SAMSON LI The Power of the Journey

 The Power of the Journey: Kesehatan, Kebebasan, dan Membangun Masa Depan

Saya lahir di Hong Kong, tetapi sudah hampir 50 tahun tinggal di Amerika Serikat. Banyak orang mengira usia saya masih muda, padahal saya sudah berada di akhir usia 50-an. Mungkin ada yang bertanya apa rahasianya. Saya percaya salah satu jawabannya adalah menjaga kesehatan.

Saat ini saya memiliki tiga anak yang berusia 13 tahun, 11 tahun, dan 3 tahun. Karena itulah kesehatan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi saya. Dan saya percaya, kesehatan juga harus menjadi prioritas bagi setiap orang di ruangan ini.

Dalam budaya Asia, keluarga memiliki arti yang sangat besar. Kita hidup dalam ikatan keluarga yang erat, mulai dari orang tua, anak-anak, bahkan cucu. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab untuk diri sendiri, tetapi juga bentuk kasih sayang kepada keluarga.

Saya bahkan pernah mengatakan kepada adik saya yang usianya sembilan tahun lebih muda, "Tolong jaga kesehatanmu. Kalau kamu tidak menjaga kesehatanmu, suatu hari nanti kamu justru akan menjadi beban bagi saya dan saudara-saudaramu."

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga tubuh kita sendiri.

Ketika pulang nanti, katakan kepada pasangan Anda, "Mari kita sama-sama menjaga kesehatan." Gunakan produk yang baik, jalani gaya hidup yang benar, dan pastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Di dunia modern seperti sekarang, nutrisi yang cukup bukan lagi sesuatu yang bisa dianggap remeh.

Selama hampir dua puluh tahun saya berkecimpung di industri suplemen kesehatan. Saya menyadari bahwa makanan yang kita konsumsi saat ini tidak lagi memiliki kandungan nutrisi seperti dua atau tiga dekade yang lalu. Banyak makanan telah diproses secara berlebihan.

Sering kali kita makan hanya untuk menghilangkan rasa lapar, padahal yang jauh lebih penting adalah kualitas makanan yang kita konsumsi.

Karena itulah suplementasi menjadi semakin penting dalam kehidupan modern.

Inilah alasan saya mencintai bisnis wellness. Melalui bisnis ini kita tidak hanya menjual produk, tetapi membantu orang menjadi lebih sehat.

Dan ketika kita membantu satu orang, sesungguhnya kita juga sedang membantu seluruh keluarganya.

Setiap kali saya berbicara dengan seseorang, saya tidak hanya melihat individu tersebut. Saya membayangkan seluruh keluarganya yang juga akan memperoleh manfaat. Saya ingin membantu mereka memahami perkembangan ilmu pengetahuan terbaru, membuka wawasan mereka terhadap berbagai kemungkinan baru, dan menunjukkan bagaimana kesehatan yang lebih baik dapat mengubah kualitas hidup mereka.

Selain kesehatan, bisnis ini juga memberikan kesempatan untuk memperoleh penghasilan.

Benar, uang bukanlah hal yang paling penting dalam hidup. Namun uang tetap merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting. Dengan uang, kita memiliki pilihan. Kita dapat menjalani kehidupan yang kita inginkan dan membantu lebih banyak orang.

Hari ini saya ingin berbicara secara terus terang.

Selama lebih dari dua puluh tahun terakhir saya telah membangun bisnis di lebih dari 150 negara. Saya telah mengunjungi hampir semua benua di dunia—kecuali Antartika, karena saya rasa penguin belum membutuhkan produk kesehatan.

Perjalanan itu mengajarkan satu hal penting kepada saya.

Di mana pun kita berada, manusia pada dasarnya memiliki impian yang sama.

Sejak kecil kita diajarkan pola kehidupan yang hampir serupa:

Belajar dengan giat.

Mendapatkan pendidikan yang baik.

Memperoleh pekerjaan yang baik.

Menikah.

Memiliki anak.

Lalu menjalani hidup hingga akhirnya meninggal.

Namun saya percaya hidup seharusnya memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar mengikuti pola tersebut.

Ayah saya adalah seorang pengusaha. Sejak kecil saya juga ingin memiliki bisnis sendiri karena saya menyukai kebebasan.

Tetapi menjalankan bisnis tradisional tidak pernah mudah.

Ada masa naik dan turun.

Risikonya besar.

Modal yang dibutuhkan juga sangat besar.

Sekitar dua puluh tahun yang lalu saya menemukan industri ini.

Di sinilah saya melihat sesuatu yang benar-benar berbeda.

Untuk memulai bisnis ini, modal yang diperlukan jauh lebih kecil dibandingkan bisnis konvensional.

Awalnya saya sulit mempercayainya.

Saya dibesarkan dengan keyakinan bahwa semakin banyak uang yang kita investasikan, semakin besar pula penghasilan yang akan kita peroleh.

Ternyata keyakinan itu tidak selalu benar.

Prinsip tersebut mungkin berlaku dalam investasi saham, emas, atau aset lainnya.

Namun membangun bisnis tidak selalu bergantung pada besarnya modal.

Saya teringat sebuah nasihat dari ayah seorang teman saya.

Keluarganya memiliki pabrik furnitur besar di Tiongkok dengan sekitar delapan ribu karyawan.

Ketika bisnis saya mengalami kegagalan, saya bertanya kepadanya,

"Pak Choi, Anda begitu sukses. Apa nasihat terbaik yang bisa Anda berikan kepada saya?"

Beliau berpikir sejenak lalu berkata,

"Ketika baru memulai bisnis, jangan lepaskan pandanganmu dari visi besar yang ingin kamu capai. Hampir semua hal lainnya hanyalah gangguan."

Kalimat itu sangat berkesan bagi saya.

Jika kita kehilangan fokus, kita akan terseret oleh berbagai distraksi dan akhirnya tersesat.

Kemudian beliau melanjutkan,

"Setelah bisnismu menjadi besar, barulah kamu harus memberi perhatian yang sangat besar pada detail."

Nasihat itu sangat berharga.

Namun ada satu kalimat beliau yang pada waktu itu sama sekali tidak saya pahami.

Beliau berkata,

"Untuk menghasilkan uang, tidak selalu dibutuhkan uang."

Saya bingung.

Bukankah setiap bisnis membutuhkan modal?

Selama bertahun-tahun saya mencoba memahami makna kalimat tersebut.

Barulah setelah saya masuk ke industri network marketing dan wellness, saya benar-benar mengerti.

Saya melihat banyak orang memulai dengan modal yang sangat kecil.

Mereka terus belajar.

Mereka terus bekerja.

Mereka terus berkembang.

Dan sedikit demi sedikit mereka membangun bisnis yang besar.

Saat itulah saya memahami makna sebenarnya.

Yang paling menentukan bukanlah besarnya modal, melainkan kemampuan untuk belajar, bertumbuh, dan mengambil tindakan secara konsisten.

Pemahaman itu mengubah hidup saya.

Hari ini saya ingin membagikan perjalanan saya, karena saya yakin kisah saya juga bisa menjadi bagian dari perjalanan Anda.

Tentang kesuksesan, saya ingin mengajukan satu pertanyaan.

Jika saya dapat menunjukkan beberapa langkah berikutnya yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya, apakah itu akan membantu Anda?

Saya percaya jawabannya adalah ya.

Karena sering kali penyebab kita belum berhasil bukan karena kita kurang bekerja keras, melainkan karena kita belum mengetahui apa yang sebenarnya perlu dilakukan.

Jika kita sudah mengetahui caranya, kemungkinan besar kita sudah berada di tempat yang kita impikan.

Karena itu saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa apa yang saya ketahui hari ini belum tentu merupakan cara terbaik.

Saya selalu belajar dari orang-orang yang hasilnya jauh lebih besar daripada saya.

Saya mengamati cara mereka berpikir.

Cara mereka mengambil keputusan.

Cara mereka menganalisis situasi.

Cara mereka memimpin.

Karena hasil yang mereka capai merupakan cerminan dari cara berpikir mereka.

Mengenai uang, saya memiliki pandangan yang sederhana.

Setelah kebutuhan hidup tercukupi dan kita memiliki kebebasan finansial, uang bukan lagi tujuan utama.

Saya bisa membeli hampir apa pun yang saya inginkan.

Saya menyukai mobil Porsche.

Ketika datang ke dealer, saya mampu membelinya.

Namun justru karena memiliki pilihan, saya tidak merasa harus membeli semuanya.

Ironisnya, ketika seseorang belum memiliki uang, ia ingin membeli banyak hal.

Namun ketika seseorang telah memiliki cukup, cara berpikirnya berubah.

Ia lebih menghargai kebebasan memilih daripada sekadar memiliki.

Hari ini saya ingin berbicara tentang The Power of the Journey.

Segala sesuatu dimulai dari satu hal yang sangat kuat:

Keinginan yang jelas dan hasrat yang mendalam terhadap apa yang ingin kita capai.

Keinginan yang kuat bahkan lebih penting daripada keterampilan.

Karena keterampilan dapat dipelajari.

Pengetahuan dapat ditingkatkan.

Tetapi tanpa keinginan yang membara, semua kemampuan itu tidak akan menghasilkan perubahan.

Kesempatan datang dan pergi setiap hari.

Masalahnya bukan karena kesempatan itu tidak ada.

Masalahnya adalah banyak orang tidak mampu mengenalinya ketika kesempatan itu hadir di depan mereka.

 

Menemukan "Why" yang Mengubah Hidup

Setiap kesempatan yang datang kepada kita sesungguhnya adalah sebuah hadiah.

Sering kali hadiah yang paling berharga justru datang dalam kemasan yang sederhana. Sama seperti sebuah kotak kecil yang belum dibuka, kita tidak pernah tahu harta apa yang tersembunyi di dalamnya.

Masalahnya, banyak orang ingin segala sesuatu terjadi dengan sangat cepat.

Kita ingin hidup melaju seperti kereta cepat.

Kita ingin hasil instan.

Kita ingin sukses sekarang juga.

Namun pertanyaannya adalah, cepat menuju ke mana?

Sebelum berbicara tentang kecepatan, kita harus terlebih dahulu mengetahui tujuan kita.

Karena itu saya ingin Anda bertanya kepada diri sendiri dengan jujur:

Mengapa Anda datang ke sini?

Mengapa Anda rela melakukan perjalanan sejauh ini?

Apa yang benar-benar Anda cari?

Semakin bertambah usia saya, semakin saya menyadari bahwa waktu adalah aset yang paling berharga.

Saya menjadi jauh lebih selektif dalam menentukan di mana saya menghabiskan waktu dan energi.

Ketika masih muda, saya tidak cukup serius terhadap banyak hal.

Akibatnya, saya mengalami banyak kegagalan.

Saat melihat ke belakang, saya menyadari bahwa penyebab utamanya bukan karena saya kurang pintar, melainkan karena saya belum memiliki kesungguhan yang cukup.

Karena itu saya percaya, sikap (attitude) adalah fondasi kesuksesan.

Izinkan saya bertanya.

Apakah Anda benar-benar memiliki sikap seorang pemenang?

Apakah Anda memiliki tekad yang kuat untuk berhasil?

Jika jawabannya "ya", maka tunjukkan keyakinan itu kepada diri sendiri.

Karena kesuksesan selalu dimulai dari keyakinan.


Mengapa Anda Membangun Bisnis?

Banyak orang memulai bisnis karena alasan finansial.

Itu tidak salah.

Uang memang penting.

Namun saya ingin mengajukan pertanyaan yang lebih dalam.

Apa yang akan Anda lakukan ketika memiliki lebih banyak uang?

Apakah uang itu akan memberi Anda rasa aman?

Membuat pasangan Anda tidak perlu bekerja terlalu keras?

Membantu orang tua menikmati masa tua dengan tenang?

Memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak?

Mungkin Anda bermimpi mengirim mereka belajar ke luar negeri.

Semua itu membutuhkan biaya.

Dan tidak ada yang salah dengan memiliki impian seperti itu.

Saya pernah melihat begitu banyak keluarga yang bekerja luar biasa keras demi masa depan anak-anak mereka.

Saya mengenal seorang ibu yang membangun bisnis ini dengan penuh perjuangan.

Targetnya sederhana tetapi besar bagi keluarganya: menghasilkan sekitar 30.000–50.000 dolar setiap tahun agar dapat menyekolahkan anaknya ke luar negeri.

Ia bekerja dengan disiplin.

Ia tidak menyerah.

Dan akhirnya ia berhasil.

Anaknya kemudian melanjutkan studi ke Kanada untuk belajar perfilman.

Awalnya saya bertanya-tanya,

"Bagaimana seseorang bisa menghasilkan uang dari membuat film?"

Saya sama sekali tidak memahami industri itu.

Namun setelah lulus, anak tersebut kembali ke Malaysia.

Ia bekerja bersama seorang sutradara terkenal.

Beberapa tahun kemudian ia membuat filmnya sendiri.

Film tersebut memenangkan penghargaan BMW Film Award di Malaysia.

Kini ia dikenal sebagai pembuat film pemenang berbagai penghargaan.

Melihat perjalanan itu, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.

Ketika orang tua berhasil, anak-anak mulai melihat kemungkinan yang lebih besar untuk hidup mereka sendiri.

Kesuksesan Anda membuka pintu bagi generasi berikutnya.

Saya juga mengenal seorang ibu lain yang sukses dalam bisnis ini.

Putrinya melihat perjuangan dan keberhasilan sang ibu.

Hal itu menginspirasinya untuk membangun perusahaan event organizer miliknya sendiri.

Bisnisnya berkembang pesat.

Yang paling menyentuh, setiap bulan ia datang memberikan sebagian penghasilannya kepada ibunya sebagai bentuk rasa terima kasih.

Saya berpikir,

"Betapa indahnya."

Apa yang kita lakukan hari ini tidak hanya mengubah hidup kita sendiri.

Ia dapat mengubah kehidupan anak-anak, cucu-cucu, bahkan beberapa generasi berikutnya.

Mungkin dalam keluarga Anda belum pernah ada seseorang yang benar-benar sukses secara finansial.

Kalau begitu, mengapa bukan Anda yang menjadi orang pertama?

Mengapa bukan Anda yang memutus siklus lama dan menciptakan sejarah baru bagi keluarga?

Anda memiliki kesempatan untuk menjadi titik balik bagi generasi berikutnya.


Kekayaan Tidak Hanya Berarti Uang

Saat berbicara tentang kekayaan, jangan hanya memikirkan uang.

Kesehatan juga merupakan kekayaan.

Tanpa kesehatan, kita kehilangan kemampuan untuk bekerja.

Tanpa kesehatan, kita kehilangan kebebasan bergerak.

Tanpa kesehatan, kita kehilangan kesempatan menikmati hasil kerja keras kita.

Karena itu saya selalu mengatakan,

Tidak ada kekayaan tanpa kesehatan.

Salah satu pembicara favorit saya adalah Dr. Wayne Dyer, seorang psikolog dan motivator yang luar biasa.

Beliau pernah mengatakan sesuatu yang sangat sederhana tetapi mendalam.

Suatu hari ketika kita meninggal, pakaian terakhir yang kita kenakan tidak memiliki kantong.

Mengapa?

Karena tidak ada satu pun harta yang dapat kita bawa pergi.

Yang benar-benar tersisa adalah dampak yang kita tinggalkan.

Semakin sehat kita, semakin lama kita dapat berkarya.

Semakin besar kontribusi yang dapat kita berikan.

Semakin panjang warisan yang dapat kita tinggalkan.


Kebebasan untuk Menjelajahi Dunia

Sebagian dari Anda mungkin membangun bisnis karena ingin bepergian.

Saya pun demikian.

Saya mencintai perjalanan.

Namun yang membuat industri ini berbeda adalah kita tidak sekadar menjadi wisatawan.

Ketika membangun bisnis secara internasional, kita diundang mengunjungi berbagai negara oleh para mitra bisnis.

Kita tinggal bersama masyarakat lokal.

Kita mengenal budaya mereka.

Kita belajar menghargai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

Perjalanan seperti itu jauh lebih bermakna daripada sekadar mengambil foto di tempat wisata.


Lakukan untuk Keluarga dan Generasi Berikutnya

Sebagian besar dari kita berada dalam apa yang disebut sebagai sandwich generation.

Kita masih harus membantu orang tua.

Di saat yang sama kita juga bertanggung jawab membesarkan anak-anak.

Posisi itu tidak mudah.

Sering kali sangat melelahkan.

Karena itu semakin baik kondisi finansial kita, semakin besar kemampuan kita untuk membantu semua orang yang kita cintai.

Namun pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang dapat menentukan pilihan hidup Anda.

Anda adalah pemimpin bagi diri sendiri.

Anda menentukan seberapa besar impian yang ingin diwujudkan.

Anda menentukan seberapa besar dampak yang ingin diberikan kepada dunia.


Bertumbuh Sebelum Menghasilkan Lebih Banyak

Mungkin alasan Anda membangun bisnis bukan hanya uang.

Mungkin Anda ingin berkembang.

Ingin menjadi pribadi yang lebih besar.

Ingin belajar hal-hal baru.

Ketika dulu saya menjalankan bisnis furnitur, seseorang pernah berkata kepada saya,

"Kalau ingin menghasilkan lebih banyak uang, pertama-tama besarkan pikiranmu."

Saat itu saya tidak mengerti.

Namun sekarang saya memahaminya.

Orang-orang yang mencapai hasil luar biasa tidak memiliki otak yang berbeda.

Mereka hanya memiliki cara berpikir yang berbeda.

Mereka mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui.

Karena itu, semakin kita memperluas cara berpikir, semakin besar pula peluang yang dapat kita lihat.

Dan semakin besar peluang yang kita lihat, semakin besar pula nilai yang dapat kita ciptakan.


Bisnis yang Dibangun dengan Hati

Saya percaya bisnis terbaik adalah bisnis yang dibangun dengan hati.

Semakin besar kasih yang kita miliki kepada orang lain, semakin besar pula kekuatan yang kita miliki untuk bertahan.

Kasih melahirkan daya juang.

Kasih melahirkan ketekunan.

Kasih melahirkan keberanian.

Lihatlah seorang anak kecil.

Ketika ia menginginkan es krim, ia akan terus meminta.

"Mama... es krim..."

"Papa... es krim..."

Ia tidak mudah menyerah.

Mengapa?

Karena tujuannya sangat jelas.

Begitu pula dalam hidup.

Semakin jelas tujuan Anda, semakin kuat daya tahan Anda menghadapi penolakan.

Dalam budaya Tiongkok ada sebuah ungkapan yang sangat saya sukai.

Ketika apa yang Anda ucapkan selaras dengan apa yang ada di dalam hati, maka seluruh hidup Anda menjadi sejajar (alignment).

Saat hati, pikiran, dan tindakan berjalan dalam satu arah, hidup menjadi jauh lebih kuat.

Anda tidak lagi takut terhadap penilaian orang lain.

Anda tidak perlu berpura-pura.

Anda hanya menjadi diri sendiri.

Dan itulah kekuatan yang sesungguhnya.


Temukan Gairah Hidup Anda

Bagian terbaik dalam kehidupan adalah menemukan kebahagiaan dalam apa yang kita kerjakan.

Saya bekerja sangat keras.

Namun ketika malam tiba dan anak saya datang untuk berdoa bersama sebelum tidur, semua rasa lelah langsung hilang.

Bahkan sekarang, anak saya yang berusia tiga belas tahun mulai lebih senang menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Tetapi ketika sesekali ia memanggil,

"Daddy..."

Satu kata itu saja sudah membuat semua perjuangan terasa sepadan.

Itulah mengapa saya percaya setiap orang harus menemukan gairah hidupnya.

Di luar sana ada begitu banyak orang yang hanya membutuhkan sedikit harapan.

Sedikit semangat.

Sedikit cahaya.

Dan mungkin Andalah yang dapat menyalakan percikan itu.


"Why" yang Kuat Akan Melahirkan Kemauan yang Kuat

Sekarang saya ingin Anda kembali bertanya kepada diri sendiri.

Mengapa Anda berada di sini?

Tuliskan.

Renungkan.

Rasakan.

Jangan hanya memahami tujuan Anda secara logis.

Hubungkan tujuan itu dengan emosi Anda.

Karena ketika tujuan memiliki ikatan emosional yang kuat, lahirlah tekad yang tidak mudah dihancurkan.

Keinginan yang kuat melahirkan kemauan yang kuat.

Kemauan yang kuat membuat kita mampu melewati kesulitan.

Dan itulah inti dari kewirausahaan.

Seorang pengusaha harus mengetahui dengan jelas ke mana ia ingin pergi.

Sama seperti GPS.

GPS hanya dapat menunjukkan jalan ketika kita terlebih dahulu memasukkan tujuan.

Begitu pula hidup.

Jika tujuan Anda tidak jelas, jangan heran bila Anda terus berjalan tanpa pernah benar-benar sampai ke tempat yang Anda impikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The Power of the Journey (Lanjutan): Mengubah Cara Berpikir untuk Mengubah Masa Depan

Sama seperti GPS, sebelum menentukan rute kita harus mengetahui dua hal.

Pertama, di mana posisi kita saat ini.

Kedua, ke mana kita ingin pergi.

Yang sering menjadi tantangan adalah bagian pertama.

Banyak orang tidak benar-benar jujur terhadap kondisi dirinya sendiri.

Lakukan evaluasi yang jujur.

Bagaimana keadaan keuangan Anda saat ini?

Apa kekuatan yang Anda miliki?

Apa kelemahan yang masih perlu diperbaiki?

Di bagian mana hidup Anda masih terasa kurang?

Kejujuran kepada diri sendiri adalah titik awal dari setiap perubahan.

Dan ingat, persoalannya bukan semata-mata tentang uang.

Bahkan orang yang sangat kaya pun tetap memiliki masalah.

Hanya bentuk masalahnya yang berbeda.

Karena itu jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain.

Yang jauh lebih penting adalah memahami dengan jujur posisi Anda hari ini.

Setelah itu, tentukan dengan jelas ke mana Anda ingin pergi.

Bayangkan Anda berkata ingin pergi ke Disneyland di California.

Tetapi Anda tidak benar-benar mengetahui lokasinya.

Tanpa arah yang jelas, Anda bisa saja berakhir di San Francisco.

Memang Anda masih melihat pemandangan yang indah seperti Golden Gate Bridge, tetapi Anda tetap tidak sampai ke tujuan.

Begitulah hidup.

Tujuan yang samar menghasilkan perjalanan yang tidak terarah.

Karena itu, luangkan waktu.

Tuliskan impian Anda.

Renungkan.

Perjelas.

Semakin jelas tujuan Anda, semakin mudah hidup menemukan jalannya.


Kita Semua Melihat Dunia Melalui "Lensa" yang Berbeda

Tidak ada dua orang yang melihat kehidupan dengan cara yang sama.

Setiap orang memiliki "lensa" yang berbeda.

Lensa itu dibentuk oleh keluarga.

Pendidikan.

Budaya.

Pengalaman hidup.

Keberhasilan.

Kegagalan.

Semuanya memengaruhi cara kita memandang dunia.

Saya sering mengibaratkannya seperti menonton film di bioskop.

Filmnya sama.

Namun setiap kursi memberikan sudut pandang yang berbeda.

Begitu pula kehidupan.

Peristiwa yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda.

Karena itu, salah satu bentuk kecerdasan yang paling penting adalah kemampuan untuk keluar dari cara berpikir kita sendiri dan mencoba melihat dunia dari sudut pandang orang lain.

Para ahli neurosains menyebut kemampuan mengambil perspektif orang lain sebagai salah satu bentuk kecerdasan.

Selain itu ada pula kemampuan mengenali pola (pattern recognition), yaitu melihat hubungan yang tidak disadari oleh kebanyakan orang.

Namun salah satu bentuk kecerdasan tertinggi adalah kemampuan melihat diri sendiri seolah-olah kita adalah orang lain.

Dengan cara itu kita dapat melakukan refleksi secara objektif.

Kita mampu bertanya,

"Apa yang sebenarnya sedang saya lakukan?"

"Mengapa hasil hidup saya seperti sekarang?"

Kesadaran seperti inilah yang menjadi awal perubahan.


Hidup Hari Ini Adalah Hasil dari Keputusan Kita

Tony Robbins pernah mengatakan bahwa kehidupan kita hari ini merupakan akumulasi dari seluruh keputusan yang pernah kita ambil.

Jika direnungkan, hal itu benar.

Kitalah yang memutuskan berada di sini hari ini.

Kitalah yang memilih pekerjaan kita.

Kitalah yang menentukan bagaimana menggunakan waktu.

Kitalah yang menentukan bagaimana membelanjakan uang.

Kitalah yang memilih lingkungan pergaulan.

Semua keputusan kecil itu, sedikit demi sedikit, membentuk kehidupan yang kita jalani sekarang.

Kabar baiknya adalah jika keputusan masa lalu membentuk hidup kita hari ini, maka keputusan hari ini juga akan membentuk masa depan kita.

Karena itu, jika menginginkan hasil yang berbeda, kita perlu mulai melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda pula.

Salah satu jalan tercepat menuju kesuksesan adalah belajar dari orang yang telah berhasil.

Amati cara mereka berpikir.

Amati kebiasaan mereka.

Amati keputusan-keputusan mereka.

Lalu tirulah prinsip-prinsip yang membawa mereka menuju keberhasilan.

Tidak perlu memulai dari nol jika kita dapat belajar dari pengalaman orang lain.


Bukalah Mata terhadap Dunia yang Lebih Luas

Ketika cara pandang berubah, hidup menjadi jauh lebih berwarna.

Dunia ternyata jauh lebih luas daripada rutinitas yang selama ini kita jalani.

Sebagian orang datang ke Bali hanya untuk menikmati pantainya.

Namun ada juga yang menemukan bahwa hutan, budaya, dan masyarakatnya justru jauh lebih menarik.

Ketika kita mulai membuka mata, kita menyadari bahwa kehidupan memiliki begitu banyak kemungkinan.

Hidup bukan sekadar bangun pagi, pergi bekerja, pulang, lalu mengulang rutinitas yang sama setiap hari.

Ada begitu banyak pengalaman.

Begitu banyak orang.

Begitu banyak kesempatan yang menunggu untuk ditemukan.


Satu-satunya Batasan Adalah Diri Kita Sendiri

Dalam hidup selalu ada jurang antara kondisi kita hari ini dengan impian yang ingin dicapai.

Cepat atau lambat, kita harus berani melompat.

Sering kali bukan keadaan yang menahan kita.

Bukan pula orang lain.

Melainkan keyakinan kita sendiri.

Mungkin sejak kecil kita mendengar,

"Itu tidak mungkin."

"Itu bukan untuk orang seperti kita."

"Kamu tidak mampu."

Masalahnya bukan karena orang lain mengatakannya.

Masalahnya adalah ketika kita memilih mempercayainya.

Batasan terbesar bukan berada di luar diri kita.

Batasan terbesar berada di dalam pikiran kita sendiri.

Karena itu salah satu pekerjaan terberat dalam hidup adalah melepaskan pola pikir lama yang membatasi diri.

Mengubah keyakinan memang membutuhkan waktu.

Tetapi perubahan selalu dimulai dari kesadaran.


Mengubah Pikiran Tidaklah Mudah

Para psikolog mengatakan bahwa sekitar 90 persen pikiran yang muncul hari ini sama dengan pikiran yang kita miliki kemarin.

Bayangkan.

Setiap hari kita mengulang pola pikir yang hampir sama.

Kalau demikian, tidak mengherankan bila hasil hidup kita pun terus berulang.

Karena itulah perubahan bukan sesuatu yang mudah.

Namun bukan berarti mustahil.

Pertanyaannya adalah,

Bagaimana jika perubahan itu benar-benar mungkin?

Bagaimana jika kita bisa terus berkembang?

Bagaimana jika kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik setiap tahun?

Bagaimana jika kita benar-benar dapat mencapai tujuan yang selama ini hanya menjadi impian?

Bukankah itu akan menjadi kehidupan yang luar biasa?


Jangan Biarkan Keyakinan yang Membatasi Menghentikan Anda

Banyak orang memiliki keyakinan yang membatasi dirinya sendiri.

Misalnya,

"Bahasa Inggris saya tidak bagus."

"Berarti saya tidak mungkin membangun bisnis internasional."

Benarkah demikian?

Saya tidak percaya.

Dalam bisnis saya sebelumnya, sebagian besar tim saya justru tidak bisa berbahasa Mandarin.

Namun mereka membangun jaringan di lebih dari 150 negara.

Di dekat tempat tinggal saya di Amerika ada restoran Indonesia.

Di gereja Katolik dekat rumah saya juga banyak orang Indonesia.

Artinya, komunitas Indonesia ada di mana-mana.

Saya pergi ke Belanda.

Ada orang Indonesia.

Saya pergi ke Jerman.

Ada orang Indonesia.

Saya pergi ke Inggris.

Ada orang Indonesia.

Saya pergi ke Swiss.

Ada orang Indonesia.

Bahkan di Timur Tengah pun saya bertemu banyak orang Indonesia.

Hari ini masyarakat Indonesia telah hadir hampir di seluruh dunia.

Karena itu jangan pernah berkata,

"Saya tidak punya peluang."

Peluang ada di mana-mana.

Yang sering kali hilang hanyalah keberanian untuk melihatnya.

Jangan pernah membatasi diri sendiri.

Karena kemungkinan selalu lebih besar daripada yang kita bayangkan.


Kesuksesan Dibangun Bersama

Salah satu keindahan bisnis ini adalah kita tidak berjalan sendirian.

Kita memiliki komunitas.

Kita memiliki tim.

Kita saling menguatkan.

Saling mendorong.

Saling mengingatkan.

Perjalanan menuju sukses jauh lebih ringan ketika dilakukan bersama.

Saya sendiri baru menyadari pelajaran ini setelah tiga tahun berada di industri ini.

Awalnya saya masih membawa pola pikir sebagai seorang bos.

Saya terbiasa memerintah.

Memberi instruksi.

Mengatakan kepada orang lain apa yang harus mereka lakukan.

Namun ternyata pendekatan itu tidak berhasil.

Tidak ada orang yang senang diperintah.

Yang mereka butuhkan adalah dorongan.

Apresiasi.

Semangat.

Harapan.

Saya belajar bahwa seorang pemimpin tidak memaksa.

Seorang pemimpin menginspirasi.

Saya juga belajar sesuatu yang sangat penting.

Bos biasanya memberikan jawaban.

Tetapi pemimpin besar justru lebih banyak mengajukan pertanyaan.

Dengan bertanya, kita membantu orang lain menemukan jawabannya sendiri.

Dan ketika seseorang menemukan jawabannya sendiri, komitmennya akan jauh lebih kuat daripada sekadar mengikuti perintah.

Itulah salah satu rahasia membangun tim yang bertumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.

 

The Power of the Journey (Lanjutan): Kepemimpinan, Sikap, dan Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Salah satu kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan di awal perjalanan bisnis adalah membawa pola pikir seorang bos, bukan seorang pemimpin.

Saya terus berpikir bahwa tugas saya adalah memberi tahu orang lain apa yang harus mereka lakukan.

Akibatnya, saya kehilangan hampir tiga tahun.

Tiga tahun yang sangat berharga.

Baru kemudian saya menyadari bahwa membangun bisnis bukan tentang memerintah, tetapi tentang membangun hubungan.

Bukan tentang memberi jawaban, tetapi tentang membantu orang menemukan jawabannya sendiri.

Karena itu saya ingin bertanya kepada Anda.

Sudahkah Anda benar-benar menjadi bagian dari komunitas?

Kesuksesan tidak dibangun sendirian.

Kesuksesan dibangun bersama orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.

Di bisnis ini kita memiliki sistem yang telah terbukti berhasil.

Ada panduan.

Ada buku.

Ada mentor.

Ada proses pembelajaran yang dapat diikuti langkah demi langkah.

Jika Anda mau belajar dari pemimpin yang telah lebih dulu berhasil, Anda akan berkembang jauh lebih cepat dibandingkan mencoba menemukan semuanya sendiri.

Pengalaman adalah guru terbaik.

Namun belajar dari pengalaman orang lain sering kali jauh lebih cepat dan lebih murah daripada belajar dari kesalahan sendiri.


Pengusaha Adalah Seorang Pencipta

Banyak dari kita pernah bekerja sebagai karyawan.

Sebagai karyawan, tugas kita jelas.

Ada deskripsi pekerjaan.

Ada target.

Ada atasan yang memberi instruksi.

Kita tinggal melaksanakan.

Namun menjadi seorang entrepreneur sangat berbeda.

Seorang pengusaha harus menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada.

Ia harus menemukan peluang.

Mencari solusi.

Membangun sistem.

Mengembangkan pasar.

Tidak ada seorang pun yang memberi tahu apa yang harus dilakukan.

Yang dimiliki hanyalah tujuan, kemudian ia harus mencari jalan untuk mencapainya.

Karena itu seorang entrepreneur membutuhkan banyak hal:

  • Keinginan yang kuat.
  • Ketekunan.
  • Keterampilan.
  • Pengetahuan.
  • Strategi.
  • Kepemimpinan.

Kabar baiknya, semua itu dapat dipelajari.

Jika Anda memiliki mentor yang baik dan bersedia belajar dengan rendah hati, pertumbuhan Anda hampir tidak memiliki batas.

Misalnya, jika hari ini Anda belum mampu menjelaskan compensation plan, jangan jadikan itu alasan untuk berhenti.

Datanglah ke setiap Zoom meeting.

Dengarkan bagaimana para leader menjelaskannya.

Lakukan setiap hari.

Dalam beberapa minggu Anda akan mampu menjelaskannya sendiri.

Kemampuan lahir dari pengulangan.

Bukan dari bakat.


Mengelola Orang Berbeda dengan Memimpin Orang

Banyak orang mengira menjadi pemimpin berarti memiliki bawahan.

Padahal tidak.

Mengelola dan memimpin adalah dua hal yang berbeda.

Mengelola berarti meminta seseorang melakukan sesuatu demi kepentingan organisasi atau diri kita.

Sedangkan memimpin berarti berjalan bersama seseorang agar ia bertumbuh dan memperoleh manfaat dari proses tersebut.

Seorang pemimpin membantu orang lain berhasil.

Bukan sekadar membuat mereka bekerja.

John Maxwell pernah mengatakan,

"Seorang pemimpin mengetahui jalan, berjalan di jalan itu, lalu menunjukkan jalan kepada orang lain."

Kalimat itu sangat sederhana, tetapi sangat dalam.

Pemimpin tidak hanya berbicara.

Pemimpin memberi contoh.

Sayangnya, sekolah jarang mengajarkan kepemimpinan.

Banyak orang belajar menjadi pemimpin melalui olahraga, militer, organisasi keagamaan, atau pengalaman hidup.

Namun industri ini memberikan kesempatan yang luar biasa.

Di sini setiap orang memiliki peluang untuk belajar memimpin.

Syaratnya hanya satu:

Hadir. Belajar. Terlibat.


Saya Berasal dari Tempat yang Sangat Sederhana

Ketika melihat saya hari ini, mungkin sebagian orang berpikir perjalanan saya selalu mudah.

Padahal tidak.

Saya hanyalah seorang anak kecil dari Hong Kong.

Saya tidak berbeda dengan Anda.

Ketika masih duduk di kelas tiga SD, keluarga saya pindah ke Amerika Serikat.

Masalahnya, saya tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.

Tidak satu kata pun.

Saya datang sebagai anak kecil yang benar-benar harus memulai dari nol.

Kalau saat itu ada yang mengatakan bahwa suatu hari nanti saya akan berbicara di berbagai negara di dunia, saya sendiri mungkin tidak akan mempercayainya.


Sikap Lebih Penting daripada Kemampuan

Saya selalu mengagumi orang-orang yang memiliki sikap luar biasa.

Salah satunya adalah Kim.

Ia selalu tampil percaya diri.

Tenang.

Jelas.

Tahu apa yang harus dilakukan.

Saya percaya sebuah prinsip yang sangat penting:

Attitude lebih penting daripada aptitude.

Sikap lebih penting daripada kemampuan.

Kemampuan dapat dipelajari.

Pengetahuan dapat ditambah.

Tetapi tanpa sikap yang benar, semua kemampuan itu tidak akan membawa seseorang terbang tinggi.

Ketinggian yang akan kita capai dalam hidup lebih banyak ditentukan oleh sikap daripada kecerdasan.


Bertumbuh Sedikit Demi Sedikit

Di awal perjalanan saya, audiens saya sangat sedikit.

Sepuluh orang.

Dua puluh orang.

Kadang tiga puluh orang.

Lalu empat puluh.

Lima puluh.

Sedikit demi sedikit ruangan mulai terasa penuh.

Akhirnya kami harus pindah ke hotel karena tempat sebelumnya sudah tidak cukup lagi.

Semuanya bertumbuh secara bertahap.

Tidak ada kesuksesan yang terjadi dalam semalam.

Saya masih ingat jas yang saya kenakan waktu itu.

Harganya hanya sekitar 150 dolar.

Kemejanya murah.

Dasi yang saya pakai bahkan hanya sekitar delapan dolar.

Setelah selesai berbicara, saya pulang ke rumah.

Ketika membuka kemeja, leher saya memerah karena kainnya sangat kasar.

Saya tertawa ketika mengingatnya.

Namun saya tidak pernah membiarkan keadaan mengubah sikap saya.

Saya tetap datang dengan semangat.

Tetap tersenyum.

Tetap memberikan yang terbaik.

Karena orang tidak mengingat harga jas yang kita pakai.

Mereka mengingat energi yang kita bawa.


Jadilah Cahaya bagi Orang Lain

Setiap hari Anda akan bertemu orang-orang yang mungkin sedang mengalami masa sulit.

Mungkin Anda adalah satu-satunya senyuman yang mereka lihat hari itu.

Mungkin Anda adalah satu-satunya harapan yang mereka dengar.

Karena itu jadilah cahaya.

Datanglah dengan semangat.

Datanglah dengan sukacita.

Datanglah dengan energi yang positif.

Sikap yang baik memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang kita sadari.


Jangan Batasi Diri Anda

Dulu saya juga berpikir kemampuan bahasa Inggris saya akan selalu terbatas.

Namun saya terus mencoba.

Hari ini saya dapat memberikan pelatihan selama satu atau dua jam di berbagai negara.

Apa yang dahulu terasa mustahil, kini menjadi hal yang biasa.

Karena itu jangan berkata,

"Saya belum bisa."

Lebih baik katakan,

"Saya belum bisa... sekarang."

Teruslah mencoba.

Nikmati prosesnya.

Kemampuan akan mengikuti keberanian Anda untuk terus melangkah.


Dunia Menjadi Lebih Besar daripada yang Kita Bayangkan

Melalui bisnis ini saya berkesempatan mengenal Indonesia lebih dekat.

Semakin sering saya datang, semakin saya menyadari betapa indahnya negeri ini.

Membangun bisnis di kota besar saja sudah penuh tantangan.

Apalagi di daerah-daerah.

Namun justru di sanalah peluang berada.

Orang-orang membutuhkan harapan.

Mereka membutuhkan kesempatan.

Bukan sekadar produk.

Melainkan peluang untuk mengubah hidup.

Saya juga berkesempatan berbicara di Vietnam, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan masih banyak negara lainnya.

Dan itu baru kawasan Asia.

Perjalanan ini membuat saya semakin yakin bahwa kesempatan tidak mengenal batas negara.

Mengapa Anda hanya berpikir membangun bisnis di satu kota jika dunia terbuka begitu luas?

Indonesia sendiri memiliki lebih dari 17.000 pulau.

Bayangkan besarnya peluang yang ada.


Berani Memiliki Visi Besar

Saya pernah tiba di Taiwan pada hari Senin pagi.

Kami naik kereta cepat menuju kota berikutnya.

Sesampainya di lokasi, saya terkejut.

Sudah ada sekitar tiga ribu orang memenuhi ruangan.

Hari Senin.

Pagi hari.

Saya berpikir,

"Bukankah mereka seharusnya sedang bekerja?"

Saat itulah saya menyadari satu hal.

Di seluruh dunia, orang-orang sedang mencari kesempatan untuk hidup yang lebih baik.

Saya juga pernah menghadiri acara di Malaysia dengan sekitar 1.500 peserta.

Di Hong Kong dan Makau, kami mengadakan pertemuan rutin dengan 12.000 hingga 15.000 orang dalam sebuah stadion.

Ketika berdiri di atas panggung sebesar itu, saya tidak melihat kerumunan.

Saya melihat ribuan impian.

Ribuan keluarga.

Ribuan orang yang percaya bahwa hidup mereka masih bisa berubah.

Mengapa Indonesia tidak bisa memiliki pemandangan seperti itu?

Mengapa bukan Anda yang membantu mewujudkannya?


Kesuksesan Memberi Kita Pilihan

Ada masa ketika saya hampir tidak memiliki uang.

Hari ini hidup saya sangat berbeda.

Bisnis ini memberi saya kesempatan memiliki rumah.

Memiliki mobil impian.

Saya memang menyukai Porsche.

Suatu hari saya datang ke dealer hanya karena penasaran.

Saya melihat label harganya.

Sangat mahal.

Namun saat itu saya tersenyum.

Bukan karena saya langsung membelinya.

Melainkan karena saya sadar,

Saya mampu membelinya jika saya mau.

Perasaan memiliki pilihan jauh lebih berharga daripada sekadar memiliki barang.

Itulah salah satu hadiah terbesar dari kebebasan finansial.


Hadiah Terbesar Adalah Membahagiakan Orang Tua

Namun jika Anda bertanya apa pencapaian yang paling berarti bagi saya, jawabannya bukan rumah ataupun mobil.

Jawabannya adalah ibu saya.

Ketika saya berusia 19 tahun, kedua orang tua saya bercerai.

Masa itu tidak mudah.

Ibu saya mengendarai sebuah Mercedes diesel tua keluaran tahun 1984.

Mobil itu sangat berisik.

Setiap kali pedal gas diinjak, suara mesinnya begitu keras dan mobil membutuhkan waktu cukup lama sebelum akhirnya melaju.

Saya masih mengingat semua itu dengan jelas.

Di dalam hati saya berjanji,

"Suatu hari nanti saya ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk ibu saya."

Itulah alasan terbesar saya bekerja keras.

Karena kesuksesan yang sesungguhnya bukan hanya tentang apa yang dapat kita miliki.

Melainkan tentang siapa yang dapat kita bahagiakan melalui hasil dari perjuangan kita.

 

Comments