak berjalan kaki, Ongkos transportasi lebih murah dengan transportasi massal, Berkurangnya polusi udara, berkurangnya kecepatan dan dengan waktu perjalanan yang lebih, orang tidak mudah stres. Oleh karena itu maka perlu adanya :

Pembangunan yang berorientasi pejalan kaki - Kawasan TOD mempunyai trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki dan mempunyai ruang transit antar jaringan transportasi serta mempunyai muka bangunan gedung yang aktif. Konektifitas antar gedung, terutama dengan gedung stasiun atau terminal, juga baik.

Ruang terbuka untuk publik yang hidup - Tersedia di sekitar wilayah TOD, ruang terbuka akan dijadikan titik kumpul atau titik istirahat para penumpang di sekitar daerah TOD.

Bangunan yang selalu hidup 24 jam - Penggunaan lahan campuran (mixed use) untuk tiap-tiap gedung yang ada di Kawasan TOD sehingga tiap bangunan selalu hidup dan menimbulkan rasa nyaman untuk orang disekitarnya.

 

(9.)  Bagaimana cara yang efektif dalam strategi publikasi dan promosi untuk menyukseskan program kawasan berbasis TOD?

Hal tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan cara member insentif untuk developer, investor dan pemangku kepentingan lain yang akan berdampak pada harga hunian yang disediakan menjadi lebih terjangkau dan developer, investor dan pemangku kepentingan lain dapat memperoleh keuntungannya melalui nilai tangkapan berupa pajak, obligasi, tariff, serta skema pembaruan kota.

Membuat atau menciptakan komunitas pejalan kaki guna mengakomodasi masyarakat supaya hidup lebih sehat dan aktif.

( 10 ) Bagaimana cara pemerintah mengcover dana operasional mengenai transportasi terjangkau di semua kalangan masyarakat, apakah sudah sepenuhnya tertutup dari pendapatan tarif tiket atau perlu tambahan dari dana pemerintah?

Untuk Sektor Transportasi Massal Perkeretaapian Umum

Belum sepenuhnya tertutup, sehingga terdapat 2 sistem pembiayaan untuk tarif angkutan umum. sehingga masih memerlukan tambahan dan dari pemerintah.

( 11 ) Apa Bapak/Ibu memiliki data seputar penerapan dan perkembangan TOD di Indonesia untuk nanti kami coba tampilkan pada artikel majalah?

Pada intinya kita dapat memberikan contoh lesson learn yang ada di Jabodetabek, semoga di BTP Jabar sudah bisa juga mulai menyiapkan lebih baik.

Beberapa tahun belakangan Indonesia baru saja memulai proyek-proyek dengan konsep TOD di kawasan berbasis rel yaitu area stasiun MRT, LRT, Kereta Cepat Jakarta – Bandung, KRL Jabodetabek, dsbg dengan pembangunan hunian vertikal, konsep terus dikembangkan kerjasamanya ada yang sudah berjalan, ada yang masih menyelesaikan integrasinya dan adapula yang sudah mulai konstruksi namun memang terdapat keterlambatan dalam penyelesaiannya namun tetap berprogress.

Beberapa pengembangan : TOD Jagakarsa, TOD Pondok Cina, TOD Rawa Buntu, TOD Tanjung Barat, TOD Pancoran, TOD Ciliwung, TOD Kampung Rambutan, TOD Ciracas, Dst.

TOD Perumnas – PONDOK CINA, RAWA BUNTU, TANJUNG BARAT.

Fokus pengkajian awal dalam menentukan kelayakan proyek adalah aspek lahan, aspek desain, aspek pasar, dan aspek regulasi.

Aspek lahan yang dikaji pada proyek hunian terintegrasi simpul transportasi yang dilakukan Perumnas, tidak difokuskan kepada pembelian lahan karena merupakan sinergi antar BUMN dengan memanfaatkan lahan-lahan milik PT KAI berupa lahan park and ride.

Kerjasama yang dilakukan perumnas terhadap lahan tersebut berdurasi 50 tahun (20+30) dengan skema sewa. PT KAI akan mendapatkan benefit melalui sewa lahan dan profit sharing sebagai kompensasi dari penggunaan lahan yang akan dikelola oleh Perumnas.

Kajian selanjutnya dilakukan di Stasiun Rawa Buntu sebagai lokasi yang bisa dikembangkan sebagai lokasi hunian dan komersial yang terintegrasi dengan simpul dan dilakukan dengan proses design and build dengan harapan tahapan konstruksi dan rancang bangunnya bisa lebih cepat dan efisien namun ternyata tidak demikian hasilnya.

Terdapat berbagai macam kendala teknis yang dihadapi karena pengembangan proyek seperti merupakan hal baru sehingga belum terbiasa dilakukan oleh Perumnas yang mengakibatkan beberapa permasalahan.

Di lokasi ketiga, Stasiun Rawa Buntu dilakukan pendekatan yang berbeda dengan memisahkan proses desain dan konstruksi.

Lampiran 1: 



Sumber : DJKA 2021

Kreasi Paparan Design modified by Sultan BTP Jabar, 2022

Disclimer :  Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi walaupun beberapa referensi bersumber di mana penulis bekerja.

Monday, March 7, 2022

Unique ASN : (Part 1) Art of Stations on Re-Born Priangan Railway

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus mendorong Integrasi Angkutan Massal di wilayah Aglomerasi dimana Bandung Raya merupakan kota prioritas diantara 8 (delapan) kota besar di Indonesia (Jurnal Transportasi Kemenhub, Transmedia 2021, The world Bank, 2021). 

Bumi Priangan sangat melegenda aktivitas transportasinya pada masa lalu terutama kereta api yang tersambung sampai ke wilayah destinasi pariwisata yang sangat disukai oleh tamu-tamu eropa yang berkunjung pada masa itu, sampai kini masih terlihat prasarana dan sarana angkutan kereta api tersambung namun tidak dapat dioperasikan lagi karena kebutuhan type sarana kereta api yang berbeda-beda dahulu dengan sekarang sehingga pada masanya sejak dinyatakan non aktif karena tidak efisien dan akhirnya banyak yang tidak beroperasi, ketidakseimbangan demand, perubahan kebijakan, dan kemampuan sarana kereta ditarik oleh lokomotif  dan juga disebabkan faktor alam yang mempunyai kontur variasi cenderung pegunungan dengan gradient tertinggi sebesar 40 pro-mile terutama terusan jalur KA antara Cipatat ke Padalarang melewati Togagopu.

Pada masa kini terus dilakukan pembenahan dan reaktivasi jalur KA dengan membuat penyesuaian gradient sehingga mampu terhubung dengan kereta api yang spesifikasi teknis layanannya selain untuk aglomerasi juga mampu melayani antar kota.

Di Bumi Priangan tercatat sejak tahun 2018 -2019 Kementerian Perhubungan Ditjen Perkeretaapian BTP Jabar telah berhasil melaksanakan peresmian pertama reaktivasi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada tahun 2020. Kini kereta Siliwangi terus beroperasi membawa kemanfaatan kemajuan ekonomi melalui jalur ka dari Sukabumi - Cianjur - Ciranjang - Cipatat yang terus meliuk cantik aman terkendali membawa penumpang KA .



Kepala BTP Jabar Erni Basri menjelaskan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi atas capaian hasil pembangunan BTP Jabar  untuk Reaktivasi Cianjur - Ciranjang - Cipatat di Stasiun Cipeuyem (2020)


Kabalai BTP Jabar bersama Team PPK BTP Jabar turut mensosialisasikan edaran Biro umum Kemenhub ketika louncing kampanye prokes ketat pandemi covid-19 (2020)

Grafik perjalanan KA akan terus diupdate seiring adanya capaian DJKA Kemenhub pada jaringan KA wilayah Jawa Barat Lintas Selatan Jawa khususnya dari Stasiun Bogor terhubung dengan Stasiun Bogor Paledang kedepannya mampu melayani kapasitas angkut 450 Pnp/KA menjadi 690 Pnp/KA sampai Cicurug. Kapasitas lintas Paledang-Cicurug semula 36 KA/Hari menjadi 145 KA/Hari sedangkan Cicurug ke Sukabumi kapasitas lintas masih tetap karena single track yaitu 43 KA/Hari.

Destinasi stasiun di ujung yaitu Stasiun Cipatat perlu dikreasikan sebagai stasiun tujuan wisata untuk meningkatkan demand, potensi bisnis yang paling menjanjikan mengingat kapasitas jalur yang cukup memadai dengan pelayanan operasi kereta semakin membaik. Strategy demand penumpang yang tinggi kiranya kedepannya akan ada sumber pembiayaan baru untuk menyambungkan Cipatat sampai dengan Padalarang yang saat ini merupakan stasiun integrasi kereta cepat.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang sudah berusia hampir 17 ( Tujuh Belas Tahun) secara masif terus mendorong bertambahnya layanan KA Perkotaan dan jalur KA lintas Selatan Jawa menjadikan Proyek Strategis Nasional dengan mengamanahkan tugas kepada Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat (BTP Jabar) DJKA terus mengupayakan dan mempromosikan potensi pengembangan TOD di kawasan sekitar stasiun dan jalur KA yang indah nan elok terutama bertumbuhnya minat wisatawan Jabodetabek untuk melakukan perjalanan KA dengan wisata menggunakan layanan kereta api sebagai sarana transportasi. Kerjasama TOD dalam hal ini diperlukan komitmen dan dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Cianjur dan Provinsi Jawa Barat. Benchmarking pengalaman yang sedang berproses di Jabodetabek dapat di terapkan di Jawa Barat namun diperlukan adanya Asessment terhadap konsep TOD yang memperlihatkan keterikatan penggunaan lahan dengan transportasi kereta api itu sendiri serta adanya dukungan transportasi lokal yang mendukung integrasi tersebut.

Data penumpang KA untuk Bandung Raya saat ini memperlihatkan trend tinggi pada stasiun ujung Cicalengka, potensi demand yang ada sudah sejalan dengan bertumbuhnya jalur ka semula single akan menjadi jalur ganda saat ini masih proses pembangunan yang diharapkan dapat beroperasi penuh di tahun 2023. Kedepannya untuk Stasiun Cicalengka di indikasikan pemilihan type TOD adalah residential area. Dimana dapat dijelaskan bahwa Stasiun Cicalengka merupakan stasiun kereta api kelas Sedang yang terletak di Cicalengka Kulon, Cicalengka, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian +689 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini berada tidak jauh dari jalan raya Cicalengka–Majalaya. Stasiun Cicalengka melayani penumpang KA Lokal Bandung Raya dan Cibatuan dengan rata-rata jumlah penumpang perhari di tahun 2021 sebanyak 2,429 penumpang naik dan sebanyak 3,620 penumpang turun. Berdasarkan hasil survey pengguna transportasi lanjutan dilaksanakan oleh BTP Jabar di stasiun Cicalengka pada tahun 2021 bahwa karakteristik penumpang berdasarkan tujuan perjalanan yaitu di bagi menjadi 4 tujuan yaitu  tujuan pendidikan, bekerja, belanja dan berkunjung. Dan berdasarkan hasil survey di lapangan  didapatkan bahwa sebanyak 49% penumpang bepergian dengan kereta untuk tujuan bekerja baik  berprofesi sebagai karyawan maupun wiraswasta. Pada saat survey berlangsung perjalanan terbanyak penumpang menggunakan KA Lokal dalam satu minggu terakhir sebanyak 33% melakukan perjalanan 1-2 perjalanan, tetapi apabila dilihat dari tujuan perjalanan terbanyak adalah bekerja maka penumpang sebanyak 45% mencerminkan penumpang yang bekerja dengan jumlah perjalanan antara 6-14 perjalanan dalam kurun waktu satu minggu.

Selanjutnya BTP Jabar dalam hal ini Tim LSK terus melakukan koordinasi untuk pengembangan Kawasan di area stasiun. Terima kasih Pak Fitri, Esty, Annisa dan teman2 LSK. Highlight Stasiun diindikasikan dapat terus dikembangkan bersama operator untuk memberikan kontribusi berkembangnya TOD. 

Pada tulisan ini belum dijelaskan secara rinci, namun dapat di lakukan klasifikasi benefit untuk memperlihatkan karakteristik dan keunikan yang mempunya nilai bisnis yang tinggi.

Stasiun masih merupakan aglomerasi Jabodetabek dan sebahagian Kabupaen Bogor serta Kabupaten Sukabumi yaitu:

1. Bogor Paledang

2. Batutulis

3. Ciomas

4. Maseng

5 Cigombong

6. Cicurug

7. Cijambe

8. Parungkuda

9. Cibadak

10. Karang Tengah

11. Pondok Leungsir

12. Cisaat

13. Sukabumi

Stasiun besar wilayah operasi KAI Daop 2

1. Padalarang

2. Bandung

3. Cimahi

4. Kiaracondong

5. Banjar

Stasiun besar wilayah operator KAI Daop 3

1. Cirebon

2. Prujakan

3. Jatibarang

Stasiun kecil wilayah operator KAI Daop 2

1. Cipeundeuy

2. Pasir jengkol

3. Lampegan

4. Cirengas

5. Sasak saat

Stasiun kecil wilayah operator KAI Daop 3

1. Cikaum

2. Ketanggungan

Bangunan Belanda wilayah operator KAI Daop 2

1. Cianjur

2. Purwakarta

3. Sukabumi

4. Cibatu

Bangunan peninggalan Belanda di wilayah operator KAI Daop 3

1. Cirebon

Stasiun tua

1. Bandung

2. Cibatu

3. Cirebon

Stasiun belum aktif

1. Tagog Apu

Penulis sangat tertarik berkontribusi pada dunia science dan terus insyaAllah akan menulis terkait Urban Transportasi, Urban Railway, Digital Learning, Urban Transit. Berikut ini capture berkontribusi sebagai saya sebagai narasumber Majalah Cofferdam Teknik Sipil Undip 2021 dapat dijadikan sebagai referensi.







Notice: Proud me: https://home.hiroshima-u.ac.jp/~zjy/photos/ 

Speaker International Experience: (searching menemukan link)

(2019):   https://www.cni.it/images/eventi/2020/2_-_Asia_Pacific_Rail_2019_-_Post_Event_Report.pdf  

(2020): Virtual https://app.qwoted.com/opportunities/event-asia-pacific-rail-2020


SUSTAINABILITY TERHADAP GREEN BUILDING INDUSTRY

Sustainability dalam industri bangunan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, atau pengurangan...