KOTA SUPER (SUPER CITIES): KECERDASAN TERITORIAL UNTUK MASA DEPAN [PTDI STTD STADIUM GENERALE 9/6/2026
BY ERNI BASRI [9 Juni 2026]
KOTA SUPER (SUPER CITIES): KECERDASAN TERITORIAL UNTUK MASA DEPAN
Terima kasih banyak atas kesempatan ini untuk berbagi dengan
Anda semua mengenai penelitian dan pengalaman Metropolis dalam merancang kota-kota
masa depan.
Dalam dunia perancangan kota masa depan, buku kami
menjelaskan konsep Super Cities (Kota Super).
Kota Super bukanlah kota megapolitan (megacity).
Kota Super lahir dari Super Intelligence (Kecerdasan
Super), yaitu kombinasi antara kecerdasan manusia dan kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence/AI).
Melalui AI dan teknologi digital, kita dapat meningkatkan
kualitas kota secara signifikan. Kita dapat mengurangi konsumsi energi,
meningkatkan keselamatan dan keamanan, serta mengelola lalu lintas dan
pencahayaan dengan lebih baik.
Namun menurut saya, kecerdasan manusia tetap lebih penting
daripada teknologi itu sendiri.
Kecerdasan manusia berkaitan dengan visi, kepemimpinan, dan
kemampuan membangun proyek bersama yang melibatkan masyarakat dalam merancang
kota masa depan.
Ketika kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan digabungkan,
terciptalah Super Intelligence, dan ketika konsep ini diterapkan pada
kota, lahirlah Super Cities.
Karena itu, Kota Super bukan tentang ukuran kota. Bukan
tentang kota kecil atau kota besar. Kota Super adalah tentang tingkat
kecerdasan, keterhubungan, dan koherensi dalam merancang masa depan.
Pengalaman Metropolis
Saya ingin berbagi pengalaman dari Metropolis International
Center for Urban Innovation dalam merancang wilayah perkotaan masa depan.
Kami memulai Metropolis di Philadelphia, Universitas
Pennsylvania, sekitar 25 tahun lalu melalui proyek yang kami sebut Projective
Cities.
Seluruh pengalaman dan pembelajaran kami berkontribusi pada
implementasi praktis Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan.
Menyepakati SDGs adalah satu hal, tetapi menerapkannya
secara nyata adalah tantangan yang sesungguhnya.
Seluruh pembelajaran dari perjalanan tersebut kami rangkum
dalam buku Super Cities: Territorial Intelligence, yang dapat diterapkan
dalam berbagai konteks perkotaan di seluruh dunia.
Contoh Madrid: Kota Penghubung Dunia
Saat ini Metropolis mengembangkan proyek yang disebut Madrid
Innovation Lab, sebuah kolaborasi antara Pemerintah Wilayah Madrid,
perusahaan-perusahaan solusi perkotaan di Spanyol, dan Metropolis sebagai mitra
pengetahuan.
Tujuannya adalah merancang visi Madrid 2040.
Salah satu gagasan utama masa depan Madrid adalah menjadi hub
(titik penghubung) antara:
- Eropa
Utara
- Amerika
Latin
- Afrika
- Amerika
Serikat
- Asia,
termasuk kawasan ASEAN
Madrid ingin menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai
wilayah dunia.
Seperti Singapura yang berhasil menjadi penghubung antara
ekonomi Barat dan Tiongkok, Madrid ingin menjadi penghubung antara Eropa,
Amerika Latin, Afrika, dan Asia.
Infrastruktur sebagai Keunggulan Kompetitif
Untuk memahami Madrid, kita harus melihat sistem
infrastrukturnya.
Madrid berada di pusat jaringan jalan radial Spanyol.
Selain itu:
- Kereta
cepat (High-Speed Rail) Spanyol berpusat di Madrid.
- Madrid
terhubung dengan seluruh pelabuhan utama di Semenanjung Iberia.
- Sistem
rel menghubungkan Madrid dengan berbagai pusat ekonomi penting.
Walaupun Madrid tidak memiliki pelabuhan laut, konektivitas
relnya memungkinkan kota ini menjadi salah satu pusat logistik terpenting di
Eropa Selatan.
Infrastruktur inilah yang menciptakan keunggulan kompetitif
kota.
Madrid sebagai Kota Digital
Selain infrastruktur fisik, Madrid juga memiliki struktur
digital yang kuat.
Kota modern tidak hanya dibentuk oleh jalan, rel, dan
bangunan, tetapi juga oleh jaringan digital yang menghubungkan aktivitas
ekonomi dan sosial.
Dalam radius perjalanan:
- 15
menit: sekitar 3,5 juta penduduk.
- 30
menit: sekitar 6 juta penduduk.
- 45
menit: sekitar 6,7 juta penduduk.
- 60
menit: sekitar 7 juta penduduk.
Dengan kereta cepat, kota-kota yang berjarak lebih dari 100
kilometer dapat dicapai dalam waktu kurang dari 20 menit.
Contohnya, Segovia yang berjarak sekitar 100 km dapat
diakses dari pusat Madrid hanya dalam 19 menit.
Hal ini memungkinkan masyarakat tinggal di kota-kota
menengah namun tetap bekerja dan beraktivitas di Madrid setiap hari.
Integrasi Infrastruktur dan Lingkungan
Madrid memiliki:
- Sistem
jalan lingkar (ring roads)
- Jaringan
metro
- Kereta
regional
- Kereta
cepat
- Bandara
internasional
Sebagian besar infrastruktur transportasi utama berada di
bawah tanah, sehingga ruang permukaan dapat dimanfaatkan untuk ruang publik dan
kualitas hidup masyarakat.
Di sisi lain, Madrid juga mengembangkan koridor hijau dan
sabuk hijau (green belt) yang mengelilingi kota.
Kombinasi antara:
Hard Infrastructure
(jalan, rel, bandara, utilitas)
dan
Environmental Infrastructure
(taman, koridor ekologis, ruang hijau)
merupakan fondasi penting bagi kota masa depan.
Masa Depan adalah Kota yang Terkoneksi
Madrid tidak berdiri sendiri.
Kota ini merupakan bagian dari jaringan kota-kota besar
Eropa Selatan yang saling terhubung, termasuk:
- Madrid
- Barcelona
- Valencia
- Milan
- Porto
Masa depan bukan lagi tentang batas negara atau pembagian
administratif.
Masa depan adalah tentang konektivitas, kolaborasi,
dan jaringan kota-kota yang saling terhubung.
Inilah esensi dari konsep Super Cities:
membangun kota yang cerdas, terhubung, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan
kualitas hidup masyarakat melalui perpaduan kecerdasan manusia dan kecerdasan
buatan.
MADRID 2040: TRANSFORMASI KOTA MENUJU SUPER CITY
BERKELANJUTAN
Salah satu strategi utama Eropa saat ini adalah investasi
besar dalam jaringan kereta cepat (high-speed rail) untuk menghubungkan
kota-kota menengah dan menghindari ketergantungan pada kota-kota megapolitan
sebagai satu-satunya pusat pertumbuhan.
Sebagai contoh, jarak sekitar 400 kilometer kini dapat
ditempuh hanya dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit menggunakan kereta cepat. Hal
ini memungkinkan pertumbuhan wilayah yang lebih seimbang dan mengurangi tekanan
urbanisasi pada kota-kota besar.
Memahami Struktur Madrid Melalui Space Syntax
Ketika kita melihat lebih dalam ke pusat Kota Madrid,
terdapat jaringan jalan lingkar utama yaitu M30 dan M40.
Dalam penelitian perkotaan, kami menggunakan metode yang
disebut Space Syntax, yaitu alat analisis yang mengukur tingkat
keterhubungan dan sentralitas suatu wilayah.
Pada peta Space Syntax:
- Warna
merah menunjukkan tingkat konektivitas dan produktivitas tertinggi.
- Warna
oranye menunjukkan konektivitas tinggi.
- Warna
biru menunjukkan area yang relatif terisolasi.
Analisis ini menunjukkan bahwa titik-titik pertemuan antara
jalan radial dan jalan lingkar Madrid merupakan pusat-pusat sentralitas
metropolitan yang sangat penting.
Di masa depan, lokasi-lokasi ini akan menjadi kawasan
prioritas untuk:
- Transportasi
publik terpadu
- Pengembangan
ekonomi
- Pusat
inovasi
- Kawasan
campuran (mixed-use development)
Kami menyebut titik-titik strategis ini sebagai "Gates
of Madrid" atau Gerbang Madrid.
Super Highway Sepeda dan Mobilitas Masa Depan
Dengan menggunakan analisis ilmiah seperti Space Syntax dan
Relational Accessibility, kami dapat mengidentifikasi peluang pengembangan
baru.
Salah satu gagasan yang sedang dikembangkan adalah jaringan Bicycle
Super Highways, terinspirasi dari:
- Kopenhagen,
Denmark
- Auckland,
Selandia Baru
Jalur sepeda berkecepatan tinggi ini akan menghubungkan
kawasan-kawasan baru dengan pusat Kota Madrid secara aman, cepat, dan
berkelanjutan.
Mengubah Jalan Tol Menjadi Eco-Boulevard
Visi besar Madrid saat ini adalah mentransformasi jalan tol
perkotaan menjadi Eco-Boulevard.
Koridor sepanjang sekitar 32 kilometer yang saat ini
didominasi kendaraan bermotor akan diubah menjadi ruang kota yang lebih
manusiawi.
Alih-alih menjadi penghalang fisik, jalan-jalan tersebut
akan menjadi:
- Koridor
hijau
- Ruang
publik
- Jalur
transportasi umum
- Kawasan
aktivitas ekonomi
- Ruang
sosial masyarakat
Seluruh "Gerbang Madrid" akan terhubung dengan
baik melalui:
- Kereta
regional
- Metro
- Kereta
cepat
- Bandara
internasional
M30: Dari Penghalang Menjadi Penghubung
Saat ini M30, jalan lingkar pertama Madrid, masih berfungsi
sebagai penghalang fisik dan sosial.
Secara ekonomi, terdapat perbedaan pendapatan yang cukup
jelas antara wilayah di dalam dan di luar M30.
Karena itu, transformasi M30 menjadi boulevard hijau
bertujuan untuk:
- Menyatukan
berbagai distrik kota
- Mengurangi
segregasi sosial
- Meningkatkan
konektivitas
- Meningkatkan
kualitas hidup masyarakat
Madrid Rio: Bukti Transformasi Berhasil
Salah satu contoh keberhasilan adalah proyek Madrid Rio.
Sebelumnya, kawasan ini didominasi jalan tol.
Kini jalan tol tersebut dipindahkan ke bawah tanah, dan di
atasnya dibangun:
- Taman
kota
- Jalur
pejalan kaki
- Jalur
sepeda
- Area
rekreasi
- Ruang
publik berkualitas tinggi
Sungai yang sebelumnya terisolasi kini kembali menjadi
bagian penting dari kehidupan kota.
Madrid Rio menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi
dapat berdampingan dengan kualitas lingkungan yang tinggi.
Dari Struktur Radial Menjadi Jaringan Terintegrasi
Selama ini Madrid berkembang dengan pola radial, yaitu semua
koneksi mengarah ke pusat kota.
Ke depan, Madrid ingin mengembangkan sistem jaringan
(network system) yang lebih fleksibel.
Selain metro dan kereta, direncanakan pula:
- Monorel
- Transportasi
listrik
- Mobilitas
mikro
- Sistem
transportasi berbasis data digital
Tujuannya adalah menciptakan konektivitas horizontal antar
distrik tanpa harus selalu melewati pusat kota.
Mengapa Jalan Tol Perkotaan Harus Berubah?
Jalan tol perkotaan saat ini memiliki berbagai keterbatasan:
- Tidak
ramah pejalan kaki
- Tidak
mendukung transportasi umum
- Sulit
diakses pesepeda
- Menjadi
penghalang sosial
- Mengurangi
kualitas lingkungan
Karena itu, visi Madrid adalah mengubah jalan tol menjadi
boulevard perkotaan yang:
- Memiliki
jalur hijau
- Mendukung
transportasi umum
- Memiliki
jalur sepeda
- Mendukung
aktivitas ekonomi lokal
- Menjadi
ruang hidup masyarakat
Dengan kata lain, kota tidak lagi dibangun untuk mobil,
tetapi untuk manusia.
Inspirasi dari Kota-Kota Dunia
Madrid mempelajari berbagai contoh sukses dari dunia.
Seoul, Korea Selatan
Seoul pernah memiliki jalan tol bertingkat yang membelah
kota.
Pemerintah kemudian membongkar jalan tol tersebut dan
menghidupkan kembali sungai yang tertutup di bawahnya.
Hasilnya:
- Lingkungan
lebih sehat
- Aktivitas
ekonomi meningkat
- Kawasan
menjadi salah satu distrik paling inovatif di dunia
Boston, Amerika Serikat
Boston juga melakukan transformasi besar melalui proyek Big
Dig.
Jalan tol yang sebelumnya membelah kota dipindahkan ke bawah
tanah dan digantikan dengan boulevard hijau yang menghubungkan kembali berbagai
kawasan kota.
Madrid Intelligence: Pusat Inovasi Masa Depan
Salah satu proyek paling ambisius adalah pengembangan Madrid
Intelligence.
Lokasi ini berada dekat bandara internasional Madrid dan
kawasan latihan klub sepak bola Real Madrid.
Real Madrid memiliki lahan sekitar 100 hektar yang akan
dikembangkan menjadi pusat inovasi kelas dunia.
Fokus utamanya meliputi:
- Artificial
Intelligence (AI)
- Life
Sciences
- Teknologi
Digital
- Big
Data
- Robotika
- Mobilitas
Masa Depan
- Pendidikan
- Media
Visinya bukan hanya menciptakan kawasan bisnis, tetapi
membangun tempat yang memungkinkan orang untuk:
Live – Work – Learn – Play
(Tinggal – Bekerja – Belajar – Berkarya)
Madrid Intelligence diharapkan menjadi salah satu pusat
inovasi paling penting di Eropa dan menjadi contoh nyata bagaimana
konektivitas, infrastruktur, teknologi, dan kualitas hidup dapat dipadukan
dalam konsep Super City abad ke-21.
Kesimpulannya, masa depan kota bukan hanya tentang
pembangunan fisik, melainkan tentang menciptakan ekosistem yang menghubungkan
manusia, teknologi, lingkungan, dan ekonomi seca KOTA SUPER (SUPER CITIES): KECERDASAN TERITORIAL UNTUK MASA
DEPAN JAKARTA
Konsep utama yang kami kembangkan adalah menciptakan kota
masa depan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga menggabungkan
kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Perpaduan
keduanya menghasilkan apa yang kami sebut sebagai "Super
Intelligence", yang kemudian diterapkan dalam perencanaan kota sehingga
lahirlah "Super Cities".
Super City bukan berarti kota yang sangat besar atau
megacity. Super City adalah kota yang cerdas, terintegrasi, berkelanjutan, dan
dirancang secara harmonis untuk masa depan.
Pengalaman Madrid
Di Madrid, kami mengembangkan proyek Madrid Innovation Lab,
sebuah kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, universitas, dan pusat
penelitian untuk merancang Madrid 2040.
Fokus utama pengembangan Madrid adalah:
- Memperkuat
konektivitas transportasi.
- Mengembangkan
jaringan kereta cepat (high-speed rail).
- Menciptakan
pusat inovasi dan teknologi.
- Mengubah
jalan raya perkotaan menjadi eco-boulevard yang ramah manusia.
- Menambah
ruang hijau dan ruang publik.
- Mengintegrasikan
mobilitas, lingkungan, dan kualitas hidup.
Kami percaya bahwa jalan raya dalam kota tidak lagi menjadi
solusi masa depan. Sebaliknya, kota harus menjadi ruang yang nyaman bagi
pejalan kaki, pesepeda, transportasi publik, dan interaksi sosial.
Madrid Intelligence
Salah satu proyek penting adalah Madrid Intelligence,
kawasan inovasi yang mengintegrasikan:
- Teknologi
dan Artificial Intelligence
- Life
Sciences
- Pendidikan
- Media
- Startup
dan penelitian
Tujuannya bukan hanya menciptakan tempat bekerja, tetapi
juga tempat untuk hidup, belajar, bermain, dan berinovasi.
Pelajaran untuk Jakarta
Jakarta memiliki peluang luar biasa karena:
- Konsentrasi
talenta terbaik Indonesia.
- Pusat
keuangan nasional.
- Konektivitas
internasional melalui bandara.
- Investasi
asing terbesar di Indonesia.
Jakarta bukan masalah Indonesia. Jakarta adalah peluang
terbesar Indonesia.
Namun tantangan utama Jakarta adalah:
- Kemacetan.
- Penurunan
muka tanah.
- Banjir.
- Polusi
air.
- Urban
sprawl (penyebaran kota yang tidak terkendali).
Jakarta Blue Ocean City
Kami mengusulkan konsep Jakarta Blue Ocean City yang
berfokus pada hubungan harmonis antara kota dan air.
Tiga strategi utama:
1. Reservoir dan Waduk Baru
Membangun reservoir dan bendungan kecil di wilayah transisi
kota dan pedesaan untuk mengendalikan air dan banjir.
2. Super Lagoons
Membangun laguna besar yang berfungsi sebagai:
- Pengendali
banjir.
- Penyimpan
air tawar.
- Kawasan
transportasi air listrik.
- Kawasan
pengembangan kota baru.
3. Micro Islands
Membangun pulau-pulau kecil untuk:
- Mengurangi
erosi pantai.
- Melindungi
garis pantai Jakarta.
- Menciptakan
ruang publik dan kawasan wisata baru.
Visi Masa Depan Jakarta
Jakarta masa depan harus menjadi:
- Kota
hijau.
- Kota
biru yang hidup berdampingan dengan air.
- Kota
rendah emisi.
- Kota
dengan transportasi terintegrasi.
- Kota
inovasi dan teknologi.
- Kota
yang menarik talenta terbaik dunia.
- Kota
dengan kualitas hidup tinggi.
Pembangunan harus mengintegrasikan:
- Infrastruktur
fisik.
- Infrastruktur
digital.
- Energi
terbarukan.
- Transportasi
berkelanjutan.
- Ruang
publik berkualitas.
- Keterlibatan
masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Kesimpulan
Transformasi Jakarta membutuhkan visi jangka panjang dan
kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat.
Dengan pendekatan Territorial Intelligence (Kecerdasan
Teritorial), Jakarta memiliki peluang untuk menjadi salah satu proyek
transformasi perkotaan terbesar dan paling inovatif di dunia.
Misi kami di Metropoli adalah mendorong transformasi cerdas
kota dan wilayah melalui kolaborasi publik dan swasta untuk menciptakan kota
yang lebih berkelanjutan, kompetitif, dan manusiawi bagi generasi mendatang.

Comments
Post a Comment