Ramadan Series – Episode 4 [ LEANA DEEB]

Ramadan Series – Episode 4

Mendekatkan Diri pada Iman

Assalamu’alaikum dan halo keluarga indahku.
Selamat datang kembali di Ramadan Series.

Hari ini kita sudah sampai di episode keempat, dan menurutku ini adalah salah satu topik paling penting: bagaimana mendekatkan diri kepada iman.

Aku ingin membahas ini dari perspektif yang universal. Karena aku tahu, tidak semua orang yang mengikuti Ramadan melakukannya dalam konteks Islam saja. Ada yang menjalankannya karena alasan spiritual pribadi, ada yang datang dari keyakinan berbeda. Jadi hari ini kita bicara tentang bagaimana terhubung dengan imanmu sendiri.

Untukku, tentu saja itu adalah Islam. Tapi esensinya berlaku untuk semua: bagaimana kita mengenal Tuhan dengan benar.


1. Memahami Siapa Tuhan Sebenarnya

Hal pertama dalam perjalanan iman adalah memahami siapa Tuhan itu.

Tergantung bagaimana kita dibesarkan, banyak dari kita mungkin tumbuh dengan gambaran bahwa Tuhan itu menakutkan, selalu menghukum, dan harus ditakuti setiap saat. Kita diajarkan rasa takut, tapi tidak selalu diajarkan cinta.

Padahal Tuhan itu Maha Pengasih. Maha Penyayang. Maha Lembut. Maha Pemaaf.

Ya, tentu ada aspek rasa takut kepada Tuhan — bukan takut dalam arti teror, tetapi rasa hormat dan kesadaran bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi dari kita. Karena jika kita tidak memiliki kesadaran itu, apa yang mencegah kita berbuat curang, mencuri, atau menyakiti orang lain?

Rasa takut yang sehat kepada Tuhan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun yang sering kita lupakan adalah: Tuhan juga Maha Mengampuni.

Sebagai seseorang yang tidak memiliki masa lalu yang sempurna, aku harus belajar memaafkan diriku sendiri. Dan aku harus belajar bahwa Tuhan juga memaafkanku.

Itulah keindahan iman.
Kamu bisa melakukan banyak kesalahan dalam hidup, tapi jika niatmu tulus untuk kembali dan menjadi lebih baik, Tuhan akan membuka pintu pengampunan.

Iman adalah proses konsisten untuk menjadi versi terbaik dirimu.

Tanpa iman, sangat mudah kehilangan arah dan tujuan. Ketika kita tidak merasa terhubung pada tujuan yang lebih tinggi, hidup terasa kosong dan motivasi pun mudah hilang.


2. Mengenal Tuhan Lewat Kitab Suci

Lalu apa artinya benar-benar mengenal Tuhan?

Itu kembali pada kitab suci.

Kitab suci bukanlah buku aturan besar yang mengekang hidup kita. Ia adalah panduan. Petunjuk untuk hidup yang lebih baik.

Jika kita melihat kitab suci sebagai daftar larangan, tentu kita tidak akan terdorong untuk membacanya. Tapi jika kita melihatnya sebagai pesan cinta dan petunjuk hidup dari Tuhan, perspektif kita berubah.

Semua yang tertulis di dalamnya — tentang dosa, tentang larangan, tentang cara memperlakukan sesama — bukan untuk membatasi kita, tetapi untuk melindungi jiwa dan karakter kita.

Sering kali ketika kita tidak mengikuti ajaran kitab suci, kita justru masuk ke situasi yang menyakitkan atau merugikan diri sendiri.

Dulu aku juga melihat agama seperti penghalang. Aku bertanya, “Kenapa harus begini? Kenapa tidak boleh begitu?”

Budaya dan lingkungan sempat membentuk pandanganku secara keliru.

Namun ketika aku mulai benar-benar mempelajari makna setiap ayat, membedahnya, memahami konteksnya, dan mencoba mengaplikasikannya dalam hidup modern — semuanya berubah.

Dalam Islam ada tafsir, yaitu penjelasan mendalam tentang ayat-ayat Al-Qur’an. Ketika kita memahami konteks dan hikmah di baliknya, kita bisa mengaitkannya dengan kehidupan kita hari ini.

Bertanya itu tidak salah.
Meragukan lalu mencari jawaban itu tidak salah.

Jangan hanya percaya karena kamu dibesarkan seperti itu.
Percayalah karena kamu memahami dan memilihnya.

Itulah komitmen sejati dalam iman.


3. Doa: Membangun Hubungan dengan Tuhan

Hal berikutnya yang sangat mengubah hidupku adalah doa.

Tanpa doa, bagaimana kita membangun hubungan dengan Tuhan?

Dalam Islam, ada lima waktu salat setiap hari. Tapi mungkin dalam keyakinanmu bentuknya berbeda — doa pagi, doa malam, meditasi, waktu hening.

Bagiku, awalnya aku hanya mulai dengan satu salat sehari. Aku fokus memperbaiki yang satu itu. Setelah terbiasa, baru aku menambahkan yang lain.

Doa itu seperti titik reset spiritual.
Seperti blok meditasi yang mengingatkan kita bahwa hidup ini punya tujuan yang lebih tinggi.

Ketika kita bekerja, bahkan dalam pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana atau berat, jika kita menghubungkannya dengan Tuhan, pekerjaan itu menjadi ibadah.

Doa membantu kita:

  • Tetap fokus di era distraksi digital

  • Tidak larut dalam rasa bersalah setelah berbuat salah

  • Cepat kembali dan bertaubat

  • Mengingat bahwa Tuhan selalu ada

Doa bukan tentang dihukum.
Doa adalah tentang kembali.

Dan ya, berhenti di tengah kesibukan untuk berdoa itu sulit. Tapi semakin kita konsisten, semakin kuat koneksi itu terasa.


4. Sedekah: Membersihkan Jiwa

Hal lain yang sangat menarikku untuk lebih dalam belajar agama adalah konsep sedekah.

Dalam Islam dikenal sebagai zakat — memberikan sebagian dari harta yang kita miliki.

Tapi sedekah bukan hanya soal uang.

Sedekah bisa berupa:

  • Senyum kepada orang lain

  • Membantu orang tua

  • Memberikan waktu

  • Mengorbankan tenaga

Ketika kamu memiliki $10 dan kamu memberi $2, itu terasa besar. Tapi ketika kamu memberi karena Tuhan, kamu belajar percaya bahwa rezeki tidak pernah benar-benar berkurang.

Aku bisa berkata dengan jujur, setiap kali aku memberi — baik secara publik maupun diam-diam — Tuhan selalu menggantinya dengan lebih.

Bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi kesempatan, ketenangan, dan keberkahan.

Sedekah membersihkan hati.
Sedekah merendahkan ego.
Sedekah memperkuat iman.


Penutup

Jadi untuk mendekatkan diri pada iman:

  1. Kenali Tuhan dengan benar — penuh cinta dan pengampunan.

  2. Pelajari kitab suci dengan pemahaman, bukan sekadar kewajiban.

  3. Bangun hubungan lewat doa yang konsisten.

  4. Bersihkan jiwa lewat sedekah dan kebaikan.

Ramadan adalah momen reset.
Bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang menjadi lebih sadar.

Semoga poin-poin ini bisa kamu ambil dan aplikasikan dalam hidupmu.

Sampai jumpa di episode berikutnya — kita akan membahas lebih dalam tentang sedekah dan mengapa ia begitu penting.

Semoga Ramadan ini membawa kita semua lebih dekat pada Tuhan dan pada versi terbaik diri kita sendiri. 🌙

Comments

Popular Posts