Mindset, Purpose & Approach dalam Three

1. Bisnis ini bisa kecil atau besar—semua tergantung VISI

  • Arah bisnis di platform Three sepenuhnya mengikuti seberapa besar tujuan hidup yang ingin kita capai.

  • Bukan soal ikut-ikutan, tetapi bertanya:
    “Sebenarnya aku mencari apa dalam hidup ini?”


2. Uang bukan tujuan akhir — hanya alat

  • Bahkan seseorang yang sangat kaya (contoh: Indah Soewandi) merasa hidupnya kosong.

  • Yang dicari bukan uangnya, tetapi makna, kontribusi, dan rasa berguna.

  • Uang hanya tools untuk membuat hidup kita lebih baik dan memberi manfaat lebih luas.


3. Mulailah dengan pertanyaan: APA YANG KURANG DALAM HIDUP?

  • Kalau kekurangan kesehatan, fokuskan ke produk dulu.

  • Kalau kekurangan energi, kestabilan emosi, atau mental clarity, pulihkan dulu fisiknya.

  • Setelah sehat → jadi lebih sabar, stabil, dan produktif → baru mencari rezeki dengan optimal.


4. Financial clarity: berapa sih sebenarnya uang yang kita butuhkan?

  • Bukan soal rakus atau kejar angka tanpa ujung.

  • Hidup layak itu:

    • keluarga makan cukup,

    • listrik & kebutuhan pokok aman,

    • bisa jajan/makan di luar sesekali,

    • ada tabungan,

    • bebas utang.

  • Kalau lebih, baru jadi:

    • sedekah,

    • bantu orang,

    • wujudkan mimpi sosial.


5. Potensi Three: penghasilan TANPA BATAS

  • Berbeda dengan karyawan yang gajinya sudah ada tabel dan plafon.

  • Di platform ini, hasil mengikuti kerja, bukan jabatan.

  • Semua orang mulai dari nol, tidak ada batas maksimal earning.


6. Visi besar itu penting

  • Tanya diri sendiri:
    “Seandainya tidak ada batasan, hidup seperti apa yang aku mau di 3–5 tahun ke depan?”

  • Visi jelas = energi tinggi = langkah konsisten = hasil nyata.


✨ Cara Memilih Orang yang Tepat untuk Diajukan Three

1. Orang yang energinya RADIANT & POSITIF

  • Orang yang kalau muncul, ruangan langsung hidup.

  • Vibrasinya tinggi, disukai banyak orang.

  • Biasanya jadi pusat perhatian di komunitas.


2. Orang yang AMBITIOUS, DRIVEN, dan DISCIPLINED

  • Punya track record selalu berhasil kalau sudah mau sesuatu.

  • Tipe pekerja keras, kejar target, fokus, berprestasi.

  • Bisa dari profesi apa pun: banker, guru, profesional, ibu rumah tangga produktif.


3. Orang yang CARING & SUKA MENOLONG

  • Yang hidupnya sudah terbukti banyak bantu orang.

  • Bila mereka sharing sesuatu, orang otomatis percaya karena mereka tulus.


📌 Three bukan sekadar bisnis. Ini perjalanan menemukan makna hidup.

Sehat → Stabil → Kuat → Berkarya → Berkontribusi → Menjadi versi terbaik diri.


 5 KARAKTER MITRA IDEAL DI THREE

1) KIND & CARING — Penuh kasih sayang, peduli, dan suka menolong

  • Bukan orang yang melakukan sesuatu untuk gain diri sendiri — dari dulu karakternya memang selalu membantu.

  • Orang-orang seperti ini dicintai banyak orang karena vibrasinya tinggi.

  • Mereka pendengar yang baik, suka memberi solusi, dan selalu jadi yang pertama memikirkan:
    “Gimana ya caranya aku bisa bantu orang ini?”

  • Kalau diberi peran di platform Three, mereka akan sangat bahagia, karena Three = bantu diri → bantu orang lain.


2) CONTRIBUTIVE — Selalu ngacung, mau repot, tidak pilih-pilih kerja

  • Tipe orang panitia: setiap ada tugas, dia yang selalu tunjuk tangan.

  • Orang seperti ini disayang semua orang, karena menjadi tulang punggung komunitas.

  • Mereka bukan harus high achiever, tapi nilai kontribusinya besar.

  • Di Three, mereka cocok karena sistemnya mengakui kontribusi dan kerja nyata.


3) PURPOSEFUL — Tekun, konsisten, amanah

  • Tahu apa yang ingin dicapai dalam hidup.

  • Tidak mencla-mencle; kalau diberi amanah, pasti deliver.

  • Totalitas ketika mengambil tugas.

  • Tipe orang “alon-alon asal kelakon” tapi ulet dan akhirnya selalu sampai tujuan.

  • Orang seperti ini kalau memulai bisnis Three, pasti finish karena konsisten.


4) HIGH ENERGY — Energi positif, bikin suasana hidup

  • Vibrasinya radiant; kalau hadir, acara langsung meriah.

  • Jadi pusat perhatian di komunitas sejak zaman sekolah/kuliah.

  • Orang seperti ini mudah menarik orang, sehingga sharing jadi effortless.

  • Mereka penggerak acara dan magnet sosial.


5) HIGH ACHIEVER — Ambisius, standard tinggi, berorientasi hasil

  • Punya rekam jejak sukses di berbagai bidang.

  • Kalau dikasih challenge (contoh: promo, incentive trip), dia kejar habis-habisan.

  • Orang seperti ini cepat membaca peluang dan bekerja efisien.

  • Duplikasi di tim mereka biasanya cepat sekali.


🔥 Dua Jenis Approach

1️⃣ Customer (pemakai produk)

– Cukup suka produknya, merasakan manfaat, tidak wajib sharing atau membangun.

2️⃣ Mitra Bisnis (partner)

– Harus punya niat dari awal untuk sharing ke orang lain.
– Karena pendapatan hanya datang jika ia berbagi peluang dan membangun jaringan.
– Goal kita: make money together dengan cara yang baik dan tulus.


🔥 Mengapa Lima Karakter Ini Paling Cocok di Three?

✔ Karena mereka:

  • resourceful,

  • cepat belajar,

  • mau repot untuk orang lain,

  • punya stamina emosional,

  • punya jaringan atau mampu membangunnya.

✔ Dan karena Three adalah platform:

“Sekali pukul dapat tiga manfaat:
Dapat uang, bantu orang, bantu diri sendiri.”

Ini unik. Biasanya:

  • harus kerja di tempat A untuk dapat uang

  • baru bisa bantu di tempat B

  • lalu capek sendiri di tempat C

Di Three → semuanya dilakukan dalam satu tempat.


🔥 INCOME ACCELERATION (Percepatan Pendapatan)

  • Di profesi lain: untuk naik gaji besar perlu 10–20 tahun (dokter, lawyer, profesor).

  • Di Three: dalam 1 tahun, income bisa naik ratusan juta.

  • Ini terjadi hanya kalau mindset berubah dari:
    sales → CEO (duplikasi, bukan jualan).

Tanpa perubahan mindset:

  • pendapatan stagnan seperti gaji kantor.

Dengan duplikasi:

  • terjadi “deret ukur”

  • kecepatan growth bisa tidak masuk akal (in a good way).


🔥 Cara Memetakan Mitra dengan Cepat

Saat mengajak seseorang, tanyakan dalam hati:

“Dari 5 karakter ini, dia kuat di poin yang mana?”

  • Caring?

  • Contributive?

  • Purposeful?

  • High energy?

  • High achiever?

Seseorang tidak harus punya semuanya.
Punya satu saja yang kuat → sudah bisa sukses besar.


✨ “Platform ini adalah rumah untuk orang-orang baik, gigih, dan tulus.

Mereka yang hidupnya selama ini selalu memberi—
akhirnya punya kendaraan yang juga memberi kembali kepada mereka.”



Approach & Engagement Mitra di Three

1) Berkaca ke diri sendiri dulu

  • Pertanyaan introspeksi:

    Apakah aku suka menolong? Apakah aku kontributif? Apakah aku caring? Apakah aku ulet dan gigih?

  • Tidak harus punya semua karakter, cukup satu yang menonjol → bisa dikembangkan.

  • Jika karakter ini tidak ada → orang tidak akan percaya atau merasa dibutuhkan, sehingga peluang partnership gagal.


2) Memilih Mitra: fokus pada karakter, bukan hanya status atau kekayaan

  • Contoh: Elon Musk atau Donald Trump mungkin kaya → tapi apakah karakter mereka cocok untuk partnership?

  • Tujuan: kerja sama yang nyaman & efektif, bukan stres karena marah-marah atau complain.

  • Prioritas: karakter positif > status.


3) Mengenal “Hot Button”

  • Setiap orang punya motivasi atau kebutuhan pribadi (“hot button”) yang membuat mereka bersemangat.

  • Contoh:

    • Suka prestasi → beri kesempatan di leadership.

    • Suka jalan-jalan → tawarkan trip gratis.

    • Suka bantu orang → fokuskan pada kontribusi.

  • Mengetahui hot button → presentasi & ajakan lebih relevan dan diterima.


4) Cara Bertemu & Approach

  1. Presentasi intentional

    • Tujuan jelas: ingin ngobrolin project atau peluang bisnis.

    • Contoh: “Aku lagi ngerjain project, mau ngobrolin peluang bareng. Ada waktu?”

    • Jangan ngopi atau nostalgia tanpa tujuan → orang tidak focused.

  2. Engage / Connect / Silaturahmi

    • Tujuan: kenal, memahami kebutuhan, dan membangun trust.

    • Jika orang sedang ada masalah, hold presentasi, fokus dulu mendengar dan membantu.


5) Bantu dulu → business follow

  • Contoh:

    • Kirim sampel produk, sharing pengalaman pribadi.

    • Gunakan inventory untuk membantu orang mencoba produk.

    • Fokus pada solusi terhadap problem mereka, bukan langsung menjual.

  • Jika produk membantu → mereka akan bertanya sendiri dan siap membeli.

  • Personal story sangat penting: pengalaman nyata lebih meyakinkan daripada sekadar pitching.


6) Prinsip utama

  • Bantu dulu → trust & engagement → bisnis berkembang.

  • Inventory dan pengalaman produk jadi alat bantu untuk “soft selling”.

  • Basis approach: problem & kebutuhan orang → bantu mereka → mereka akan terhubung dengan solusi.



Sharing Produk & Definisi Finansial

1) Cara sharing produk yang efektif

  • Orang tidak terlalu tertarik dengan penjelasan ilmiah atau brosur.

  • Yang mereka ingin tahu: efek nyata pada kamu atau orang terdekat.

    • Contoh: “Kalau di aku, kolagen terasa begini, Vitalité begini, Mamaku juga begini.”

  • Jika belum pakai produk sendiri → bisa sharing pengalaman tim atau pengalaman orang lain.


2) Memahami tujuan pribadi sebelum memulai

  • Tentukan purpose pribadi:

    • Contoh: pensiun dini, punya passive income, kesehatan lebih baik.

  • Pahami berapa lama waktu yang tersedia, misalnya: “Aku masih punya 8 tahun untuk mencapai target income”.

  • Tujuan pribadi → arahkan strategi bisnis dengan santai atau lebih cepat sesuai urgency.


3) Menentukan target financial

  • Tentukan jumlah income per bulan yang ingin dicapai → jelas, kuantitatif.

  • Contoh: “Target aku 300 juta/bulan, saat ini baru 100 jutaan, tapi masih jalan terus.”

  • Pendapatan harus stabil dan rutin, bukan sekali saja.

  • Target berbeda-beda tiap orang → sesuaikan dengan stage hidup dan kebutuhan masing-masing.


4) Belajar dari pengalaman mentor

  • Contoh: mentor sukses seperti Samson Le → bisa membimbing langsung dengan pengalaman nyata.

  • Diskusi dengan mentor → refleksi definisi sukses: bukan sekadar jumlah, tapi apa yang bisa dicapai dengan uang itu (pendidikan anak, sedekah, rumah, lifestyle).


5) Pelajaran dari pengalaman keluarga

  • Contoh: Mamaku, usia 62, mulai usaha masak & catering di Jepang → butuh tenaga & usaha sendiri.

  • Pelajaran: menghasilkan uang bisa pakai hati, otak, atau otot:

    1. Otot → capek, fisik.

    2. Otak → skill, sertifikasi.

    3. Hati → lewat platform digital, sharing, internet.

  • Tri platform → memungkinkan income pakai hati & internet, lebih ringan, fleksibel, bisa dilakukan di usia tua.


6) Prinsip engagement

  • Fokus membantu orang terlebih dahulu → baru tawarkan solusi/produk.

  • Contoh: Mamaku membantu teman-temannya cerita keluhan kesehatan → dari situ bisa tawarkan sampel produk.

  • Pendekatan berbasis empati & problem solving, bukan pushy sales.


 Empati & Memberikan Solusi Nyata

1) Fokus pada kebutuhan orang lain

  • Banyak orang sudah mengalami terapi, operasi, atau pengobatan, tapi tetap merasa tidak fit atau sehat.

  • Tujuan kita: menawarkan support kesehatan pendamping, bukan menggantikan obat dokter.

  • Orang cenderung menghargai solusi yang sesuai dengan kondisi mereka → pendekatan berbasis empati.


2) Contoh sukses pendekatan

  • Mamamu membantu teman-temannya dengan memberikan info produk yang sesuai kebutuhan kesehatan mereka.

  • Mereka membeli paket premium atau founder sesuai kebutuhan, bahkan untuk seluruh keluarga.

  • Hasilnya: Mamamu menerima income dari penjualan tanpa harus “pushy”, karena ia menawarkan solusi yang relevan.


3) Memberi kendali & independence

  • Orang tua atau yang pensiun tidak selalu butuh target finansial besar.

  • Mamamu hanya ingin punya uang sendiri, untuk bisa mandiri → misal traktir cucu atau beli kebutuhan sendiri.

  • Ini menunjukkan: sesuaikan approach dengan motivasi individu. Tidak semua orang butuh pendapatan besar atau target tinggi.


4) Pencapaian bukan hanya uang

  • Memberikan kesempatan untuk earn something sendiri → pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli.

  • Contoh: Mamamu bisa mendapatkan TH Star status sendiri → prestasi personal, membangkitkan rasa bangga & purpose.

  • Banyak ibu rumah tangga atau orang yang sebelumnya tidak bekerja ingin merasakan hasil dari kerja keras sendiri, bukan sekadar menerima dari orang lain.


5) Prinsip sederhana dalam bisnis ini

  • Mendengarkan kebutuhan orang → tawarkan apa yang sesuai.

  • Tidak ada formula marketing ribet, yang penting tulus & dari hati.

  • Hasil tidak harus instan, tetapi memberikan solusi akan membuat orang ingat dan kembali lagi jika mereka cocok.

Comments

Popular Posts