🎤 Kim Hui – “The Calling”
🎤 Kim Hui – “The Calling”
https://www.youtube.com/watch?v=E4dvYtdK5fw
Saat duduk di belakang ruangan ini, begitu banyak kenangan terlintas kembali — tentang perjalanan kewirausahaan saya selama 30 tahun terakhir.
Terutama setelah menyaksikan apa yang terjadi pada dunia dalam beberapa tahun terakhir — peristiwa global yang memengaruhi begitu banyak kehidupan.
Ada sesuatu yang disebut “The Calling” — sebuah panggilan.
Banyak orang mungkin bertanya-tanya bagaimana semuanya bermula.
Saya ingin berbagi sedikit tentang bagaimana proyek ini lahir, karena menurut saya hal itu penting di masa seperti sekarang.
Dunia yang kita tinggali saat ini sedang memanggil kita untuk berubah.
Memanggil kita untuk meningkatkan kesadaran kemanusiaan.
Untuk bersatu, saling mengangkat, dan menjadi versi terbaik dari diri kita — bahkan lewat sebuah platform bisnis.
Mungkin kelihatannya hanya bisnis, tetapi sebenarnya lebih dalam dari itu.
Saya telah menjadi pengusaha selama 30 tahun.
Saya memulai di industri ini — dan sekarang saya sadar, semua itu seolah sudah dirancang sejak awal.
Waktu itu saya baru saja lulus kuliah, bekerja di perusahaan besar Fortune 500, dan ketika saya merasa sudah mencapai puncak karier... saya justru terkena downsizing — diberhentikan.
Saya depresi, bingung, tidak tahu harus apa.
Lalu seorang teman berkata akan membantu saya.
Saya kira dia akan mencarikan pekerjaan, tapi ternyata dia mengajak saya ke sebuah pertemuan besar — ada ratusan orang di sana.
Saya pikir itu bursa kerja!
Ternyata itu adalah pertemuan network marketing.
Saya bahkan tidak tahu apa itu network marketing.
Namun malam itu saya melihat dua hal:
Pertama, saya melihat orang-orang biasa yang berhasil meraih hasil luar biasa.
Kedua, saya melihat cahaya harapan di mata mereka — sesuatu yang belum pernah saya lihat di dunia korporat.
Saya penasaran dan ikut bergabung malam itu juga.
Begitu pulang, saya langsung bercerita kepada kakak saya, seseorang yang sangat saya hormati.
Dia lulusan S2 dari USC. Saya berkata, “Aku akhirnya menemukan mimpiku! Aku akan jadi jutawan!”
Dia menatapku dan berkata, “Jangan bilang kau sudah minum Kool-Aid! Kau ini akuntan, bukan penjual. Hubungi mereka dan minta uangmu kembali.”
Sebagai adik yang penurut, saya pun menelepon sponsor saya dan berkata,
“Saya rasa saya salah. Saya tidak punya pekerjaan, tidak punya uang, dan saya pakai kartu kredit untuk bergabung. Bisa tolong proses pengembalian dana?”
Sponsor saya menjawab, “Kim, sebelum refund, lakukan satu hal. Hadiri pelatihan hari Sabtu. Kalau setelah pelatihan kamu masih ingin berhenti, saya bantu refund.”
Saya pikir, oke, itu adil.
Sabtu pagi saya datang ke pelatihan itu.
Seorang pria paruh baya berbicara dengan tenang — dan menghasilkan uang besar.
Saya berpikir, kalau dia bisa, aku juga bisa.
Saya bertanya, “Benarkah bisa menghasilkan uang di industri ini?”
Dia menjawab, “Tentu. Orang paling sukses di industri ini, namanya Dexter Yeager, penghasilannya satu juta dolar per bulan.”
Saya tertegun — satu juta dolar sebulan! Itu uang nyata.
Tanpa sadar, kalimat itu menanam benih kemungkinan di pikiran saya.
Benih bahwa jika seseorang bisa, saya pun bisa.
Walaupun saya sedang menganggur, tidak punya tabungan, tapi saya punya semangat dan harapan.
Apakah saya langsung berhasil? Tidak.
Butuh bertahun-tahun — tapi pada 2016–2017, saya akhirnya merasakan apa rasanya menghasilkan satu juta dolar per bulan. Bulan demi bulan, tahun demi tahun.
Dan kalian tahu rasanya?
Awalnya saya membayar semua utang, lalu berbelanja — sepatu, tas, syal, perhiasan, mobil mewah...
Tapi setelah semua itu, saya sadar: kebahagiaan dari hal-hal itu hanya bertahan seminggu dua minggu.
Mobil sport pun terasa biasa.
Tidak ada yang benar-benar memuaskan.
Lalu saya mulai bertanya pada diri sendiri:
Apakah hidup hanya tentang uang dan harta?
Kita datang ke dunia ini tanpa apa-apa, dan akan pergi tanpa membawa apa-apa.
Semua yang kita miliki hanyalah titipan sementara.
Saya memutuskan mencari makna yang lebih dalam.
Saya ingin kekayaan yang saya miliki tidak hanya disimpan di bank, tetapi digunakan untuk menciptakan kebaikan di dunia.
Karena uang di bank tidak menghasilkan kebaikan apa-apa.
Jadi saya mulai mencari diri.
Saya pergi ke Sedona — sebuah kota kecil yang dikenal spiritual.
Di sanalah saya bermeditasi, berjalan di alam, dan bertanya pada diri sendiri:
“Apa tujuan saya hidup di bumi ini?”
Saya sempat berpikir untuk tidak lagi berbisnis.
Saya merasa sudah cukup.
Karena saya tahu: uang tidak membeli kebahagiaan sejati.
Dan di saat perenungan itu, datanglah sebuah panggilan —
Sebuah pesan dalam hati:
“Kim, waktunya keluar. Gunakan anugerah dan karunia yang kamu punya untuk menjadi suara harapan bagi dunia.”
Keesokan harinya saya bangun dengan perasaan sangat kuat — saya harus menelepon sepasang suami istri di San Diego.
Saya tidak tahu siapa mereka.
Saya menelepon teman saya, Samson, dan dia berkata, “Oh, aku kenal Lance dan Tracy Smith.”
Kami pun bertemu — dan dari sanalah semua dimulai.
Kami berbicara tentang the calling — tentang proyek warisan (legacy project) yang bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang kontribusi untuk kemanusiaan.
Akhirnya, 40 orang sahabat saya — semuanya sukses, dengan pendapatan residu besar — memutuskan meninggalkan segalanya untuk membangun sesuatu yang lebih bermakna.
Kami semua sudah paruh baya, tapi ini adalah “paruh baya yang baru.”
Kami merasa masih punya banyak yang bisa diberikan.
Kami ingin membangun proyek warisan — proyek yang lahir dari cinta dan niat memberi.
Bukan untuk keuntungan pribadi semata, tetapi untuk meninggalkan dampak bagi dunia.
Hari ini sudah lima minggu saya berkeliling tanpa koper besar, tanpa sepatu hak tinggi, tanpa baju glamor.
Saya datang apa adanya — membawa pesan sederhana:
Bagi siapa pun yang hatinya tersentuh oleh pesan ini, mungkin inilah panggilanmu juga.
Saya ingin bertanya:
Berapa banyak dari kalian yang tahu, jauh di dalam hati, bahwa kalian diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar dari hari ini?
(tepuk tangan)
Kalau ya, kalian berada di ruangan yang tepat.
Kami pernah membangun perusahaan dari nol — dari meja dapur dengan lima orang — menjadi perusahaan bernilai 10 miliar dolar dalam 13 tahun.
Namun saya tahu, itu belum seberapa dibandingkan apa yang akan datang.
Karena kali ini, kita mulai bukan dengan lima orang, tapi dengan lebih dari 10.000 orang dari hari pertama.
Bayangkan potensinya!
Kita sedang berada di awal sebuah kesempatan seumur hidup.
Satu peluang bisa mengubah seluruh garis keturunan keluarga seseorang — secara finansial dan spiritual.
Dan malam ini, kalian duduk di tengah peluang itu.
Jika kalian masih punya mimpi,
jika kalian berani bermimpi lagi,
inilah saatnya.
Ingat: kesuksesan terjadi tiga kali.
Pertama, ia diciptakan dalam mimpi dan visi.
Kedua, ia dibentuk dalam rencana.
Dan ketiga, ia diwujudkan melalui aksi.
Bermimpilah.
Rencanakan.
Dan kerjakan.
Karena tidak ada mimpi yang menjadi kenyataan tanpa tindakan.
Tapi begitu kalian berani bermimpi, berencana, dan bekerja —
semesta akan bergerak bersama kalian.
Kim Hui – The Calling yang luar biasa inspiratif.
1. Awal Panggilan & Refleksi Hidup
Kim Hui membuka dengan refleksi mendalam tentang 30 tahun perjalanannya sebagai entrepreneur, terutama setelah melihat peristiwa dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Ia merasakan bahwa dunia sedang memanggil — memanggil manusia untuk berubah, bangkit, bersatu, dan menaikkan kesadaran.
Dan menariknya, panggilan itu datang melalui platform bisnis.
💬 “This world is calling for the rising of humanity… and we are called to do that through our business platform.”
2. Awal Karier & Titik Balik Hidup
Kim menceritakan awalnya bekerja di perusahaan besar setelah lulus kuliah, hingga akhirnya terkena PHK.
Dalam kebingungan itu, seorang teman mengajaknya ke “sebuah pertemuan” — ternyata itu adalah pertemuan network marketing.
Dari sana ia melihat dua hal:
-
Orang biasa bisa mencapai hasil luar biasa.
-
Ada cahaya harapan di mata mereka.
Malam itu ia langsung bergabung. Namun keluarganya meragukan pilihannya — kakaknya menyuruhnya batalkan dan minta refund.
Untung, sponsor-nya memintanya hadir ke satu pelatihan dulu sebelum menyerah. Pelatihan itu mengubah segalanya.
💬 “If he could do it, I think I could do it too.”
3. Benih Kemungkinan
Ia terinspirasi mengetahui ada seseorang yang menghasilkan USD 1 juta per bulan di industri itu.
Benih itu menanamkan keyakinan bahwa “kalau dia bisa, aku juga bisa.”
Meskipun butuh bertahun-tahun, akhirnya Kim sendiri mencapai penghasilan jutaan dolar per bulan — tapi kemudian ia menyadari sesuatu:
💬 “After buying everything I wanted, I realized happiness only lasted a week or two.”
4. Pencarian Makna
Setelah meraih semua materi, Kim merasa kosong. Ia mulai mencari makna sejati hidup dan kekayaan.
Ia sadar bahwa kita tidak membawa apapun saat meninggalkan dunia — semua hanyalah titipan.
Lalu ia memutuskan untuk menggunakan kekayaannya untuk menciptakan kebaikan dan kontribusi bagi dunia.
💬 “Instead of letting money sit in the bank, I want it to manifest more goodness on Earth.”
Perjalanan spiritualnya membawanya ke Sedona, Arizona, tempat ia banyak merenung dan bertanya:
“Kenapa aku ada di dunia ini? Apa tujuan hidupku?”
5. Mendapatkan “The Calling”
Pada September tahun sebelumnya, ia menerima “pesan panggilan” untuk kembali keluar dan menjadi suara harapan bagi umat manusia.
Ia merasa dipanggil untuk membangun platform baru — sebuah legacy project.
Ia lalu menghubungi Samson, dan bersama-sama mereka terhubung dengan Lance & Tracy Smith.
Panggilan itu juga dirasakan oleh banyak rekan lama seperti Harris, Chloe, Zhang Yoon, dan lainnya.
💬 “We wanted to build something that’s not just business, but contribution.”
Sebanyak 40 orang meninggalkan penghasilan pasif besar dari bisnis lama mereka untuk memulai THREE International, proyek warisan untuk generasi berikutnya.
6. Makna dan Niat Baru
Kim menekankan bahwa di usia 58 tahun, ia tidak mencari kemewahan.
Ia bepergian ringan, tanpa koper besar, tanpa sepatu hak tinggi — hanya dengan niat tulus dan misi.
💬 “I decided to come as I am, for those who hear the message and resonate — this is for you.”
Ia mengajak audiens untuk menyadari bahwa kita semua bisa menjadi lebih besar dari diri kita saat ini.
7. Kekuatan Mimpi & Manifestasi
Kim berbicara tentang kekuatan mimpi dan niat.
Kesuksesan selalu diciptakan tiga kali:
-
Dream it – Dimulai dari mimpi dan visi.
-
Plan it – Dirancang dengan rencana dan strategi.
-
Work it – Dikerjakan dengan tindakan nyata.
💬 “Everything begins with a dream. Success is created three times — dream it, plan it, work it.”
Ia juga menyinggung tentang konsep quantum field — bahwa semua potensi sudah ada, tinggal bagaimana kita menyelaraskan niat dan tindakan untuk mewujudkannya.
🌟 Inti Pesan “The Calling”
-
Dunia sedang memanggil kita untuk naik tingkat kesadaran dan memberi kontribusi.
-
Kekayaan sejati bukan uang, tapi dampak dan warisan yang ditinggalkan.
-
Semua dimulai dari mimpi, rencana, dan kerja keras.
-
Tugas kita adalah menjadi suara harapan bagi manusia lain.
💬 “The world is calling for us to rise — to become the voices of hope for humanity.”

Comments
Post a Comment