Saturday, December 13, 2025

Mindset, Purpose & Approach dalam Three

1. Bisnis ini bisa kecil atau besar—semua tergantung VISI

  • Arah bisnis di platform Three sepenuhnya mengikuti seberapa besar tujuan hidup yang ingin kita capai.

  • Bukan soal ikut-ikutan, tetapi bertanya:
    “Sebenarnya aku mencari apa dalam hidup ini?”


2. Uang bukan tujuan akhir — hanya alat

  • Bahkan seseorang yang sangat kaya (contoh: Indah Soewandi) merasa hidupnya kosong.

  • Yang dicari bukan uangnya, tetapi makna, kontribusi, dan rasa berguna.

  • Uang hanya tools untuk membuat hidup kita lebih baik dan memberi manfaat lebih luas.


3. Mulailah dengan pertanyaan: APA YANG KURANG DALAM HIDUP?

  • Kalau kekurangan kesehatan, fokuskan ke produk dulu.

  • Kalau kekurangan energi, kestabilan emosi, atau mental clarity, pulihkan dulu fisiknya.

  • Setelah sehat → jadi lebih sabar, stabil, dan produktif → baru mencari rezeki dengan optimal.


4. Financial clarity: berapa sih sebenarnya uang yang kita butuhkan?

  • Bukan soal rakus atau kejar angka tanpa ujung.

  • Hidup layak itu:

    • keluarga makan cukup,

    • listrik & kebutuhan pokok aman,

    • bisa jajan/makan di luar sesekali,

    • ada tabungan,

    • bebas utang.

  • Kalau lebih, baru jadi:

    • sedekah,

    • bantu orang,

    • wujudkan mimpi sosial.


5. Potensi Three: penghasilan TANPA BATAS

  • Berbeda dengan karyawan yang gajinya sudah ada tabel dan plafon.

  • Di platform ini, hasil mengikuti kerja, bukan jabatan.

  • Semua orang mulai dari nol, tidak ada batas maksimal earning.


6. Visi besar itu penting

  • Tanya diri sendiri:
    “Seandainya tidak ada batasan, hidup seperti apa yang aku mau di 3–5 tahun ke depan?”

  • Visi jelas = energi tinggi = langkah konsisten = hasil nyata.


✨ Cara Memilih Orang yang Tepat untuk Diajukan Three

1. Orang yang energinya RADIANT & POSITIF

  • Orang yang kalau muncul, ruangan langsung hidup.

  • Vibrasinya tinggi, disukai banyak orang.

  • Biasanya jadi pusat perhatian di komunitas.


2. Orang yang AMBITIOUS, DRIVEN, dan DISCIPLINED

  • Punya track record selalu berhasil kalau sudah mau sesuatu.

  • Tipe pekerja keras, kejar target, fokus, berprestasi.

  • Bisa dari profesi apa pun: banker, guru, profesional, ibu rumah tangga produktif.


3. Orang yang CARING & SUKA MENOLONG

  • Yang hidupnya sudah terbukti banyak bantu orang.

  • Bila mereka sharing sesuatu, orang otomatis percaya karena mereka tulus.


📌 Three bukan sekadar bisnis. Ini perjalanan menemukan makna hidup.

Sehat → Stabil → Kuat → Berkarya → Berkontribusi → Menjadi versi terbaik diri.


 5 KARAKTER MITRA IDEAL DI THREE

1) KIND & CARING — Penuh kasih sayang, peduli, dan suka menolong

  • Bukan orang yang melakukan sesuatu untuk gain diri sendiri — dari dulu karakternya memang selalu membantu.

  • Orang-orang seperti ini dicintai banyak orang karena vibrasinya tinggi.

  • Mereka pendengar yang baik, suka memberi solusi, dan selalu jadi yang pertama memikirkan:
    “Gimana ya caranya aku bisa bantu orang ini?”

  • Kalau diberi peran di platform Three, mereka akan sangat bahagia, karena Three = bantu diri → bantu orang lain.


2) CONTRIBUTIVE — Selalu ngacung, mau repot, tidak pilih-pilih kerja

  • Tipe orang panitia: setiap ada tugas, dia yang selalu tunjuk tangan.

  • Orang seperti ini disayang semua orang, karena menjadi tulang punggung komunitas.

  • Mereka bukan harus high achiever, tapi nilai kontribusinya besar.

  • Di Three, mereka cocok karena sistemnya mengakui kontribusi dan kerja nyata.


3) PURPOSEFUL — Tekun, konsisten, amanah

  • Tahu apa yang ingin dicapai dalam hidup.

  • Tidak mencla-mencle; kalau diberi amanah, pasti deliver.

  • Totalitas ketika mengambil tugas.

  • Tipe orang “alon-alon asal kelakon” tapi ulet dan akhirnya selalu sampai tujuan.

  • Orang seperti ini kalau memulai bisnis Three, pasti finish karena konsisten.


4) HIGH ENERGY — Energi positif, bikin suasana hidup

  • Vibrasinya radiant; kalau hadir, acara langsung meriah.

  • Jadi pusat perhatian di komunitas sejak zaman sekolah/kuliah.

  • Orang seperti ini mudah menarik orang, sehingga sharing jadi effortless.

  • Mereka penggerak acara dan magnet sosial.


5) HIGH ACHIEVER — Ambisius, standard tinggi, berorientasi hasil

  • Punya rekam jejak sukses di berbagai bidang.

  • Kalau dikasih challenge (contoh: promo, incentive trip), dia kejar habis-habisan.

  • Orang seperti ini cepat membaca peluang dan bekerja efisien.

  • Duplikasi di tim mereka biasanya cepat sekali.


🔥 Dua Jenis Approach

1️⃣ Customer (pemakai produk)

– Cukup suka produknya, merasakan manfaat, tidak wajib sharing atau membangun.

2️⃣ Mitra Bisnis (partner)

– Harus punya niat dari awal untuk sharing ke orang lain.
– Karena pendapatan hanya datang jika ia berbagi peluang dan membangun jaringan.
– Goal kita: make money together dengan cara yang baik dan tulus.


🔥 Mengapa Lima Karakter Ini Paling Cocok di Three?

✔ Karena mereka:

  • resourceful,

  • cepat belajar,

  • mau repot untuk orang lain,

  • punya stamina emosional,

  • punya jaringan atau mampu membangunnya.

✔ Dan karena Three adalah platform:

“Sekali pukul dapat tiga manfaat:
Dapat uang, bantu orang, bantu diri sendiri.”

Ini unik. Biasanya:

  • harus kerja di tempat A untuk dapat uang

  • baru bisa bantu di tempat B

  • lalu capek sendiri di tempat C

Di Three → semuanya dilakukan dalam satu tempat.


🔥 INCOME ACCELERATION (Percepatan Pendapatan)

  • Di profesi lain: untuk naik gaji besar perlu 10–20 tahun (dokter, lawyer, profesor).

  • Di Three: dalam 1 tahun, income bisa naik ratusan juta.

  • Ini terjadi hanya kalau mindset berubah dari:
    sales → CEO (duplikasi, bukan jualan).

Tanpa perubahan mindset:

  • pendapatan stagnan seperti gaji kantor.

Dengan duplikasi:

  • terjadi “deret ukur”

  • kecepatan growth bisa tidak masuk akal (in a good way).


🔥 Cara Memetakan Mitra dengan Cepat

Saat mengajak seseorang, tanyakan dalam hati:

“Dari 5 karakter ini, dia kuat di poin yang mana?”

  • Caring?

  • Contributive?

  • Purposeful?

  • High energy?

  • High achiever?

Seseorang tidak harus punya semuanya.
Punya satu saja yang kuat → sudah bisa sukses besar.


✨ “Platform ini adalah rumah untuk orang-orang baik, gigih, dan tulus.

Mereka yang hidupnya selama ini selalu memberi—
akhirnya punya kendaraan yang juga memberi kembali kepada mereka.”



Approach & Engagement Mitra di Three

1) Berkaca ke diri sendiri dulu

  • Pertanyaan introspeksi:

    Apakah aku suka menolong? Apakah aku kontributif? Apakah aku caring? Apakah aku ulet dan gigih?

  • Tidak harus punya semua karakter, cukup satu yang menonjol → bisa dikembangkan.

  • Jika karakter ini tidak ada → orang tidak akan percaya atau merasa dibutuhkan, sehingga peluang partnership gagal.


2) Memilih Mitra: fokus pada karakter, bukan hanya status atau kekayaan

  • Contoh: Elon Musk atau Donald Trump mungkin kaya → tapi apakah karakter mereka cocok untuk partnership?

  • Tujuan: kerja sama yang nyaman & efektif, bukan stres karena marah-marah atau complain.

  • Prioritas: karakter positif > status.


3) Mengenal “Hot Button”

  • Setiap orang punya motivasi atau kebutuhan pribadi (“hot button”) yang membuat mereka bersemangat.

  • Contoh:

    • Suka prestasi → beri kesempatan di leadership.

    • Suka jalan-jalan → tawarkan trip gratis.

    • Suka bantu orang → fokuskan pada kontribusi.

  • Mengetahui hot button → presentasi & ajakan lebih relevan dan diterima.


4) Cara Bertemu & Approach

  1. Presentasi intentional

    • Tujuan jelas: ingin ngobrolin project atau peluang bisnis.

    • Contoh: “Aku lagi ngerjain project, mau ngobrolin peluang bareng. Ada waktu?”

    • Jangan ngopi atau nostalgia tanpa tujuan → orang tidak focused.

  2. Engage / Connect / Silaturahmi

    • Tujuan: kenal, memahami kebutuhan, dan membangun trust.

    • Jika orang sedang ada masalah, hold presentasi, fokus dulu mendengar dan membantu.


5) Bantu dulu → business follow

  • Contoh:

    • Kirim sampel produk, sharing pengalaman pribadi.

    • Gunakan inventory untuk membantu orang mencoba produk.

    • Fokus pada solusi terhadap problem mereka, bukan langsung menjual.

  • Jika produk membantu → mereka akan bertanya sendiri dan siap membeli.

  • Personal story sangat penting: pengalaman nyata lebih meyakinkan daripada sekadar pitching.


6) Prinsip utama

  • Bantu dulu → trust & engagement → bisnis berkembang.

  • Inventory dan pengalaman produk jadi alat bantu untuk “soft selling”.

  • Basis approach: problem & kebutuhan orang → bantu mereka → mereka akan terhubung dengan solusi.



Sharing Produk & Definisi Finansial

1) Cara sharing produk yang efektif

  • Orang tidak terlalu tertarik dengan penjelasan ilmiah atau brosur.

  • Yang mereka ingin tahu: efek nyata pada kamu atau orang terdekat.

    • Contoh: “Kalau di aku, kolagen terasa begini, Vitalité begini, Mamaku juga begini.”

  • Jika belum pakai produk sendiri → bisa sharing pengalaman tim atau pengalaman orang lain.


2) Memahami tujuan pribadi sebelum memulai

  • Tentukan purpose pribadi:

    • Contoh: pensiun dini, punya passive income, kesehatan lebih baik.

  • Pahami berapa lama waktu yang tersedia, misalnya: “Aku masih punya 8 tahun untuk mencapai target income”.

  • Tujuan pribadi → arahkan strategi bisnis dengan santai atau lebih cepat sesuai urgency.


3) Menentukan target financial

  • Tentukan jumlah income per bulan yang ingin dicapai → jelas, kuantitatif.

  • Contoh: “Target aku 300 juta/bulan, saat ini baru 100 jutaan, tapi masih jalan terus.”

  • Pendapatan harus stabil dan rutin, bukan sekali saja.

  • Target berbeda-beda tiap orang → sesuaikan dengan stage hidup dan kebutuhan masing-masing.


4) Belajar dari pengalaman mentor

  • Contoh: mentor sukses seperti Samson Le → bisa membimbing langsung dengan pengalaman nyata.

  • Diskusi dengan mentor → refleksi definisi sukses: bukan sekadar jumlah, tapi apa yang bisa dicapai dengan uang itu (pendidikan anak, sedekah, rumah, lifestyle).


5) Pelajaran dari pengalaman keluarga

  • Contoh: Mamaku, usia 62, mulai usaha masak & catering di Jepang → butuh tenaga & usaha sendiri.

  • Pelajaran: menghasilkan uang bisa pakai hati, otak, atau otot:

    1. Otot → capek, fisik.

    2. Otak → skill, sertifikasi.

    3. Hati → lewat platform digital, sharing, internet.

  • Tri platform → memungkinkan income pakai hati & internet, lebih ringan, fleksibel, bisa dilakukan di usia tua.


6) Prinsip engagement

  • Fokus membantu orang terlebih dahulu → baru tawarkan solusi/produk.

  • Contoh: Mamaku membantu teman-temannya cerita keluhan kesehatan → dari situ bisa tawarkan sampel produk.

  • Pendekatan berbasis empati & problem solving, bukan pushy sales.


 Empati & Memberikan Solusi Nyata

1) Fokus pada kebutuhan orang lain

  • Banyak orang sudah mengalami terapi, operasi, atau pengobatan, tapi tetap merasa tidak fit atau sehat.

  • Tujuan kita: menawarkan support kesehatan pendamping, bukan menggantikan obat dokter.

  • Orang cenderung menghargai solusi yang sesuai dengan kondisi mereka → pendekatan berbasis empati.


2) Contoh sukses pendekatan

  • Mamamu membantu teman-temannya dengan memberikan info produk yang sesuai kebutuhan kesehatan mereka.

  • Mereka membeli paket premium atau founder sesuai kebutuhan, bahkan untuk seluruh keluarga.

  • Hasilnya: Mamamu menerima income dari penjualan tanpa harus “pushy”, karena ia menawarkan solusi yang relevan.


3) Memberi kendali & independence

  • Orang tua atau yang pensiun tidak selalu butuh target finansial besar.

  • Mamamu hanya ingin punya uang sendiri, untuk bisa mandiri → misal traktir cucu atau beli kebutuhan sendiri.

  • Ini menunjukkan: sesuaikan approach dengan motivasi individu. Tidak semua orang butuh pendapatan besar atau target tinggi.


4) Pencapaian bukan hanya uang

  • Memberikan kesempatan untuk earn something sendiri → pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli.

  • Contoh: Mamamu bisa mendapatkan TH Star status sendiri → prestasi personal, membangkitkan rasa bangga & purpose.

  • Banyak ibu rumah tangga atau orang yang sebelumnya tidak bekerja ingin merasakan hasil dari kerja keras sendiri, bukan sekadar menerima dari orang lain.


5) Prinsip sederhana dalam bisnis ini

  • Mendengarkan kebutuhan orang → tawarkan apa yang sesuai.

  • Tidak ada formula marketing ribet, yang penting tulus & dari hati.

  • Hasil tidak harus instan, tetapi memberikan solusi akan membuat orang ingat dan kembali lagi jika mereka cocok.

No comments:

Post a Comment

Satu Mooncake, Dua Hati, dan Sebuah Rasa Syukur JW MARRIOT

Entah kenapa, kali ini saya merasa seperti sedang ngidam sesuatu. Bukan lapar. Bukan juga sekadar ingin makan makanan manis. Rasanya lebih d...