Brain Hack: 6 secrets to learning faster, backed by neuroscience | Lila Landowski | TEDxHobart TEDx Talks

https://www.youtube.com/watch?v=kKvK2foOTJM

Saya [Lila Landowski ] seorang ahli saraf dan dosen. Saya melihat banyak orang kesulitan belajar, terutama orang dewasa, karena kita tidak diajari cara belajar. Namun ada enam hal yang bisa membantu belajar lebih cepat dan efektif: perhatian, kewaspadaan, tidur, pengulangan, jeda, dan kesalahan.

1. Perhatian: Fokus penuh pada satu hal meningkatkan retensi informasi. Kurangi gangguan, meditasi, dan olahraga dapat membantu. Olahraga ringan pun meningkatkan perhatian dan kognisi hingga dua jam.

2. Kewaspadaan: Aktivasi sistem fight-or-flight meningkatkan fokus. Olahraga, teknik pernapasan, mandi air dingin, sedikit stres, dan kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan memori.

3. Tidur: Tidur penting untuk mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang melalui hipokampus. Hindari belajar saat kurang tidur atau mengandalkan "sistem kebut semalam".

4. Pengulangan: Belajar sekali tidak cukup. Pengulangan memperkuat jalur di otak. Gunakan teknik spasi, belajar secara berkala lebih efektif daripada sekaligus.

5. Jeda: Jeda memberi otak waktu memutar ulang informasi, meningkatkan pemahaman dan mencegah gangguan dari informasi baru. Bagi orang dewasa, jeda 10-20 menit setelah belajar sangat efektif.

6. Kesalahan: Kesalahan meningkatkan perhatian dan membuka jendela neuroplastisitas. Jangan takut salah; hadapi kesalahan untuk belajar lebih baik dan ubah proses belajar menjadi menyenangkan.

Dengan menerapkan keenam prinsip ini, belajar menjadi lebih cepat dan efektif. Singkirkan gangguan, fokus, ulangi, jeda, tidur cukup, dan terima kesalahan. Otak Anda akan berterima kasih.


Saya marah. Saya marah karena berharap saya tahu hal ini saat masih muda. Saya seorang ahli saraf dan dosen. Sebagai ahli saraf, saya mempelajari otak dan saraf yang tersebar di tubuh. Sebagai dosen, saya mengajar generasi profesional kesehatan masa depan.

Saya melihat beberapa mahasiswa mengalami kesulitan belajar, terutama mahasiswa yang lebih tua, tapi itu bukan salah mereka. Kita tidak diajari cara belajar; kita hanya berharap itu terjadi begitu saja. Saya pikir kutukan terbesar adalah semakin sulitnya belajar seiring bertambah usia. Namun, bagaimana jika ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk belajar lebih cepat dan efektif?

Saya akan menjelaskan ilmu saraf di balik enam hal penting yang bisa membantu Anda belajar lebih cepat: perhatian, kewaspadaan, tidur, pengulangan, jeda, dan kesalahan.

Pertama, bagaimana sebenarnya kita belajar? Kita memerlukan neuroplastisitas. Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk berubah secara fisik sebagai respons terhadap pengalaman. Saat kita belajar sesuatu, baik informasi maupun keterampilan, terbentuk koneksi kecil bernama sinapsis antara neuron di otak. Semakin sering kita melakukan sesuatu, koneksi itu semakin kuat, dan kemampuan kita dalam hal itu semakin baik.

Contohnya, dua neuron yang saya rekam di cawan petri ini sedang mencoba terhubung. Struktur mirip tangan ini disebut kerucut pertumbuhan. Setiap neuron memilikinya, dan ia secara aktif mencari lingkungan untuk terhubung dengan neuron lain. Proses ini penting untuk perkembangan otak, dan jika terganggu, dapat menimbulkan masalah belajar dan memori.

Anak-anak belajar dengan cepat karena otak mereka seperti spons. Tapi orang dewasa belajar lebih sulit. Namun sebagian besar bakat tidak datang begitu saja; latihan dan ketekunan sejak dini membangun kemampuan. Contohnya Serena Williams dan Beethoven yang mulai berlatih sejak usia lima tahun.

Kemampuan belajar memang menurun seiring usia, terutama setelah 20-an, tapi ada solusi. Kita bisa menggunakan perhatian, kewaspadaan, tidur, pengulangan, jeda, dan kesalahan untuk belajar lebih efektif.

Perhatian sangat penting. Jika Anda memfokuskan perhatian pada satu hal, misalnya perasaan kaki di lantai, Anda akan sadar detail yang sebelumnya tidak terasa. Penelitian menunjukkan fokus penuh pada suatu tugas meningkatkan retensi informasi, terutama jangka panjang. Kurangi gangguan, terutama penggunaan ponsel, karena dapat menurunkan perhatian. Meditasi fokus atau olahraga dapat meningkatkan perhatian, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Olahraga, bahkan ringan, meningkatkan ukuran bagian otak yang terkait pembelajaran dan memori, serta meningkatkan kognisi dan perhatian hingga dua jam setelahnya.

Selanjutnya, kewaspadaan. Tanpa fokus penuh, sulit menyimpan informasi. Aktivasi sistem fight-or-flight meningkatkan kewaspadaan melalui pelepasan adrenalin dan noradrenalin. Olahraga, teknik pernapasan, mandi air dingin, atau sedikit stres bisa meningkatkan kewaspadaan. Sedikit stres baik, karena dapat meningkatkan kinerja belajar. Kafein juga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan memori sebelum belajar.

Tidur sangat penting. Tidur membantu konsolidasi memori, mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang melalui hipokampus. Tanpa tidur, informasi yang dipelajari tidak akan tersimpan jangka panjang. Maka hindari belajar saat kurang tidur atau mengandalkan "sistem kebut semalam".

Pengulangan juga kunci. Belajar satu kali tidak cukup. Pengulangan memperkuat jalur dan koneksi di otak. Gunakan teknik spasi: belajar secara berkala dalam beberapa hari lebih efektif daripada memadatkan semua dalam satu hari.

Jeda sangat penting. Jeda memberi otak waktu memutar ulang informasi secara tidak sadar, meningkatkan pemahaman dan kecepatan belajar. Jeda juga mencegah informasi baru menimpa yang lama (retrograde interference). Untuk orang dewasa, jeda 10-20 menit atau lebih lama diperlukan setelah belajar.

Kesalahan juga memiliki peran biologis. Saat kita salah, muncul rasa cemas yang meningkatkan perhatian melalui neuromodulator seperti asetilkolin. Ini membuka jendela bagi neuroplastisitas. Jangan takut salah; kesalahan dan kegagalan meningkatkan kemampuan belajar jika dihadapi dengan benar. Ubah pembelajaran menjadi permainan untuk membuat proses lebih menyenangkan dan efektif.

Dengan memahami otak, Anda memiliki kunci untuk belajar lebih cepat dan efektif: perhatian, kewaspadaan, tidur, pengulangan, jeda, dan kesalahan. Saat belajar, singkirkan gangguan, tingkatkan perhatian dan kewaspadaan, ulangi sebanyak mungkin, ambil jeda, tidur cukup, dan terima kesalahan sebagai bagian dari proses. Otak Anda akan berterima kasih.

Terima kasih atas perhatian Anda, semoga Anda belajar hal baru hari ini.



Comments

Popular Posts