Hidup dalam kelimpahan [ DARI KEBERANIAN BERUBAH ] KIM HUI

Embracing The Opportunity IN Change.

https://www.youtube.com/watch?v=C6t8nTYLu5s

Intro
Musik pembuka.
Saya harap Anda merasa diberdayakan—tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan arah dan inspirasi yang bisa membawa Anda ke tingkat yang lebih tinggi.


Melalui memberi, kita akan melihat hasilnya.

Untuk sukses sebagai seorang pengusaha, Anda harus menemukan tujuan Anda, menemukan apa yang memotivasi Anda, sesuatu yang membuat Anda bersemangat — dengan dorongan itu Anda akan menjadi tak terbendung.

Sambutan — Samson
Halo semuanya. Saya Samson, menyapa Anda dari Los Angeles, California. Selamat pagi, siang, atau malam—di manapun Anda berada. Saya yakin banyak dari Anda sangat bersemangat untuk acara webcast yang luar biasa ini. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda semua; saya rasa hampir semua yang hadir di webcast ini adalah teman yang baik, juga mungkin pengusaha seperti saya, yang menikmati hidup di berbagai tempat di dunia.

Sebelum kita membahas topik utama, saya ingin mengucapkan: jaga keselamatan dan kesehatan. Beberapa bulan terakhir di 2020 memang sedikit gila, bukan? Saya telah ngobrol dengan banyak dari Anda di seluruh dunia; kita semua merasakan tantangan baru, banyak hal yang tampak di luar kendali. Namun sebagai pribadi dan sebagai pengusaha, saya tetap positif. Kita adalah orang-orang yang membuat perbedaan — mereka yang memiliki pola pikir positif, harapan, dan keyakinan untuk terus bergerak maju menuju dunia yang lebih baik. Hidup selalu memberi pelajaran, dan sekarang kita sedang menerima banyak pelajaran itu.

Di Los Angeles di mana saya berada, situasinya berbeda: pemerintah meminta kita memakai masker, lockdown berulang, bisnis buka lalu tutup lagi, orang tak bisa ke gereja, tak bisa makan di luar, bahkan di luar ruangan tetap harus pakai masker meski suhunya di atas 100°F. Ya, begitulah kenyataannya. Kita tak diciptakan untuk hidup seperti itu—kita biasa hidup bebas. Beberapa bulan lalu saya lelah dan memutuskan pergi road trip selama dua setengah sampai tiga minggu, melihat keindahan Amerika Serikat, dan kembali dengan pola pikir yang berbeda. Hidup memang naik turun; sekarang, lebih dari sebelumnya, kita perlu lebih sadar akan apa yang terjadi dan apa yang bisa kita lakukan.

Di masa perubahan ini, kita sangat beruntung bisa mengundang seorang wanita luar biasa — seseorang yang sudah saya kenal sekitar 15 tahun. Saya melihat dia menciptakan kesuksesan di seluruh dunia, dia sahabat yang saya hormati, seperti saudara perempuan. Dia telah membantu ribuan orang mengubah hidup mereka; kita semua bersama-sama. Kami berpikir bahwa kita perlu berbagi hal baik dengan teman dan keluarga di seluruh dunia. Jadi, dengan bangga saya memperkenalkan: dari nol hingga miliaran, dermawan berhati emas — teman baik saya, Kim Hui. Selamat datang, Kim. Apa kabar? Anda ada di sana?

Kim Hui
Halo Samson. Halo semua audiens dan teman-teman dari seluruh dunia. Saat ini saya berada di rumah di Southern California; Anda bisa melihat matahari hampir terbenam di L.A.—itu benar-benar matahari terbenam, bukan layar hijau dengan pohon palem (tertawa). Terima kasih sudah meluangkan waktu.

Seperti yang saya bilang, kita semua tahu ini adalah masa perubahan besar, di manapun kita berada. Saya percaya, apa pun sudut pandang kita—positif atau negatif—yang penting adalah apa yang bisa kita lakukan dengannya. Saya akan berbagi beberapa pemikiran tentang perjalanan saya: dari mana kita berasal hingga keadaan pikiran saya sekarang.

Seperti yang Samson sebutkan tentang situasi di California, saya yakin kita semua mengalami hal serupa. Di Januari tahun ini saya berada di India; saat akan pulang saya melihat apa yang terjadi melalui media sosial—itu terjadi di Tiongkok daratan. Ketika saya pulang, beberapa waktu kemudian situasi mulai menyebar ke AS. Saya mendengar narasi resmi dari media yang terkesan menakutkan—cerita-cerita orang tiba-tiba jatuh, meninggal di jalan, dan lain-lain—yang menimbulkan kecemasan. Saya sendiri awalnya sangat takut; sampai-sampai saya memakai sarung tangan ganda ketika pergi ke supermarket dan selalu memakai masker.

Seiring waktu saya mulai mempertanyakan versi yang kita dengar. Setelah hidup puluhan tahun di Amerika, melihat orang-orang berjalan dengan masker dan rasa takut saat berinteraksi—misalnya seseorang bersin lalu orang lain langsung menjauh—itu terasa aneh. Saat saya mulai bertanya-tanya dan melakukan riset sendiri bersama beberapa teman (termasuk Samson), saya melakukan refleksi pada bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua dan lansia — ada pemisahan relasi yang terasa sangat jelas. Dengan keraguan tersebut saya mulai menggali lebih jauh dan sampai pada kesimpulan saya sendiri mengenai pandemi ini.

Catatan: niat saya bukan untuk meremehkan pengalaman siapa pun. Saya hanya ingin berbagi perspektif saya tentang bagaimana perubahan belum pernah terjadi sebelumnya ini memengaruhi kita sebagai komunitas manusia di seluruh dunia, dan apa yang dapat kita lakukan saat menghadapi perubahan tersebut.

Masa yang Penuh Kesempatan

Ini adalah masa yang sangat menarik. Kita memilih untuk hadir di ruang dan waktu ini di bumi untuk menyaksikan apa yang sedang terjadi. Ada jendela kesempatan yang penuh dengan kegembiraan.

Sebelum saya berbagi bagaimana saya melewati semuanya, dan bagaimana saya memandang masa depan sebagai seorang entrepreneur, saya ingin meminta dua hal sederhana dari Anda semua yang hadir hari ini.

Melepaskan Masa Lalu dan Masa Depan

Pertama, saya ingin mengajak Anda untuk melepaskan masa lalu.
Apa pun pemahaman Anda tentang diri sendiri, tentang masyarakat, tentang apa yang sudah dicapai — lepaskan dulu. Tarik napas dalam-dalam, lalu jatuhkan semua itu. Jangan khawatir, bila setelah acara ini Anda ingin mengambilnya kembali, silakan.

Kedua, lepaskan juga pikiran tentang masa depan.
Apa pun bayangan tentang bagaimana seharusnya masa depan, apa yang harus dicapai, atau seperti apa keadaannya nanti — lepaskan dulu. Dan lagi, jangan khawatir, setelah sesi ini Anda bisa mengambilnya kembali.

Kenapa saya minta ini? Karena untuk menemukan solusi baru bagi situasi baru, kita tidak bisa menggunakan cara berpikir lama. Pikiran lama hanya akan membawa solusi lama. Dengan melepas masa lalu dan masa depan, kita masuk ke ruang "saat ini" — the now.

Di ruang ini, ada jendela kesempatan. Di sinilah kreativitas lahir, di sela-sela antara pikiran tentang masa lalu dan bayangan masa depan.

Think and Grow Rich

Saat saya memulai perjalanan sebagai entrepreneur hampir 30 tahun lalu, salah satu buku pertama yang direkomendasikan kepada saya adalah Think and Grow Rich karya Napoleon Hill. Orang-orang berkata, "Semua rahasia menjadi sukses, semua rahasia meraih kekayaan ada di buku ini."

Waktu itu saya sedang jatuh, maka saya bertekad: kalau rahasianya ada di buku itu, saya akan menemukannya. Saya membaca berulang kali, dua hingga tiga kali dalam satu duduk. Tapi tetap saja saya tidak menemukannya. Saya berpikir, "Kenapa tidak ditulis saja secara sederhana? Tinggal tulis poin satu, dua, tiga."

Ternyata, saya membaca buku itu dengan membawa pikiran masa lalu—tentang siapa saya, apa yang ingin saya capai, bagaimana cara saya memandang solusi—serta proyeksi masa depan saya. Karena itu, saya tidak bisa menangkap intinya.

Rahasia Kehidupan

Butuh waktu lama sampai akhirnya saya menyadari sesuatu:
Kunci kehidupan tidak hanya lewat logika. Selama ratusan bahkan ribuan tahun, manusia lebih banyak beroperasi dari otak kiri—logika, langkah demi langkah. Logika memang penting untuk menjalani kehidupan sehari-hari, tetapi untuk benar-benar menyentuh kelimpahan hidup, kita harus masuk ke ruang yang berbeda.

Bagaimana mungkin seorang gadis dari Hong Kong, lahir dari keluarga sederhana, datang ke Amerika 41 tahun lalu tanpa bisa berbahasa Inggris, bisa sampai di posisi saya hari ini? Itu bukan hanya soal logika. Itu adalah berkat kelimpahan hidup.

Saya belajar bahwa untuk bisa menyentuh kelimpahan, kita harus melepaskan masa lalu dan masa depan. Apa pun situasinya, selalu ada jendela kesempatan.


Kelimpahan Selalu Ada

Saya percaya jalan hidup manusia adalah jalan kelimpahan. Alam semesta menciptakan kita dengan tubuh yang luar biasa kuat, bahkan melebihi pemahaman kita. Sang Pencipta sudah menyediakan kelimpahan bagi kita.

Tapi ingat: ada perbedaan antara kelimpahan dan kemewahan. Kelimpahan selalu ada di luar sana. Pertanyaannya: bagaimana cara kita menyentuh dan menariknya ke dalam hidup kita?


Visi: Menyalakan Cahaya

Semuanya dimulai dari visi.
Visi berarti apa yang kita inginkan, aspirasi kita, inspirasi kita. Bisa berupa keluarga yang bahagia, pensiun yang tenang, waktu berkualitas dengan anak-anak, atau perjalanan bersama sahabat.

Kenapa visi penting? Karena visi seperti menyalakan lampu di ruangan gelap. Tanpa cahaya, kita tidak bisa menavigasi. Dengan cahaya, kita tahu arah. Visi adalah GPS kehidupan kita.

Bahkan jika mata kita belum bisa melihat kenyataan itu, dengan visi kita sudah bisa menyalakan "lampu" dalam pikiran.


Dari Visi ke Realitas

Pertanyaan berikutnya: bagaimana membawa visi itu menjadi nyata, sehingga bisa benar-benar kita lihat dengan mata?
Caranya adalah dengan men-download kelimpahan yang sudah disediakan semesta untuk kita. Ada kunci emas untuk membuka jalannya.


Kunci Pertama: Trust (Kepercayaan)

Kunci pertama adalah trust.
Trust lebih dalam daripada sekadar belief (keyakinan). Belief bersifat buatan manusia, tetapi trust adalah bawaan—sebuah rasa tahu dari dalam diri.

Trust seperti bayi yang baru lahir mempercayai ibunya, tanpa pengetahuan apa pun. Trust adalah keyakinan bahwa matahari pasti terbit dan pasti terbenam setiap hari.

Itulah trust yang harus kita miliki terhadap jalan hidup dan kelimpahan yang sudah tersedia bagi kita.

Kunci Perjalanan & Visi

  1. Percaya pada Visi

    • Visi itu seperti matahari: kadang tertutup awan, tidak terlihat, tapi tetap ada.

    • Apa yang kita bayangkan mungkin belum terlihat secara fisik, tetapi sudah ada di level lain.

    • Visi itu seperti bayi. Kita adalah ibunya. Pertanyaannya: seberapa baik kita merawat, melindungi, dan menjaga bayi itu?

  2. Rasakan (Feel It)

    • Visi bergetar pada frekuensi berbeda. Untuk “mengunduhnya” ke realitas, kita harus merasakannya.

    • Saat benar-benar merasakannya, getaran dan emosi kita naik, dan itu menarik realitas baru masuk ke kehidupan.

    • Cinta pada visi itu seperti cinta mendalam — bukan hanya pada orang lain, tapi cinta pada diri sendiri dan tujuan hidup.

    Cerita Pribadi Kim (30 tahun lalu):

    • Setelah lulus kuliah, Kim bekerja di perusahaan besar, lalu kena PHK.

    • Memulai di industri ini, ia disuruh menelepon teman kuliah dan rekan kerja. Hasilnya: ada yang menolak, ada yang mengejek, ada yang bergabung lalu keluar.

    • Pernah pulang tengah malam setelah meeting, tanpa partner, tanpa hasil, bahkan ditinggalkan orang yang janji hadir.

    • Malam itu, berdiri di depan cermin pukul 11:30, ia membayangkan dirinya suatu hari berdiri di panggung global, membagikan cerita dan mimpinya.

    • Saat membayangkan itu, ia benar-benar merasakan seolah sudah terjadi, sampai meneteskan air mata.

    • Dari situlah kekuatan “merasakan” visi mulai ia pahami.

  3. Belajar – Rencanakan – Kerjakan

    • Kunci ketiga: Learn it, Plan it, Work it.

    • Belajar jalannya, buat rencana, lalu kerjakan.

    • Tapi perlu disadari, tidak semua rencana berjalan sempurna. Karena itu, kuncinya adalah Trust the Flow — percaya pada aliran hidup.

    • Ini lebih dalam dari law of attraction; bukan sekadar menarik, tapi menyatu dengan aliran semesta.


Refleksi Bersama Samson

  • Banyak orang muda mengejar sukses materi dulu. Itu normal, tapi pada akhirnya, yang lebih penting adalah makna hidup.

  • Keberlimpahan sejati bukan soal barang mewah, tapi tentang rasa syukur, cinta, kesehatan, persahabatan, dan kontribusi.

  • Perjalanan global brand yang dibangun awalnya hanya berawal dari sebuah ruangan kecil di Diamond Bar. Tidak ada yang tahu akan sampai di lebih dari 100 negara.


Inti Pesan

  • Kunci #1: Percaya pada visi.

  • Kunci #2: Rasakan seolah sudah terjadi.

  • Kunci #3: Belajar, rencanakan, kerjakan — lalu percaya pada aliran hidup.

Dan pada akhirnya, kekayaan sejati bukan hanya materi, melainkan makna hidup dan keberlimpahan dalam segala bentuknya.


Riches of Life – Makna di Balik Perjalanan

Dalam 37 tahun terakhir, saya telah berkeliling ke hampir 50 negara, bukan hanya untuk urusan bisnis, tetapi juga dalam pencarian makna hidup. Setiap perjalanan membawa pengalaman, pelajaran, dan kekayaan batiniah yang jauh melampaui materi. Saya menyebutnya sebagai Riches of Life—kekayaan sejati yang memberi arti pada hidup.

Jejak Perjalanan & Makna

  • Tembok Besar Tiongkok
    Sejak kecil, sebagai keturunan Tionghoa, salah satu impian terbesar saya adalah berjalan di Tembok Besar. Mewujudkannya bersama teman-teman bukan sekadar memenuhi cita-cita, tetapi juga sebuah simbol dari perjalanan spiritual dan kebanggaan akan akar budaya.

  • Petra, Yordania
    Selama bertahun-tahun saya menempel foto Petra di vision board saya. Setiap kali melihatnya di majalah, hati saya berbisik, “Suatu hari nanti saya akan ke sana.” Butuh waktu 30 tahun, tapi akhirnya saya sampai juga di sana. Impian itu bukan hanya tentang tempat, melainkan tentang kepercayaan pada visi.

  • Angkor Wat, Kamboja
    Kuil ini seperti panggilan jiwa. Saya ke sana bersama sahabat-sahabat, bahkan membawa seorang profesor yang kemudian menjadi bagian dari cerita perjalanan kami. Di balik keindahan bangunan kuno, saya merasakan energi spiritual yang luar biasa.

  • Tiger’s Nest, Bhutan
    Perjalanan mendaki selama tujuh jam terasa melelahkan, namun begitu tiba di puncak, semua terbayar. Bagi saya, ini melambangkan perjuangan hidup—setiap langkah, meski berat, membawa kita semakin dekat pada puncak impian.

  • Rishikesh & Himalaya, India
    Rishikesh adalah rumah yoga dunia. Saya berkesempatan mengikuti upacara spiritual, bernyanyi, menari, dan bermeditasi di tepi Sungai Gangga. Pengalaman ini membuat saya merasa kembali pada esensi kehidupan: kesederhanaan, doa, dan koneksi dengan alam semesta.

  • Aurora Borealis, Kutub Utara
    Setelah penantian panjang di tengah dinginnya malam, akhirnya saya menyaksikan cahaya aurora menari di langit. Rasanya magis, seakan-akan alam semesta sedang memberi pesan: “Keajaiban itu nyata bagi mereka yang sabar menanti.”

  • Masa Pandemi & Makna Baru
    Tahun 2020 saya berencana pergi ke Machu Picchu dan Mesir. Namun pandemi mengubah segalanya. Alih-alih berdiam diri, saya memilih melihat peluang. Saya melakukan road trip bersama keluarga, menemukan “piramida” di Utah, dan belajar bahwa keajaiban tidak selalu harus jauh—kadang ada di depan mata jika kita mau melihat.

Peran yang Membawa Arti

  • Sebagai Anak
    Salah satu mimpi ibu saya, yang hanya berpendidikan hingga kelas dua atau tiga SD, adalah pergi ke Paris. Membawanya ke Eropa, mengunjungi Paris, Italia, dan Swiss, adalah momen yang paling membahagiakan. Wajahnya berseri, dan lebih dari itu, hati saya sebagai anak penuh syukur bisa mewujudkan harapannya.

  • Sebagai Ibu
    Saya percaya, peran kita sebagai orang tua bukan hanya memberi nasihat, tetapi juga menjadi contoh nyata. Saya ingin anak saya melihat dunia, mengalami perjalanan, dan memahami hidup dari lensa yang lebih luas. Dengan itu, dia bisa tumbuh dengan perspektif yang berbeda dari saya dulu, yang lahir dari keluarga miskin dan hanya memakai baju bekas.

Refleksi Hidup

Hidup adalah perjalanan. Sering kali dalam prosesnya, kita tidak mengerti maknanya. Namun saat menoleh ke belakang, barulah kita melihat pola, alasan, dan pelajaran.

Saya percaya setiap hari adalah kesempatan baru. Pandemi mengajarkan saya bahwa masa lalu sudah lewat, masa depan belum tiba—yang ada hanyalah momen sekarang. Dan setiap hari, kita bisa memilih untuk berubah, bertumbuh, dan menanam Seed of Life—benih kehidupan yang akan terus bertumbuh jika kita rawat dengan visi, rasa syukur, dan keberanian.


Refleksi dari Dua Foto

Foto pertama di sebelah kiri adalah foto pertama saya seumur hidup, saat berusia sekitar empat atau lima tahun. Saya masih kecil, mengenakan baju bekas pemberian orang lain. Itu adalah pertama kalinya saya punya foto.

Foto kedua di sebelah kanan diambil saat saya berusia 14 tahun, baru pertama kali tiba di Amerika Serikat. Baju yang saya kenakan juga hand-me-down, pemberian sepupu. Saya duduk di atas mobil pertama keluarga kami—sebuah Plymouth Chrysler tua dari tahun 1960-an. Mobil besar yang boros bensin, tapi kami begitu bangga karena akhirnya punya kendaraan sendiri.

Sekarang, lebih dari 40 tahun kemudian, saya melihat kembali dua foto itu. Seorang anak kecil penuh rasa ingin tahu, penuh keberanian untuk bermimpi. Siapa yang menyangka, dari foto hitam putih sederhana itu, perjalanan hidup membawa saya ke tempat di mana saya berada hari ini?


Pelajaran dari Perjalanan

Waktu kecil, saya sering bertanya, “Kenapa saya? Kenapa saya harus lahir dari keluarga miskin? Kenapa harus melihat orang tua bekerja keras, dipandang rendah, dan tidak dihormati?”

Tapi sekarang saya mengerti. Semua itu bukan hukuman, melainkan penempatan. Semua itu membentuk saya, menginspirasi saya untuk berubah, untuk tidak menyerah, untuk menciptakan hidup yang berbeda.

Hidup seringkali tidak masuk akal ketika kita sedang menjalaninya. Tetapi kalau kita menoleh ke belakang, kita bisa melihat pola, alasan, dan makna dari setiap pengalaman.


Tanggung Jawab Pribadi

Hari ini, saya mengingatkan diri sendiri — dan juga anak saya yang sebentar lagi berusia 17 tahun — bahwa setiap hari kita punya kesempatan baru.

Setiap hari, kita harus bertanggung jawab atas pikiran dan tindakan kita. Karena apa yang kita pikirkan dan lakukan, itu yang membentuk realitas hidup kita.

Ada area hidup saya yang sudah positif—bisnis, impian, mimpi besar. Tapi ada juga area lain yang masih butuh saya perbaiki. Karena itu, setiap pagi saya berkata pada diri sendiri:
👉 “Hari ini adalah diriku yang baru. Aku bertanggung jawab penuh atas pikiranku dan tindakanku.”

Kita semua berada di dalam sebuah “ladang energi”. Ladang itu harus kita lindungi dan kita rawat. Kalau kita ingin mendownload realitas yang kita impikan, kita harus menjaga getaran kita tetap tinggi, tetap positif.


Pesan Penutup

Hidup adalah sebuah evolusi—benih yang terus bertumbuh, berubah, dan berkembang. Kita selalu punya pilihan: apakah kita mau terjebak pada realitas lama, atau menciptakan realitas baru?

Ingatlah, kita semua diciptakan untuk hidup dalam kelimpahan. Dan kelimpahan itu datang dari keberanian untuk berubah, dari rasa syukur, dan dari tanggung jawab atas diri kita sendiri.

Saya berharap apa yang saya bagikan hari ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua:
✨ Ubah dirimu, maka duniamu akan ikut berubah.


Comments

Popular Posts