The Garden at 120, London: Ruang Hijau Atap di Pusat Kota dan Manfaatnya dalam Urban Green Infrastructure

Urbanisasi dan Solusi Ruang Hijau Vertikal

Perkembangan kota besar seperti London memunculkan tantangan serius terkait keterbatasan ruang terbuka hijau, tekanan lingkungan, dan dampak kesehatan masyarakat yang terkait dengan padatnya penduduk dan betonisasi. Untuk menjawab tantangan ini, banyak kota modern mengintegrasikan solusi nature-based, termasuk taman vertikal dan green infrastructure, yang mencakup taman terraced, taman atap (roof gardens), dan koridor hijau. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi ruang hijau dalam struktur bangunan tidak hanya estetis tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan kesehatan yang signifikan.

Di tengah konteks ini, The Garden at 120 muncul sebagai salah satu contoh terbaru dari desain ruang hijau urban di jantung City of London. Terletak di atas gedung Fen Court di 120 Fenchurch Street, taman atap ini dibuka untuk publik dan menjadi ruang hijau publik terbesar pada ketinggian signifikan di London, berfungsi sebagai oasis hijau di lingkungan urban yang padat.

2. Deskripsi Fisik dan Desain Arsitektural

The Garden at 120 berada di lantai 15 gedung 120 Fenchurch Street, 69 meter di atas permukaan tanah, dan menyediakan ruang terbuka hijau seluas sekitar 3.000 m² dengan jalur pejalan kaki, area duduk, tanaman, dan fitur air sepanjang 200 kaki (≈61 m).

Desain taman ini ditangani oleh Latz + Partner – perancang lanskap asal Jerman – bekerja sama dengan Eric Parry Architects. Struktur taman menggabungkan elemen lansekap intensif dengan pergola, jalur melingkar, dan elemen vegetasi seperti 85 pohon wisteria Italia dan lebih dari 30 pohon buah, menciptakan suasana yang kontras dengan lingkungan beton di bawahnya.

Ruang ini dirancang sebagai taman atap publik tanpa biaya masuk, dapat diakses melalui lift dari tingkat bawah gedung. Keterbukaan akses ini mencerminkan tren perencanaan kota modern yang berupaya menyediakan ruang publik berkualitas di tengah lingkungan komersial.

3. Urban Green Infrastructure dan Green Roofs

Green roofs atau taman atap merupakan bagian dari Urban Green Infrastructure (UGI)—rangkaian solusi berbasis alam untuk mengatasi tantangan lingkungan perkotaan. Definisi UGI mencakup taman, koridor hijau, pohon jalanan, dan ruang publik dengan vegetasi, yang keseluruhannya mampu meningkatkan konektivitas ekologis, menyediakan habitat, serta menawarkan layanan ekosistem penting seperti penyerapan karbon, pengelolaan air hujan, dan mitigasi efek urban heat island.

Secara global, studi menyimpulkan bahwa green roofs memiliki beberapa manfaat ekologis dan lingkungan yang signifikan, termasuk:

  • Pengurangan suhu dan beban energi bangunan melalui isolasi termal dan evapotranspirasi tanaman.
  • Pengendalian limpasan air hujan, membantu pengurangan beban sistem drainase perkotaan.
  • Peningkatan kualitas udara serta potensi penyerapan partikel dan gas polutan.
  • Kontribusi terhadap biodiversitas lokal, menyediakan habitat bagi flora dan fauna perkotaan dalam skala kecil.

Penelitian multidisipliner juga menunjukkan bahwa ruang seperti taman atap dapat meningkatkan kestabilan ekosistem mikro di area urban dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup warga kota.

4. Manfaat Sosial dan Kesehatan Publik

Ruang hijau di atap tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga terbukti bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Literatur tentang green roofs dan ruang hijau urban menyebutkan keuntungan bahkan untuk kesehatan mental:

  • Relaksasi dan pengurangan stres melalui interaksi dengan vegetasi dan suara air.
  • Peningkatan perhatian dan fungsi kognitif, meskipun efektivitasnya bergantung pada konfigurasi desain dan pengalaman pengguna.
  • Penguatan kohesi sosial melalui ruang yang ramah untuk interaksi santai.

Sebuah tinjauan ilmiah menegaskan bahwa green roofs di perkotaan dapat menyediakan ruang rekreasi dan estetika, serta fasilitasi pengalaman restoratif yang sebelumnya hanya mungkin didapat di taman tradisional di permukaan tanah.

5. The Garden at 120 dalam Konteks Kebijakan Perkotaan

Pembukaan The Garden at 120 pada Februari 2019 menjadi tonggak penting dalam strategi pengembangan ruang publik di London, mengikuti dorongan kebijakan yang mensyaratkan pengembangan ruang hijau sebagai bagian dari proyek pembangunan tinggi guna meningkatkan kualitas hidup warga kota.

Kebijakan City Plan 2036 dari Pemerintah Kota London menargetkan lebih banyak pengembangan yang memadukan ruang publik, taman, serta rute pejalan kaki di dalam dan di atas bangunan, termasuk fasilitas atap terbuka dan observatorium yang dapat diakses masyarakat luas.

The Garden at 120 juga mencerminkan pendekatan perencanaan yang inklusif: tanpa biaya masuk, tidak memerlukan pemesanan sebelumnya untuk sebagian besar pengunjung, dan diintegrasikan langsung sebagai bagian dari infrastruktur publik di tengah area bisnis yang padat.

6. Tantangan dan Pertimbangan Keberlanjutan

Walaupun manfaat ruang hijau atap semacam The Garden at 120 jelas, terdapat aspek tantangan yang perlu diperhatikan:

  • Perbedaan fungsi antara green roofs yang intensif (terbuka untuk publik) dan ekstensif (tanpa akses publik) berdampak pada biaya pemeliharaan, beban struktural, dan kebutuhan sumber daya.
  • Taman atap publik pada bangunan komersial seringkali memerlukan pengaturan keamanan, akses, dan manajemen pengguna yang lebih kompleks.

7. Kesimpulan

The Garden at 120 merupakan contoh terkemuka dari ruang hijau atap publik yang memainkan peran penting dalam urban green infrastructure, menyediakan manfaat ekologis, sosial, dan psikologis. Melalui desain yang mengintegrasikan vegetasi, air, dan jalur publik di ketinggian—tanpa hambatan biaya masuk—taman ini tidak hanya meningkatkan estetika skyline London tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas hidup warga perkotaan dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks penelitian green roofs dan ruang hijau urban, The Garden at 120 mencerminkan bagaimana pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ruang publik yang ramah lingkungan, sosial inklusif, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.


Daftar Referensi (Harvard Style)

Lin, Q., et al., 2019. Ecological benefits of roof gardens and the difference of roof gardens in different regions. ResearchGate. Available at: https://www.researchgate.net/publication/382763796_Ecological_benefits_of_roof_gardens_and_the_difference_of_roof_gardens_in_different_regions (Accessed 25 Dec. 2025).

Green roofs as a nature-based solution for improving urban sustainability, 2023. Renewable and Sustainable Energy Reviews. Elsevier. Available at: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364032123001624 (Accessed 25 Dec. 2025).

Roof Gardens: A Green Solution for Ecology, Community, and …, 2025. MDPI Urban Forestry & Urban Greening. Available at: https://www.mdpi.com/2673-8392/6/1/7 (Accessed 25 Dec. 2025).

VisitLondon, 2025. The Garden at 120. Available at: https://www.visitlondon.com/things-to-do/place/48098609-garden-at-120 (Accessed 25 Dec. 2025).

VisitGardens, 2025. The Garden at 120. Available at: https://www.visitgardens.co.uk/gardens/the-garden-at-120/ (Accessed 25 Dec. 2025).

TheCityofLDN, 2025. The Garden at 120 Rooftop. Available at: https://www.thecityofldn.com/directory/the-garden-at-120/ (Accessed 25 Dec. 2025).

City of London News, 2019. The City of London’s largest public roof garden opens its doors. Available at: https://news.cityoflondon.gov.uk/the-city-of-londons-largest-public-roof-garden-opens-its-doors/ (Accessed 25 Dec. 2025).


Comments

Popular Posts