Empowerment Tuesday September 16, 2025 - Lance and Tracey Smith
https://www.youtube.com/watch?v=IJZmpb4gqmw
Good morning, good afternoon, and good evening. Kami Lance dan Tracy Smith dari San Diego, California. Senang sekali bisa bersama Anda hari ini.
Minggu lalu, Lance dan saya punya percakapan besar yang luar biasa. Kami banyak membahas: mengapa kami masuk ke industri ini? Mengapa begitu tertarik? Ceritanya agak berbeda. Lance memang sedang mencari peluang, sementara saya merasa hidup saya sudah tertata rapi. Saya sedang di tahun terakhir di San Diego State University, bercita-cita menjadi guru, dan merasa semua sudah sesuai rencana.
Suatu hari, setelah kencan, Lance pulang ke rumah orang tuanya, lalu keesokan harinya datang ke rumah saya. Kami sama-sama berusia 21 tahun dan masih tinggal di rumah orang tua. Dia menarik saya duduk di meja dapur, mulai menggambar lingkaran, berbicara cepat sambil berkeringat. Saya bahkan tidak paham apa yang dia katakan, tapi saya bisa merasakan semangatnya. Dia menatap saya dan berkata, “Tracy, maukah kamu membantu aku?” Dan tentu saja saya jawab, “Ya.” Bukankah begitu biasanya di industri ini? Seseorang datang dengan harapan, impian, aspirasi—dan kita ikut terbawa arus.
Saya pun terlibat, meski hati saya belum sepenuhnya. Saya ikut beberapa pertemuan, tertawa mendengar lelucon, minum punch, makan kue, tapi belum benar-benar mengerti apa untungnya bagi saya. Saya yakin Lance menyadari itu, karena suatu malam dia membuat keputusan penting.
Dia menjemput saya sepulang kuliah, katanya akan mengajak kencan. Ternyata ia membawa saya ke sebuah pertemuan. Tapi sebelumnya ia berkata, “Ayo, makan malam dulu.” Saya senang. Dia mampir ke taco shop, membeli roll taco seharga 99 sen dan minuman besar. Lalu dia membawa saya ke Mount Helix, sebuah gunung dengan pemandangan spektakuler: lautan di satu sisi, pegunungan bersalju di sisi lain, serta deretan rumah indah di sekitarnya. Kami duduk di tepi, menikmati makan malam sederhana itu.
Saat itulah dia berkata, “Tracy, tahukah kamu kenapa aku ingin membangun ini untuk masa depan kita?” Itu pertama kalinya ia menyebut “kita”. Ia menunjuk sebuah rumah indah dengan mobil mewah, halaman belakang dengan kolam renang, sepasang suami istri berbaring di hammock, dan anak-anak bermain. Lalu ia berkata, “Itulah alasan aku ingin membangun bisnis ini. Aku ingin gaya hidup seperti itu.”
Ucapan itu menyentuh hati saya. Untuk pertama kalinya, saya melihat gambaran masa depan kami bersama. Itulah “pertemuan” pertama saya yang sesungguhnya, karena sejak itu saya ikut dengan hati.
Apakah semuanya terjadi dalam semalam? Tidak. Tapi kami bertahan, konsisten, dan membangun bisnis yang luar biasa. Hingga hari ini kami masih menikmatinya. Industri ini memberi kami impian, dan kami bekerja keras untuk mewujudkannya.
Malam ini, kami merasa terhormat bisa berbagi. Senang sekali mendengar Kim dan Les Brown minggu lalu—memang sulit ditandingi, tapi luar biasa bisa berada di sini. Percakapan tentang Mount Helix tadi terjadi 37 tahun yang lalu. Banyak sekali pengalaman sejak saat itu.
Topik kami malam ini sangat penting. Pertanyaan yang ingin kami ajukan adalah: Sebenarnya, apa yang Anda jual? Banyak dari kita masuk ke industri ini dari berbagai latar belakang. Jarang yang benar-benar punya latar belakang sales. Faktanya, penjual murni justru sering kesulitan di industri ini karena terbiasa melihat orang sebagai transaksi satu kali. Padahal, bisnis ini bukan tentang “one night stand”, melainkan tentang hubungan jangka panjang—lebih mirip sebuah pernikahan.
Kita tidak sekadar menjual produk. Kita mengajak orang bergandengan tangan untuk membangun sesuatu yang luar biasa bersama. Itulah esensinya.
Dan satu hal penting yang ingin kami tekankan: menjual bukanlah membujuk orang untuk membeli produk. Menjual adalah membantu orang menyelesaikan masalah mereka. Begitu kita melihat peran kita seperti itu, perjalanan akan jauh lebih efektif.
Di awal, saya sendiri pernah gagal karena terlalu fokus pada impian saya, bukan pada masalah orang lain. Hasilnya, banyak orang keluar lebih cepat daripada bergabung. Butuh waktu bagi saya untuk sadar bahwa inti dari bisnis ini adalah memecahkan masalah orang lain.
Selama 38 tahun di industri ini, kami melewati pasang surut ekonomi. Baik saat ekonomi bagus maupun sulit, pelajarannya tetap sama: jika kita fokus membantu orang, bisnis akan terus berkembang.
Orang-orang yang sedang berada di puncak kesuksesan sering sulit dimotivasi untuk ikut dalam sebuah peluang baru. Sebaliknya, mereka yang sedang berada dalam masa-masa sulit—baru saja kehilangan rumah, pasangan, pekerjaan, atau sedang menghadapi krisis besar—juga sering kali tidak siap untuk bermimpi. Sulit membangun impian besar kalau sedang hidup dalam mimpi buruk. Itulah sebabnya kita perlu memahami konsep looking zone. Kadang orang tidak menolak kita, hanya saja mereka belum berada pada zona yang tepat. Maka, yang terbaik adalah tetap membangun hubungan dengan mereka. Ketika waktunya tiba dan mereka masuk ke looking zone, barulah mereka akan lebih terbuka.
Pertanyaannya adalah, di mana kita sekarang? Dari pengalaman kami, beberapa tahun terakhir memang termasuk masa ekonomi yang buruk. Pandemi melanda, dan banyak orang benar-benar terpukul. Sebagai contoh, ada seorang rekan yang dulu memiliki beberapa restoran sukses di 2019. Tapi pada 2023, ia kehilangan semuanya. Dulu ia tidak sedang mencari peluang, tapi sekarang ia mencari, dan akhirnya bergabung dengan bisnis ini.
Statistik menunjukkan, saat ini sekitar 64% orang Amerika hidup dari gaji ke gaji. Itu membuat mereka sangat kesulitan. Banyak yang bahkan tidak berani menelpon balik karena alasan sederhana: mereka benar-benar tidak punya uang. Hutang juga berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah. Karena itu, penting untuk memahami bahwa ketika kita hanya memimpin dengan produk, banyak dari mereka mungkin merasa tidak sanggup.
Namun, justru kondisi ini adalah saat yang sangat baik untuk membangun. Jika bisa memilih, waktu terbaik adalah saat seperti sekarang—ketika kita baru keluar dari masa ekonomi yang buruk. Kenapa? Karena di masa sulit, orang lebih terbuka untuk bergabung, membangun, dan mencari peluang baru. Lalu ketika ekonomi membaik, semua orang yang sudah bergabung itu akan memiliki lebih banyak pendapatan yang bisa digunakan. Disitulah volume bisnis bertumbuh besar. Dalam pengalaman kami, tim terbesar dan paling kuat justru lahir dari siklus ini.
Saya juga melakukan riset AI untuk melihat apa sebenarnya kebutuhan utama orang di tahun 2025. Hasilnya jelas:
-
Keamanan finansial. Orang ingin mengurangi hutang, menabung untuk pensiun, dan merasa lebih aman secara ekonomi.
-
Kesehatan fisik. Dalam ekonomi bagus, ini biasanya nomor satu. Tapi dalam ekonomi buruk, ia turun ke nomor dua.
-
Kesehatan mental. Banyak yang ingin mengurangi stres, kecemasan, bahkan depresi.
-
Pertumbuhan karier. Orang ingin pekerjaan yang stabil, peluang berkembang, atau bahkan pekerjaan yang lebih bermakna.
-
Hubungan personal. Mereka ingin memperkuat keluarga, memiliki persahabatan dan relasi yang sehat.
-
Work-life balance.
-
Pengembangan diri. Menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
-
Perumahan. Meskipun bukan hal yang bisa kita langsung penuhi, bisnis ini bisa memberi penghasilan tambahan agar mereka mampu menjangkaunya.
-
Komunitas dan dampak sosial. Orang ingin merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar.
-
Liburan dan perjalanan.
Semua daftar itu penting karena menunjukkan bahwa kita sebenarnya sedang berada di bisnis memecahkan masalah. Jika satu-satunya alat kita adalah palu, maka semua hal terlihat seperti paku. Tapi di sini, kita tidak hanya punya satu palu—kita punya beberapa solusi.
Pertanyaan sederhana yang sering saya gunakan selama puluhan tahun adalah: “Apa yang ingin Anda miliki dalam hidup yang belum Anda dapatkan sekarang?” atau “Kalau hidup Anda bisa diubah sesuai keinginan, akan seperti apa bentuknya?” Jawaban dari mereka akan membuka pintu.
Jika kita hanya datang membawa cerita dan mimpi kita sendiri, kadang orang tidak bisa langsung nyambung. Tapi kalau kita mendengarkan dan menunjukkan bagaimana peluang ini bisa menjadi jawaban atas masalah spesifik mereka, tingkat keberhasilan dan retensi akan jauh lebih tinggi.
Dan di sinilah solusi kita: kita punya empat “palu” utama. Yang pertama adalah kesempatan finansial—dengan rencana kompensasi yang kami percaya sebagai salah satu yang terbaik di industri ini.
4 Pilar Utama yang Bisa Dijadikan Entry Point
-
Financial Opportunity (Peluang Finansial)
-
Orang bisa mulai part-time, tanpa harus berhenti dari pekerjaan.
-
Kebebasan waktu, tempat, dan orang dengan siapa mereka bekerja.
-
Target audiens utama: orang yang mencari stabilitas finansial, career growth, income tambahan.
-
-
Products (Produk & Kesehatan Fisik)
-
Produk Three punya ilmu & sains terbaik, uji pihak ketiga, kualitas tinggi.
-
Penting untuk testimonial & trust, tapi jangan hanya fokus di produk, karena hanya menjangkau 1/10 orang.
-
-
Association (Asosiasi / Komunitas)
-
Tim leadership kelas dunia, berbagai latar belakang, dengan integritas & visi jangka panjang.
-
Faktor penting untuk orang yang cari networking, sense of belonging, mentorship.
-
-
Cause (Misi & Dampak Sosial)
-
Orang digerakkan oleh purpose & cause.
-
Program seperti Love Three menunjukkan kepedulian dan nilai sosial.
-
Cocok untuk prospek yang sudah mapan finansial (contoh: pengusaha besar, filantropis).
-
Strategi Presentasi / Prospecting
-
Kenali apa yang penting bagi prospek sebelum membuka percakapan.
-
Gunakan “cheat sheet” dari media sosial: anak, hobi, traveling, status karir, value hidup.
-
Jangan salah entry point:
-
Orang kaya → jangan lead dengan uang, tapi dengan cause.
-
Orang struggling → lead dengan financial opportunity.
-
Orang health-conscious → lead dengan produk.
-
-
-
Gunakan 4 pintu masuk (opportunity, produk, asosiasi, cause) sesuai kebutuhan prospek.
Fokus: Leaders vs Customers
-
Customer fokus → kecil hasilnya
-
Contoh: 1 customer collagen = $17,50 komisi → ± $200/tahun.
-
100 customer setia = ± $20.000/tahun.
-
Bagus, tapi lambat & terbatas.
-
-
Leader fokus → eksponensial
-
1 Brand Ambassador (60 pts/bulan) → ± $100–500/tahun.
-
1 six-star leader → bisa $5.000–35.000/bulan tergantung posisi leg.
-
10 leader solid > 1000 customer, karena mereka bisa duplikasi ribuan customer & team.
-
Inti Pesan
👉 Jangan hanya jadi “penjual produk”.
👉 Fokuslah membangun tim leader, karena mereka yang akan melipatgandakan produk, customer, dan dampak.
👉 Selalu lead dengan entry point yang tepat sesuai kebutuhan prospek, bukan kebutuhan kita.
🔑 Analogi & Filosofi
-
Menara Kembar Kuala Lumpur (beam story):
-
Bayangkan harus berjalan di atas balok sempit antara dua gedung tinggi.
-
Tidak ada yang mau melakukannya hanya demi $1.000 atau bahkan $100.000.
-
Tapi kalau alasan/WHY cukup besar (misalnya menyelamatkan keluarga), orang pasti melakukannya.
-
Pesan: Dalam bisnis ini, orang butuh WHY yang kuat agar mau berjuang.
-
-
Elang vs Ayam:
-
Banyak orang hanya fokus pada “ayam” (kecil, biasa saja).
-
Tapi bisnis ini butuh mencari “elang” – calon pemimpin yang bisa terbang tinggi.
-
Kalau hanya menawarkan “produk memberi energi lebih”, bisa kehilangan potensi besar dari seorang “elang” yang sebenarnya mencari solusi finansial/kemerdekaan.
-
🔑 Kisah Nyata (Empat Cerita)
-
Kim Wei
-
Sosok “unicorn” di industri ini, sudah membangun bisnis global di lebih 100 negara.
-
Membuktikan bahwa visi besar (misi, panggilan, dampak sosial) bisa berjalan berdampingan dengan hasil nyata.
-
Tapi tetap: mayoritas orang masuk bukan karena panggilan, tapi karena butuh uang & kesehatan.
-
-
Nilbert
-
Awalnya tertarik karena produk (dia sakit, coba produk, dan merasakan hasil).
-
Namun alasan dia membangun bisnis sekarang adalah kebebasan finansial & income jangka panjang.
-
Artinya: pintu masuk bisa produk, tapi tujuan akhir kebanyakan orang tetap finansial.
-
-
Cerita Pribadi (Lance & Tracy)
-
Awal terjun karena terlilit utang & kredit macet, bukan karena produk.
-
Yang menggerakkan: kisah nyata tentang seorang anak muda 30 tahun yang sudah pensiun dini berkat industri ini.
-
Produk tidak akan cukup menarik saat itu—justru cerita kebebasan finansial yang jadi trigger.
-
-
Kisah Dokter Gerald (belum lengkap di bagian yang kamu kasih, kemungkinan lanjut di menit berikutnya).
-
Tapi intinya diarahkan ke kontras profesi bergaji besar tapi tetap terikat vs peluang kebebasan lewat bisnis ini.
-
🔑 Takeaway / Pelajaran
-
WHY besar lebih penting dari produk semata.
-
Jangan hanya pancing orang dengan “produk sehat”, karena itu hanya menarik sebagian kecil.
-
Orang benar-benar bergerak karena alasan kuat: utang, kebebasan, keluarga, atau visi hidup.
-
Cari elang, bukan ayam. Pemimpin besar jauh lebih berharga daripada ratusan konsumen pasif.
-
Cerita nyata jauh lebih kuat daripada sekadar presentasi produk.
🔑 Kisah Dr. Gerald
-
Awalnya diperkenalkan lewat adik pembicara (Lesie) yang seorang perawat.
-
Gerald jadi dokter hanya karena ayahnya dokter – tapi hidupnya terikat pager (on call 24/7, bahkan ke bioskop harus naik 2 mobil).
-
Dia kaget saat tahu pembicara & istrinya sudah pensiun di usia 24 tahun lewat bisnis ini.
-
Gerald mulai ikut, lalu membangun tim dengan menjual mimpi, bukan produk.
-
Dalam 2–3 tahun, ia menggandakan/tripling pendapatan dokter dan akhirnya pensiun.
-
Pensiunnya dirayakan spektakuler: 2.000 orang hadir, pager dihancurkan dengan steamroller, semua orang bersorak → simbol bebas dari rantai pekerjaan.
-
Kisah itu menginspirasi ribuan orang lain: “Kalau dia bisa, saya juga bisa.” → bisnisnya meledak → menghasilkan $10–15 juta beberapa tahun berikutnya.
🔑 Pelajaran & Peringatan
-
Cerita (dream) lebih kuat daripada sains atau produk.
Ketika Gerald pindah ke perusahaan baru dan mulai fokus lagi pada lab coat & science, banyak orang merasa: “Aku bukan dokter, aku tak bisa seperti itu.”
→ Hasil: bisnis jalan, tapi tidak sebesar saat menjual mimpi kebebasan. -
Pesan utama: jangan terjebak hanya di produk atau detail ilmiah. Yang lebih penting adalah WHY, mimpi, dan kisah transformasi.
🔑 Strategi yang Dibagikan
-
Target utama: brand ambassador (elang).
-
Prioritas 1: cari calon pemimpin.
-
Kalau mereka menolak → turunkan ke “produk + coba join dulu”.
-
Kalau masih menolak → jadikan customer.
-
Urutannya: Leader → Member → Customer.
-
“Customer = strike tiga.”
-
-
Cari elang, bukan ayam.
-
Konsumen setia penting, tapi pemimpin bisa membawa ribuan konsumen.
-
-
Dengarkan sebelum bicara.
-
Tanyakan: “Apa yang sedang kamu lakukan dengan hidupmu? Apa yang berjalan baik? Apa yang tidak?”
-
Dari jawaban mereka, arahkan pendekatan:
-
Kalau masalahnya finansial → tekankan income.
-
Kalau kesehatan → tunjukkan produk.
-
Kalau kesepian/komunitas → tonjolkan group & support system.
-
-
Intinya: sales = listening, bukan sekadar pitching.
-
🔑 Takeaway Utama
-
Produk = pintu masuk.
-
Mimpi (kebebasan, waktu, keluarga, gaya hidup) = penggerak utama.
-
Cerita nyata lebih menginspirasi daripada data sains.
-
Cari elang (pemimpin), dengarkan WHY orang lain, lalu hubungkan bisnis sebagai jawaban.
🔑 Prinsip Penting dalam Presentasi & Rekrutmen
-
Kenali dulu kebutuhan mereka.
-
Kalau orang sudah merasa hidupnya sempurna → jangan dipaksakan.
-
Tutup iPad, ucapkan selamat, kasih sampel produk → selesai.
-
Intinya: jangan jual kalau mereka tidak punya masalah/keinginan.
-
-
Kalau belum punya lifestyle sendiri, pakai cerita orang lain.
-
Bisa gunakan kisah Kim, Sam, keluarga Rouse, Samson, pemimpin Asia, dll.
-
Jangan terlalu cepat bicara soal income pribadi → orang akan bertanya “sudah berapa lama?” dan “sudah berapa penghasilan?” → bisa jadi bumerang.
-
Borrow credibility (pinjam kredibilitas dari kisah orang sukses lain).
-
-
Cerita pribadi yang paling kuat = apa yang membuatmu hidup.
-
Fokus pada apa yang membuatmu bersemangat tentang Three.
-
Tidak harus ahli sains atau produk → cukup bicarakan passion & WHY.
-
🔑 Strategi Besar
-
Jual mimpi, bukan detail.
-
Kalau bisa “menjual WHY” dan membuat orang mau menyebrang balok (analogi menara kembar), maka tim besar akan terbentuk.
-
-
Misi besar Three: 300 juta di Amerika Utara → mereka yakin itu akan tercapai bahkan lebih besar.
-
Fokus: bangun pemimpin (elang), bukan hanya konsumen (ayam).
-
Saring terus sampai ketemu calon Christine, Columbo, Cena, dsb.
-
Bicarakan apa yang membuatmu hidup → itu yang menarik pemimpin sejati.
🔑 Penutup
-
Jangan ubah sistem sendiri tanpa cek tim support.
-
Cari pemimpin, bukan hanya penjualan.
-
Bangun lewat cerita, WHY, dan passion.
-
Akhiri dengan doa & motivasi: God bless, build big, look for Eagles!
👉 Produk penting, tapi bukan inti.
👉 Orang masuk karena WHY besar (utang, kebebasan, keluarga, impian).
👉 Cari pemimpin (elang) lewat mendengar, bukan hanya menjual.
👉 Gunakan cerita (milikmu atau pinjam orang lain) untuk membangkitkan emosi & keyakinan.
👉 Bisnis ini bukan tentang ayam yang makan jagung tiap hari, tapi tentang elang yang bisa terbang tinggi dan membawa ribuan orang ikut serta.

Comments
Post a Comment