Jika saya melihat kembali perjalanan saya bersama THREE
International DARI FEB 2024, saya menyadari bahwa perjalanan ini sebenarnya tidak pernah
hanya tentang bisnis.
Tidak hanya tentang produk.
Tidak hanya tentang bonus.
Tidak hanya tentang angka.
Tidak hanya tentang membangun jaringan.
Perjalanan ini dimulai dari sesuatu yang jauh lebih
personal:
keinginan untuk menjadi lebih baik.
Lebih sehat.
Lebih berenergi.
Lebih sadar terhadap tubuh.
Lebih mampu menjaga diri.
Dan tanpa saya sadari, perjalanan untuk memperbaiki diri itu
perlahan berubah menjadi perjalanan untuk membantu orang lain.
Dari self-care menuju shared care.
Dari personal wellness menuju community wellness.
Dari consumer menjadi contributor.
Dari sekadar mencari manfaat menjadi berusaha menciptakan
manfaat.
Dan ketika saya mencoba menarik benang merah dari perjalanan
saya—dari mengenal wellness, menggunakan produk, merasakan perubahan,
membagikan pengalaman, membangun komunitas, hingga mengembangkan bisnis—saya
menemukan bahwa perjalanan saya di THREE sangat selaras dengan satu perjalanan
manusia yang lebih besar:
MEANING → CONNECTION → PURPOSE → CONTRIBUTION → LEGACY
Mungkin itulah yang membuat perjalanan ini begitu berarti
bagi saya.
Karena pada akhirnya, saya tidak merasa sedang sekadar
membangun sebuah bisnis.
Saya sedang membangun sebuah perjalanan kehidupan.
1. MATTERING — Ketika Saya Menyadari Bahwa Diri
Saya Juga Penting
Perjalanan saya dimulai dari diri sendiri.
Dan mungkin inilah titik awal yang sering kita lupakan
sebagai perempuan, sebagai profesional, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai
pemimpin, atau sebagai seseorang yang memiliki begitu banyak tanggung jawab.
Kita terbiasa menjaga banyak orang.
Menyelesaikan banyak pekerjaan.
Memenuhi banyak harapan.
Menjadi kuat untuk keluarga.
Bertanggung jawab di tempat kerja.
Mendukung orang lain.
Namun terkadang kita lupa bertanya:
“Bagaimana dengan saya?”
Apakah saya cukup menjaga tubuh saya?
Apakah saya mendengarkan apa yang dibutuhkan tubuh saya?
Apakah saya memberikan energi, nutrisi, istirahat, dan
perhatian yang cukup kepada diri sendiri?
Atau saya hanya terus berjalan sampai suatu hari tubuh
meminta saya berhenti?
Bagi saya, mengenal dunia wellness membawa sebuah kesadaran
sederhana:
Merawat diri bukan berarti egois.
Merawat diri adalah bentuk tanggung jawab.
Karena tubuh adalah kendaraan yang membawa kita menjalani
seluruh perjalanan hidup.
Jika tubuh kehilangan energi, kita sulit memberikan energi
kepada orang lain.
Jika kita terus-menerus kelelahan, sulit bagi kita untuk
hadir sepenuhnya.
Jika kita mengabaikan diri sendiri, suatu saat tubuh mungkin
meminta perhatian dengan caranya sendiri.
Di sinilah perjalanan saya bersama THREE dimulai.
Bukan dari pertanyaan:
“Berapa banyak uang yang bisa saya hasilkan?”
Tetapi dari pertanyaan:
“Bagaimana saya bisa menjadi versi diri yang lebih sehat
dan lebih baik?”
Saya mulai belajar.
Saya mulai mencoba.
Saya mulai membangun rutinitas.
Saya mulai lebih memperhatikan apa yang masuk ke dalam
tubuh.
Saya mulai memahami bahwa wellness bukan sebuah tujuan yang
dicapai sekali.
Wellness adalah sebuah perjalanan.
Setiap hari.
Setiap pilihan.
Setiap kebiasaan.
Setiap keputusan kecil.
Dan ketika saya mulai merasakan manfaat dari
perubahan-perubahan kecil tersebut, saya menemukan sesuatu yang sangat penting:
Seseorang akan lebih mudah membagikan sesuatu ketika ia
terlebih dahulu merasakan maknanya.
Saya tidak ingin hanya berbicara tentang kesehatan.
Saya ingin menjalani perjalanan kesehatan itu sendiri.
Saya tidak ingin hanya menjual konsep wellness.
Saya ingin memahami bagaimana wellness dapat menjadi bagian
dari kehidupan nyata.
Di situlah saya menemukan mattering.
Bahwa saya juga penting.
Kesehatan saya penting.
Energi saya penting.
Masa depan saya penting.
Dan ketika seseorang mulai percaya bahwa dirinya berharga,
ia mulai mengambil keputusan yang berbeda.
“I matter. Therefore, I take care of myself.”
Dan dari titik itulah perjalanan saya dimulai.
2. WELLNESS — Ketika Perubahan Kecil Mulai Menjadi
Cerita
Tidak ada perjalanan besar yang benar-benar dimulai dengan
sesuatu yang besar.
Sering kali semuanya dimulai dari langkah kecil.
Satu kebiasaan.
Satu keputusan.
Satu produk yang dicoba.
Satu rutinitas yang dilakukan.
Satu hari ketika kita memutuskan:
“Saya ingin lebih memperhatikan diri saya.”
Selama perjalanan saya, saya mulai memahami bahwa kesehatan
bukan hanya tentang satu produk atau satu solusi.
Wellness adalah sebuah ekosistem.
Ada nutrisi.
Ada aktivitas fisik.
Ada tidur.
Ada manajemen stres.
Ada perawatan diri.
Ada hubungan.
Ada lingkungan.
Dan ada konsistensi.
Produk dapat menjadi bagian dari perjalanan.
Tetapi kehidupan sehari-hari tetap menjadi fondasinya.
Karena itu, bagi saya, perjalanan bersama THREE bukan
sekadar tentang apa yang saya konsumsi.
Tetapi juga tentang bagaimana saya mulai membangun awareness.
Saya belajar untuk lebih sadar.
Lebih memperhatikan tubuh.
Lebih memahami energi.
Lebih menghargai proses.
Lebih konsisten.
Dan semakin lama saya menjalani perjalanan ini, semakin saya
memahami:
Wellness bukan tentang menjadi sempurna. Wellness adalah
tentang menjadi lebih sadar.
Tidak semua hari sempurna.
Tidak semua rutinitas selalu berhasil.
Kadang kita sibuk.
Kadang kita lelah.
Kadang jadwal pekerjaan sangat padat.
Kadang perjalanan dinas membuat rutinitas berubah.
Namun wellness bukan tentang kesempurnaan.
Ia tentang kemampuan untuk kembali.
Kembali ke kebiasaan baik.
Kembali memperhatikan tubuh.
Kembali membangun keseimbangan.
Dan justru dari perjalanan nyata inilah cerita mulai
terbentuk.
Karena orang tidak selalu membutuhkan seseorang yang
sempurna.
Mereka membutuhkan seseorang yang real.
Seseorang yang bisa berkata:
“Saya juga sedang belajar.”
“Saya juga sedang berproses.”
“Saya juga tidak sempurna.”
“Tetapi saya menemukan sesuatu yang membantu perjalanan
saya.”
Dan dari situlah pengalaman pribadi mulai berubah menjadi
sesuatu yang lebih besar:
a story worth sharing.
3. CONNECTION — Ketika Saya Menyadari Bahwa
Perjalanan Akan Lebih Indah Jika Dilakukan Bersama
Ada satu hal yang sangat saya syukuri dari perjalanan di
THREE:
saya tidak berjalan sendirian.
Pada awalnya, wellness mungkin merupakan perjalanan
personal.
Saya menggunakan produk.
Saya membangun kebiasaan.
Saya memperhatikan kesehatan.
Saya mencoba memahami tubuh.
Namun kemudian sesuatu yang indah terjadi.
Saya mulai bertemu orang-orang yang memiliki pertanyaan yang
sama.
Mereka juga ingin hidup lebih sehat.
Mereka juga ingin memiliki lebih banyak energi.
Mereka juga ingin belajar.
Mereka juga sedang mencari solusi.
Mereka juga ingin berubah.
Dan di sinilah perjalanan yang awalnya:
“Saya ingin sehat.”
perlahan berubah menjadi:
“Mari kita sehat bersama.”
Inilah kekuatan komunitas.
Karena manusia tidak hanya membutuhkan informasi.
Kita membutuhkan dukungan.
Kita membutuhkan teman perjalanan.
Kita membutuhkan seseorang yang mengingatkan kita ketika
kita mulai menyerah.
Kita membutuhkan lingkungan yang mengatakan:
“Kamu bisa.”
“Kita lakukan bersama.”
“Kamu tidak sendirian.”
Komunitas wellness bagi saya bukan sekadar kumpulan orang
yang menggunakan produk yang sama.
Komunitas yang sehat adalah tempat di mana orang dapat:
- belajar;
- bertumbuh;
- berbagi
pengalaman;
- saling
mendukung;
- saling
mengingatkan;
- merayakan
kemajuan;
- dan
membantu satu sama lain bangkit.
Dari sinilah saya melihat kekuatan connection.
Karena kesehatan tidak hanya bersifat biologis.
Manusia juga membutuhkan koneksi.
Kita membutuhkan rasa memiliki.
Kita membutuhkan belonging.
Dan semakin perjalanan saya berkembang, saya mulai memahami
bahwa salah satu kebahagiaan terbesar bukan hanya ketika saya melihat perubahan
pada diri sendiri.
Tetapi ketika seseorang berkata:
“Terima kasih, saya jadi lebih termotivasi.”
“Saya jadi mulai memperhatikan kesehatan saya.”
“Saya belajar sesuatu dari perjalananmu.”
“Saya senang punya komunitas yang mendukung.”
Di titik itu, perjalanan saya tidak lagi hanya tentang me.
Ia mulai menjadi tentang we.
4. DARI CUSTOMER MENJADI STORYTELLER
Saya percaya bahwa bisnis modern bukan hanya tentang
transaksi.
Bisnis modern adalah tentang trust.
Dan kepercayaan tidak dapat dibangun hanya dengan promosi.
Kepercayaan dibangun melalui:
- pengalaman;
- konsistensi;
- transparansi;
- hubungan;
- dan
cerita yang autentik.
Karena itu, perjalanan saya di THREE berkembang bukan hanya
sebagai perjalanan bisnis.
Ia menjadi perjalanan storytelling.
Saya mulai membagikan apa yang saya pelajari.
Tentang wellness.
Tentang kebiasaan.
Tentang pentingnya menjaga energi.
Tentang konsistensi.
Tentang perjalanan hidup.
Tentang tantangan.
Tentang proses menjadi lebih baik.
Saya tidak ingin sekadar mengatakan:
“Ini produk yang bagus.”
Saya ingin berbicara lebih dalam:
“Apa arti sehat bagi kehidupan kita?”
Karena bagi seseorang yang memiliki keluarga, kesehatan
berarti bisa hadir lebih lama.
Bagi seorang profesional, kesehatan berarti memiliki energi
untuk berkarya.
Bagi seorang ibu, kesehatan berarti dapat merawat keluarga.
Bagi seorang pemimpin, kesehatan berarti memiliki kapasitas
untuk mengambil keputusan.
Bagi seseorang yang sedang memasuki fase kehidupan baru,
kesehatan berarti menjaga kualitas hidup.
Dan bagi saya pribadi:
kesehatan adalah modal untuk menjalani misi kehidupan.
Saya memiliki banyak impian.
Saya memiliki pekerjaan.
Saya memiliki tanggung jawab.
Saya memiliki komunitas.
Saya memiliki keluarga.
Saya memiliki cita-cita untuk terus belajar dan memberikan
kontribusi.
Semua itu membutuhkan satu hal:
ENERGY.
Dan karena itulah wellness memiliki makna yang lebih besar
daripada sekadar penampilan.
Wellness adalah tentang:
Having the energy to live your purpose.
5. PURPOSE — Ketika Bisnis Tidak Lagi Hanya Tentang
UANG
Saya percaya tidak ada yang salah dengan menghasilkan uang.
Bisnis membutuhkan keuntungan.
Keluarga membutuhkan keamanan finansial.
Masa depan membutuhkan perencanaan.
Kemandirian ekonomi adalah sesuatu yang penting.
Namun perjalanan saya mengajarkan satu hal:
Uang yang memiliki makna biasanya datang dari nilai yang
kita ciptakan.
Pertanyaan saya kemudian berubah.
Bukan hanya:
“Bagaimana saya mendapatkan hasil?”
Tetapi:
“Bagaimana saya memberikan value?”
Bagaimana saya membantu seseorang memahami sesuatu?
Bagaimana saya membantu seseorang memulai kebiasaan yang
lebih baik?
Bagaimana saya membangun komunitas yang positif?
Bagaimana saya membantu orang lain bertumbuh?
Bagaimana saya menciptakan peluang?
Di sinilah saya mulai melihat bisnis dengan perspektif yang
berbeda.
Bisnis bukan hanya:
PRODUCT → TRANSACTION → PROFIT
Tetapi bisa menjadi:
VALUE → TRUST → RELATIONSHIP → IMPACT → SUSTAINABLE
BUSINESS
Saya mulai menyadari bahwa bisnis terbaik adalah bisnis yang
menciptakan hubungan jangka panjang.
Bukan memaksa orang membeli.
Bukan mengejar angka dengan mengorbankan kepercayaan.
Tetapi membangun:
credibility.
Saya ingin orang mengenal saya bukan hanya karena apa yang
saya tawarkan.
Tetapi karena apa yang saya perjuangkan.
Saya ingin perjalanan saya mencerminkan nilai:
- integritas;
- edukasi;
- konsistensi;
- kepedulian;
- pertumbuhan;
- dan
kontribusi.
Karena pada akhirnya, reputasi adalah aset terbesar dalam
bisnis berbasis manusia.
Dan reputasi dibangun jauh lebih lambat daripada sebuah
penjualan.
6. FROM SUCCESS TO SIGNIFICANCE
Ada masa ketika kita mengejar pencapaian.
Target.
Angka.
Peringkat.
Level.
Recognition.
Dan semua itu dapat menjadi bagian dari perjalanan.
Tidak ada yang salah dengan memiliki target.
Target memberikan arah.
Target mendorong disiplin.
Target membantu kita mengukur kemajuan.
Saya sendiri percaya bahwa mimpi harus memiliki angka.
Karena mimpi tanpa tindakan hanya menjadi harapan.
Namun semakin saya bertumbuh, saya menemukan pertanyaan yang
lebih besar:
“Setelah mencapai angka itu, lalu apa?”
Setelah mendapatkan level, lalu apa?
Setelah mendapatkan bonus, lalu apa?
Setelah memiliki jaringan besar, lalu apa?
Pertanyaan inilah yang membawa saya dari success menuju
significance.
Sukses adalah ketika kita mencapai sesuatu.
Significance adalah ketika keberadaan kita membantu orang
lain mencapai sesuatu.
Sukses mungkin berkata:
“Look what I achieved.”
Significance berkata:
“Look how many people we helped grow.”
Inilah perubahan terbesar dalam perjalanan bisnis saya.
Saya tidak ingin hanya membangun income.
Saya ingin membantu membangun impact.
Saya tidak ingin hanya menjadi seseorang yang berhasil.
Saya ingin menjadi seseorang yang dapat membantu orang lain
melihat bahwa mereka juga memiliki potensi.
7. COACHING — Ketika Saya Menemukan Kebahagiaan
dalam Melihat Orang Lain Bertumbuh
Salah satu tahap paling indah dalam sebuah perjalanan
kepemimpinan adalah ketika kita menyadari bahwa kemenangan pribadi tidak lagi
cukup.
Ada kebahagiaan yang berbeda ketika kita melihat orang lain
berhasil.
Ketika seseorang yang dulu ragu mulai percaya diri.
Ketika seseorang yang tidak memahami sesuatu mulai belajar.
Ketika seseorang yang takut berbicara mulai berani berbagi.
Ketika seseorang yang merasa tidak mampu mulai menyadari
potensinya.
Di situlah kita mulai bergerak dari:
DOING
menjadi
DEVELOPING PEOPLE.
Dalam bisnis berbasis komunitas, leadership bukan hanya
tentang memimpin orang.
Leadership adalah tentang memberdayakan orang.
Pemimpin yang baik tidak menciptakan ketergantungan.
Pemimpin membantu orang menjadi lebih mandiri.
Saya tidak ingin membangun orang yang selalu menunggu
instruksi.
Saya ingin membangun orang yang mampu berpikir.
Mampu belajar.
Mampu mengambil tanggung jawab.
Mampu membantu orang lain.
Karena sebuah komunitas akan benar-benar bertumbuh ketika
pengetahuan tidak berhenti pada satu orang.
Tetapi mengalir.
Dari satu orang kepada orang lain.
Dari satu pengalaman kepada pengalaman lain.
Dari satu pemimpin kepada pemimpin berikutnya.
Itulah mengapa coaching memiliki tempat penting dalam
perjalanan saya.
Saya percaya:
The true measure of leadership is not how many people
follow you, but how many people grow because of you.
8. BRIGHT SQUAD — Ketika Sebuah Komunitas Menjadi
Lebih Besar daripada Bisnis
Salah satu makna terbesar dalam perjalanan saya adalah
melihat komunitas bertumbuh.
Nama, angka, dan struktur memang penting dalam organisasi.
Namun bagi saya, yang jauh lebih penting adalah:
bagaimana rasanya menjadi bagian dari komunitas tersebut.
Apakah orang merasa diterima?
Apakah mereka merasa didengar?
Apakah mereka memiliki ruang untuk belajar?
Apakah mereka didukung?
Apakah mereka dapat berkembang?
Apakah mereka merasa keberadaannya berarti?
Karena di sinilah perjalanan THREE saya kembali bertemu
dengan konsep Mattering.
Saya ingin setiap orang tidak hanya merasa:
“Saya punya leader.”
Tetapi juga:
“Saya dilihat.”
“Saya memiliki potensi.”
“Saya bisa bertumbuh.”
“Saya punya tempat.”
Sebuah komunitas yang kuat tidak dibangun hanya oleh
motivasi.
Ia dibangun oleh budaya.
Budaya untuk:
- belajar;
- menghargai;
- bertanggung
jawab;
- saling
mendukung;
- dan
terus berkembang.
Saya percaya Bright Squad bukan hanya tentang siapa yang
berada di atas atau siapa yang berada di bawah.
Tetapi tentang bagaimana kita berjalan bersama.
Karena perjalanan yang panjang membutuhkan lebih dari
kecepatan.
Ia membutuhkan:
connection.
9. THE SUBLIME — Ketika Saya Menyadari Bahwa Saya
Hanya Bagian Kecil dari Sesuatu yang Lebih Besar
Semakin lama saya menjalani kehidupan, semakin saya
menyadari bahwa kita tidak pernah benar-benar membangun sesuatu sendirian.
Ada keluarga yang mendukung.
Ada teman yang membantu.
Ada mentor yang mengajarkan.
Ada tim yang bekerja.
Ada orang-orang yang percaya.
Ada waktu.
Ada kesempatan.
Ada keberuntungan.
Ada konteks kehidupan yang tidak semuanya dapat kita
kendalikan.
Kesadaran ini membawa saya kepada kerendahan hati.
Apa pun pencapaian kita, kita tetap bagian dari sesuatu yang
lebih besar.
Saya mungkin dapat memimpin.
Tetapi saya membutuhkan tim.
Saya mungkin dapat mengajarkan.
Tetapi saya juga terus belajar.
Saya mungkin dapat membantu orang lain.
Tetapi dalam banyak kesempatan, justru orang lainlah yang
membantu saya bertumbuh.
Dan dari sini saya belajar:
Leadership without humility eventually becomes ego.
Bisnis tanpa nilai dapat kehilangan arah.
Keberhasilan tanpa rasa syukur dapat menjadi kesombongan.
Dan pertumbuhan tanpa kesadaran dapat menjadi kehilangan.
Karena itu, semakin perjalanan saya berkembang, semakin saya
ingin tetap mengingat:
Saya bukan pusat dari semuanya.
Saya hanya diberikan kesempatan untuk berkontribusi.
Dan kesempatan itu adalah sesuatu yang harus digunakan
dengan baik.
10. PROFITS — Ya, Bisnis Juga Harus Menghasilkan
Saya percaya kita tidak perlu malu berbicara tentang profit.
Profit adalah bagian dari keberlanjutan.
Sebuah bisnis yang tidak sehat secara ekonomi sulit
bertahan.
Seorang perempuan yang memiliki kemandirian finansial
memiliki lebih banyak pilihan.
Seorang entrepreneur membutuhkan kemampuan mengelola sumber
daya.
Sebuah komunitas membutuhkan sistem yang dapat menopang
pertumbuhannya.
Karena itu, perjalanan saya di THREE juga merupakan
perjalanan belajar tentang:
- entrepreneurship;
- leadership;
- sales;
- communication;
- personal
branding;
- financial
discipline;
- team
building;
- dan
digital community.
Namun saya ingin membangun bisnis dengan prinsip:
Profit is important, but trust is priceless.
Keuntungan dapat dihitung.
Tetapi kepercayaan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk
dibangun.
Satu keputusan yang tidak bijaksana dapat merusaknya.
Karena itu, saya ingin bisnis saya bertumbuh bersama nilai.
Prosperity with integrity.
Pertumbuhan dengan tanggung jawab.
Ambisi dengan etika.
Keberhasilan dengan kepedulian.
11. DARI SELF-CARE MENUJU SOCIAL IMPACT
Ada satu pertanyaan yang semakin sering muncul dalam diri
saya:
“Bagaimana perjalanan bisnis ini dapat memberikan manfaat
yang lebih luas?”
Karena jika wellness hanya berhenti pada diri saya,
dampaknya terbatas.
Jika berhenti pada keluarga, dampaknya lebih luas.
Jika berkembang menjadi komunitas, dampaknya semakin besar.
Dan jika komunitas tersebut mampu menciptakan budaya hidup
yang lebih sehat, saling mendukung, dan memberikan kontribusi sosial, maka
bisnis berubah menjadi sesuatu yang memiliki dimensi lebih besar.
Di sinilah saya melihat sebuah perjalanan:
SELF
Saya merawat diri.
↓
FAMILY
Saya ingin orang-orang terdekat juga lebih sehat.
↓
COMMUNITY
Saya berbagi dan bertumbuh bersama.
↓
BUSINESS
Kami menciptakan nilai dan peluang.
↓
CONTRIBUTION
Kami memberikan manfaat yang lebih luas.
Itulah evolusi yang saya rasakan.
Dan mungkin inilah alasan mengapa perjalanan bisnis menjadi
lebih menyenangkan ketika ia memiliki purpose.
12. PERJALANAN SAYA BUKAN GARIS LURUS
Saya tidak ingin menggambarkan perjalanan ini seolah-olah
semuanya selalu mudah.
Setiap perjalanan memiliki tantangan.
Ada target yang belum tercapai.
Ada orang yang datang dan pergi.
Ada penolakan.
Ada keraguan.
Ada masa ketika energi tinggi.
Ada masa ketika kita harus kembali mengingat alasan mengapa
kita memulai.
Namun justru dari situlah saya belajar tentang anti-fragility.
Bukan hanya bangkit.
Tetapi belajar dari tekanan.
Bukan hanya kembali seperti semula.
Tetapi menjadi lebih baik.
Dalam perjalanan bisnis, penolakan mengajarkan komunikasi.
Kegagalan mengajarkan evaluasi.
Target yang belum tercapai mengajarkan strategi.
Tantangan mengajarkan ketahanan.
Dan perubahan mengajarkan adaptasi.
Saya belajar bahwa bisnis bukan tentang menghindari masalah.
Bisnis adalah tentang:
menjadi pribadi yang semakin mampu menghadapi masalah.
13. 1:1 RULE — BELAJAR DAN MENERAPKAN
Salah satu prinsip yang sangat saya yakini adalah bahwa
pertumbuhan tidak cukup hanya dengan belajar.
Kita harus menerapkan.
Kita bisa membaca banyak buku tentang leadership.
Tetapi apakah kita menjadi pemimpin yang lebih baik?
Kita bisa mendengar banyak podcast tentang bisnis.
Tetapi apakah kita melakukan sesuatu yang berbeda?
Kita bisa mengikuti banyak seminar.
Tetapi apakah pengetahuan itu masuk ke dalam kehidupan
nyata?
Karena itu, perjalanan saya juga menjadi laboratorium.
Saya belajar.
Kemudian mencoba.
Saya mendapatkan insight.
Kemudian menerapkan.
Saya melihat hasil.
Kemudian mengevaluasi.
Dan dari situ saya belajar lagi.
LEARN → APPLY → REFLECT → IMPROVE
Inilah salah satu alasan mengapa perjalanan bisnis menjadi
sangat berharga.
Karena bisnis adalah tempat teori bertemu kenyataan.
Leadership diuji oleh manusia nyata.
Komunikasi diuji oleh hubungan nyata.
Strategi diuji oleh hasil nyata.
Dan karakter diuji ketika keadaan tidak berjalan sesuai
rencana.
14. MY THREE JOURNEY: FROM PRODUCT TO PURPOSE
Jika saya harus merangkum perjalanan saya di THREE dalam
sebuah evolusi, mungkin seperti ini:
LEVEL 1 — PRODUCT
Saya mengenal produk.
Saya mencoba.
Saya belajar.
Saya mengalami perjalanan personal.
↓
LEVEL 2 — WELLNESS
Saya mulai membangun gaya hidup.
Produk bukan satu-satunya fokus.
Saya belajar tentang kebiasaan.
Energi.
Kesehatan.
Konsistensi.
↓
LEVEL 3 — STORY
Saya mulai berbagi pengalaman.
Bukan memaksa.
Tetapi bercerita.
Bukan hanya menjelaskan produk.
Tetapi berbagi perjalanan.
↓
LEVEL 4 — CONNECTION
Saya bertemu komunitas.
Saya belajar bersama.
Bertumbuh bersama.
Membangun hubungan.
↓
LEVEL 5 — BUSINESS
Saya melihat peluang.
Saya belajar membangun value.
Membangun sistem.
Membangun tim.
↓
LEVEL 6 — LEADERSHIP
Saya mulai membantu orang lain bertumbuh.
Bukan hanya mencapai target sendiri.
Tetapi mengembangkan manusia.
↓
LEVEL 7 — CONTRIBUTION
Saya bertanya tentang dampak.
Apa manfaat perjalanan ini bagi orang lain?
Apa yang dapat kami lakukan bersama?
↓
LEVEL 8 — LEGACY
Dan akhirnya:
Apa yang akan tetap hidup setelah perjalanan saya
selesai?
Bukan hanya angka.
Tetapi manusia.
Nilai.
Kebiasaan baik.
Kepercayaan.
Komunitas.
Dan kehidupan yang mungkin menjadi sedikit lebih baik karena
kita pernah bertemu.
15. FROM SELF TO SIGNIFICANCE — INILAH PERJALANAN
SAYA
Jika seluruh perjalanan saya di THREE harus dirangkum dalam
satu kalimat, saya akan mengatakan:
Saya datang untuk mencari manfaat bagi diri sendiri,
tetapi saya menemukan makna ketika mulai membantu orang lain.
Awalnya saya ingin:
lebih sehat.
Kemudian saya ingin:
berbagi.
Kemudian saya menemukan:
komunitas.
Kemudian saya belajar:
bisnis.
Kemudian saya belajar:
leadership.
Dan sekarang saya semakin memahami:
perjalanan terbesar bukan hanya tentang apa yang kita
dapatkan.
Tetapi:
siapa yang kita bantu menjadi lebih baik.
THE 5C OF MY THREE JOURNEY
Saya melihat perjalanan saya bersama THREE melalui lima
tahapan:
1. CORE — KNOW MYSELF
Saya memahami bahwa saya penting.
Saya mulai merawat diri.
Menjaga kesehatan.
Membangun energi.
Menjadi lebih sadar.
I MATTER.
2. CONNECTION — CONNECT WITH OTHERS
Saya mulai bertemu orang-orang.
Berbagi pengalaman.
Membangun komunitas.
Belajar bersama.
WE GROW TOGETHER.
3. CONSCIOUSNESS — SEE SOMETHING BIGGER
Saya menyadari bahwa perjalanan ini lebih besar daripada
satu orang.
Ada tim.
Ada komunitas.
Ada kehidupan yang dapat disentuh.
I AM PART OF SOMETHING BIGGER.
4. CONTRIBUTION — CREATE VALUE
Saya ingin memberikan manfaat.
Berbagi ilmu.
Membangun orang.
Menciptakan peluang.
Mendorong wellness.
I SERVE BY CREATING VALUE.
5. CONTINUITY — BUILD A LEGACY
Saya ingin apa yang kami bangun dapat terus bertumbuh.
Bukan bergantung pada satu orang.
Tetapi menjadi budaya.
Menjadi komunitas.
Menjadi gerakan.
WHAT WE BUILD CAN CONTINUE.
16. THE BUSINESS COMPASS
Jika perjalanan saya di THREE dijadikan sebuah kompas, maka
saya akan menggambarkannya seperti ini:
🧭 NORTH — WELLNESS
Saya menjaga diri agar memiliki energi untuk menjalani
hidup.
🧭 EAST — CONNECTION
Saya membangun hubungan dan komunitas.
🧭 SOUTH — GROWTH
Saya terus belajar, berubah, dan berkembang.
🧭 WEST — CONTRIBUTION
Saya menggunakan perjalanan ini untuk memberikan manfaat.
Dan di tengah kompas terdapat:
PURPOSE
Karena purpose adalah alasan mengapa saya terus berjalan.
17. BISNIS SAYA BUKAN HANYA TENTANG THREE
THREE adalah bagian penting dari perjalanan saya.
Namun makna perjalanan ini bagi saya lebih besar daripada
sebuah nama bisnis.
Ia mengajarkan saya tentang:
- kesehatan;
- disiplin;
- komunikasi;
- komunitas;
- kepemimpinan;
- entrepreneurship;
- keberanian;
- dan
kebermaknaan.
Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa kita dapat memiliki
lebih dari satu identitas.
Saya dapat menjadi seorang profesional.
Saya dapat menjadi seorang pemimpin.
Saya dapat menjadi pembelajar.
Saya dapat menjadi bagian dari komunitas.
Dan saya juga dapat membangun sesuatu yang membantu orang
lain.
Kita tidak harus memilih antara:
career atau contribution.
Kita dapat menghubungkan keduanya.
Kita tidak harus memilih antara:
success atau significance.
Kita dapat bertumbuh dalam keduanya.
18. 10 NILAI YANG MENJADI PEGANGAN PERJALANAN SAYA
1. WELLNESS
Tubuh yang sehat adalah fondasi untuk menjalani purpose.
2. MATTERING
Saya percaya setiap orang berharga dan memiliki potensi.
3. CONNECTION
Bisnis terbaik dibangun melalui hubungan.
4. TRUST
Kepercayaan lebih berharga daripada transaksi sesaat.
5. GROWTH
Saya tidak harus sempurna, tetapi saya harus terus belajar.
6. COURAGE
Keberanian dibutuhkan untuk memulai, berubah, dan mencoba.
7. LEADERSHIP
Pemimpin terbaik membantu orang lain menemukan kekuatannya.
8. CONTRIBUTION
Kesuksesan menjadi lebih bermakna ketika dibagikan.
9. GRATITUDE
Tidak ada perjalanan besar yang dibangun sendirian.
10. LEGACY
Apa yang kita bangun seharusnya membawa manfaat yang dapat
terus hidup.
KESIMPULAN: PERJALANAN SAYA MASIH BERLANJUT
Hari ini, ketika saya melihat perjalanan saya bersama THREE,
saya tidak melihatnya hanya sebagai sebuah perjalanan bisnis.
Saya melihat sebuah proses transformasi.
Dari:
TAKING CARE OF MYSELF
menjadi:
CARING WITH OTHERS
Dari:
USING A PRODUCT
menjadi:
BUILDING A LIFESTYLE
Dari:
SELLING
menjadi:
SHARING VALUE
Dari:
WORKING ALONE
menjadi:
BUILDING A COMMUNITY
Dari:
ACHIEVING
menjadi:
HELPING OTHERS ACHIEVE
Dari:
SUCCESS
menuju:
SIGNIFICANCE
Dan mungkin inilah pelajaran terbesar dari perjalanan saya:
Kita mungkin memulai sebuah bisnis untuk mengubah
kehidupan kita. Tetapi ketika kita menjalankannya dengan nilai, integritas, dan
kepedulian, bisnis itu dapat membantu mengubah kehidupan orang lain juga.
Saya memulai perjalanan ini dengan keinginan untuk menjadi
lebih baik.
Tetapi semakin jauh saya berjalan, saya menemukan bahwa
versi terbaik dari diri kita tidak hanya terlihat dari apa yang kita capai.
Melainkan dari:
berapa banyak orang yang kita bantu,
berapa banyak harapan yang kita hidupkan,
berapa banyak potensi yang kita dorong,
dan
berapa banyak kehidupan yang menjadi sedikit lebih baik
karena kita pernah hadir.
MY THREE JOURNEY
ME → WE → PURPOSE → CONTRIBUTION → LEGACY
Dan saya percaya, perjalanan ini belum selesai.
Karena tujuan terbesar bukan hanya menjadi sukses.
Bukan hanya mencapai level berikutnya.
Bukan hanya mengejar angka berikutnya.
Tetapi terus bertanya:
“Bagaimana perjalanan saya dapat memberikan makna yang
lebih besar?”
Sebab pada akhirnya, bisnis terbaik bukan hanya bisnis yang
menghasilkan keuntungan.
Bisnis terbaik adalah bisnis yang membantu manusia
bertumbuh.
Dan bagi saya, itulah makna perjalanan:
FROM WELLNESS TO WEALTH.
FROM SELF TO SERVICE.
FROM SUCCESS TO SIGNIFICANCE.
“Saya memulai perjalanan ini untuk menjadi lebih baik
bagi diri saya sendiri. Tetapi perjalanan ini menjadi jauh lebih bermakna
ketika saya menyadari bahwa pertumbuhan sejati adalah ketika kita membawa orang
lain bertumbuh bersama kita.” 🤍✨
No comments:
Post a Comment