Ramadan Series – Episode 3 [ LEANA DEEB]
NUTRISI SAAT RAMADAN: MAKAN SEBAGAI IBADAH
Apa kabar keluarga indahku 🤍
Selamat datang di episode ketiga dari Ramadan Series.
Hari ini kita akan membahas nutrisi, dan jujur saja—ini adalah salah satu topik paling penting selama Ramadan.
Karena ketika kita tidak punya struktur dan kesadaran tentang apa yang kita makan selama Ramadan, sangat mudah untuk “lepas kendali”. Semua makanan terasa ingin dicoba. Semua hidangan terasa boleh. Dan akhirnya, bukannya merasa lebih ringan dan bertenaga, kita justru merasa lemas, begah, dan kehilangan energi.
Di video ini, kamu akan mendapatkan:
cara menyusun pola makan selama Ramadan
jenis makanan yang sebaiknya dipilih
makanan yang mendukung energi, latihan, dan ibadah
serta pelajaran penting yang benar-benar mengubah caraku memandang makanan
MAKAN ADALAH NIAT, MAKAN ADALAH IBADAH
Hal pertama yang ingin aku tekankan—dan ini juga aku sampaikan di video tentang latihan—adalah soal niat.
Latihan selama Ramadan bukan soal bentuk tubuh.
Latihan adalah menggerakkan tubuh karena Allah.
Dan hal yang sama berlaku untuk makanan.
👉 Makan juga adalah bentuk ibadah.
Allah telah memberi kita kesehatan. Maka pertanyaannya:
Apakah kita memilih makanan yang Allah sediakan di bumi ini untuk menyehatkan tubuh kita?
Makanan utuh.
Makanan alami.
Sayur hijau.
Protein.
Makanan tinggi serat.
Ketika kita melihat makanan sebagai ibadah—terutama di bulan paling spiritual dalam setahun—segalanya menjadi jauh lebih mudah. Kita tidak lagi merasa “terpaksa” memilih makanan sehat, tapi merasa:
“Ini bagian dari ibadahku.”
PERSIAPAN MAKANAN: GAME CHANGER RAMADAN
Sebelum kita masuk ke detail serat, karbohidrat, dan lemak sehat, aku ingin membahas satu hal penting: persiapan makanan.
Kamu bisa:
meal prep
meat prep
veggie prep
atau sekadar merencanakan menu sederhana
Tidak semua orang cocok meal prep.
Mungkin kamu punya anak.
Mungkin kamu tinggal sendiri.
Mungkin kamu sering makan bersama keluarga besar.
Aku pribadi akan meat prepping dan merencanakan resep sebelumnya. Kadang aku meal prep penuh, kadang aku memilih makanan super cepat dan simpel.
Intinya satu:
Perencanaan menghemat energi.
Di Ramadan, kita akan lelah.
Kita tidak selalu ingin masak lama.
Dan kadang ada ekspektasi hidangan lengkap dari orang sekitar.
Maka memotong sayur lebih awal, menyiapkan protein, atau punya menu sederhana—itu sangat membantu. Makan jadi tidak terasa berat, tidak terasa ribet.
DISIPLIN & PENGENDALIAN DIRI
Hal berikutnya yang sangat penting adalah disiplin dan pengendalian diri.
Ketika kita bicara tentang makanan yang:
tidak menaikkan gula darah berlebihan
tidak meningkatkan kortisol
tidak membuat tubuh lemas dan ngantuk
Kita akan sampai pada satu pertanyaan jujur:
“Seberapa serius aku menjalani Ramadan ini?”
Apakah kita ingin disiplin?
Atau ingin mengikuti semua keinginan sesaat?
Keseimbangan itu boleh.
Aturan 80/20 itu sehat.
Tapi tetap harus ada niat sadar.
Mulailah dengan mindset:
“Aku adalah orang yang peduli pada tubuhku.”
Bukan karena ego.
Tapi karena tubuh ini amanah.
CARA MEMBUKA PUASA YANG BIJAK
Mari kita mulai dari iftar.
Aku sangat merekomendasikan:
1 buah kurma
air putih
Kurma tinggi serat, dan air untuk rehidrasi.
Kamu juga bisa menambahkan elektrolit:
sejumput garam
atau elektrolit tanpa pemanis buatan
atau air kelapa
Setelah itu—sholat dulu.
Kenapa?
Karena ketika kamu:
makan kurma
minum air
lalu sholat
Kamu memberi waktu tubuh untuk:
mencerna perlahan
menenangkan impuls
dan kembali ke kesadaran
Setelah sholat, kamu akan makan dengan lebih tenang dan lebih bijak.
MAKAN UTAMA: STRUKTUR YANG TEPAT
Urutan ideal:
Karbohidrat kompleks tinggi serat
Protein
Lemak sehat
Probiotik (jika memungkinkan)
Kenapa karbohidrat kompleks?
Karena:
dicerna lebih lambat
memberi energi jangka panjang
tidak melonjakkan gula darah
Contohnya:
sup lentil
salad
kacang-kacangan
ubi
nasi merah
quinoa
Hindari langsung makan roti putih atau pita bread. Bukan berarti haram, tapi bukan pilihan pertama.
Lalu protein:
ayam
ikan
daging
telur
kacang-kacangan
Protein penting untuk:
energi
otot
pemulihan tubuh
Kemudian lemak sehat:
alpukat
kacang
olive oil
chia seed
flaxseed
zaitun
Dan jika bisa, tambahkan probiotik.
SAHUR: MAKAN UNTUK BERTAHAN SEHARI
Sahur sebaiknya:
tinggi serat
tinggi protein
lemak sehat
probiotik
Pilihan probiotik:
Greek yogurt
kefir
yogurt kelapa
laban
sauerkraut
kimchi
makanan fermentasi
Protein:
telur
ful dengan olive oil
hummus
ayam
turkey
beef bacon secukupnya
Karbohidrat:
oatmeal
chia pudding
buah beri
sourdough secukupnya
Hati-hati dengan roti putih dan pita bread. Aku pribadi menguranginya karena aku tahu kalau terlalu banyak, aku akan:
cepat lapar
cepat lemas
tidak fokus
Ini bukan soal larangan.
Ini soal merasakan tubuhmu sendiri.
AIR & ELEKTROLIT
Pastikan:
cukup minum dari malam hingga sahur
elektrolit jika perlu
jangan menunggu haus
Dehidrasi sering disalahartikan sebagai lapar atau lelah.
PENUTUP
Ramadan bukan bulan menyiksa tubuh.
Ramadan adalah bulan menyelaraskan tubuh dan ruh.
Makan dengan niat.
Makan dengan kesadaran.
Makan sebagai ibadah.
Rencanakan makananmu.
Tubuhmu akan berterima kasih.
Semoga video ini bermanfaat 🤍
Episode berikutnya: cara mendekatkan diri pada iman selama Ramadan.
Sampai jumpa.
SUMBER
Comments
Post a Comment